
Seminggu telah berlalu semenjak Boris keluar dari rumah sakit, pemuda tampan itu telah memulai kembali aktivitas nya kuliah serta berjualan cilok. Meski dia tidak ingat kapan membeli ponsel sekennya, dan bagaimana bisa sampai berjualan secara online, Boris memutuskan untuk melanjutkan berjualan dengan cara itu. Manfaat nya lumayan bagus pikirnya, dia bisa berjualan sambil berkuliah dan mengerjakan tugas-tugas nya.
Ting!! Ting!!
Pesanan-pesanan cilok masuk melalui marketplace di ponselnya, satu demi satu Boris balas pesanan itu dengan pemberitahuan kepada para kurir bagaimana cara mengambil pesanannya. Mereka harus memperlihatkan layar ponselnya kehadapan mak Oneng, agar sang nenek segera membungkus dan memberikannya kepada mereka.
Ting!!
"Waduh! Ehh..!! MasyaAllah... Ini banyak banget ya pesanannya... " Ucap Boris ketika membaca pesanan terakhirnya, disana tertera TRUST Corp sebagai alamat kirim dan mbak Titiek sebagai pemesannya. Tak tanggung-tanggung 30 pack cilok yang mereka pesan untuk sore nanti.
"Mbak Titiek... rasanya familiar... " Gumam Boris. Hampir setiap pesanan yang datang dari tempat itu membuat Boris merasa seperti mengalami rendezvous! serasa sebuah kebetulan, seperti sebuah peristiwa yang terulang.
"Nape?? Kok bengong?? " Robby sang sahabat tengil menepuk pundak Boris, dia melihat pemuda culun itu tengah termenung, seperti sedang memikirkan bagaimana cara menghilangkan kemiskinan dimuka bumi ini.
"Lo bisa gak sih gak ngagetin gue... barang sehariiiiii aja By... Bisa copot jantung gue lama-lama! " Kesal Boris, sambil mengusap dadanya.
"Jieee.. lebay!! Ngopi yok..! " Ajak Robby, kebetulan saja mereka baru saja selesai mengikuti jam terakhir kuliah nya.
"Kagak bisa... Lo liat deh! Gila kan?? " Boris menyodorkan ponselnya ke hadapan Robby, disana tertera semua pesanan cilok yang masuk, termasuk pesanan dari TRUST Corp.
"Lo yakin gak bakalan ikut program magangnya mereka? Mayan lo buat tugas akhir lo Ris... " Kembali Robby mencoba untuk meyakinkan sahabat nya itu, pemuda idaman para gadis kampus itu masih juga belum bisa memutuskan apakah dirinya mau ikut serta apa tidak.
"Ntar deh gue pikiran lagi... Sekarang gue mau cabut dulu... kasian emak gue! Bisa jantungan dia liat pesanan banyak kayak gitu"
Boris pun bergegas meninggalkan Robby menuju halte bus dimana dia biasa menunggu armada roti bantat itu untuk pulang, hingga tanpa sengaja dirinya menabrak seorang gadis remaja dan membuat gadis itu hampir saja terjatuh.
__ADS_1
BRUK!!
"Astaghfirullah... Maafkan saya mbak... ehhh dek... kamu gak apa-apa kan?? " Untung saja Boris masih sempat menarik tas gadis tersebut, hingga dia tak terjatuh di trotoar.
"Loh kamu... " Boris ternyata mengenal gadis itu. Gadis yang mengaku telah menolongnya bersama dengan kedua kakaknya ketika dirinya mengalami kecelakaan waktu itu, gadis yang dia kira justru telah mencelakai nya, tetapi belakangan Boris tahu jika hal tersebut tidaklah benar.
"Maaf kak... " Ucap Airin lirih, ternyata pemuda yang telah lama dia rindukan itu masih belum juga mengenali siapa dirinya. Airin tertunduk.
"Ehh... saya yang minta maaf udah nabrak kamu barusan... Baru pulang sekolah? " Boris mengajak Airin untuk duduk dibangku halte, beruntung saat ini tidak terlalu banyak orang disana. Sepertinya gadis itu sedang bersedih pikirnya.
"Iya ka.. " Jawabnya singkat. Airin berusaha keras untuk tidak menangis saat ini, dia bahkan tidak berani menatap wajah pria yang sangat dicintainya itu.
"Airin kan?? Kamu gak ada yang jemput? " Boris mulai merasa kasihan dengan gadis itu, dia sepertinya sedang mengalami masalah. Sejak tadi gadis itu tetap saja menyembunyikan wajahnya.
Airin menggelengkan kepalanya, dirinya sudah tak sanggup lagi mengucapkan kata-kata. Lidahnya kelu, tenggorokannya kering, dadanya sudah mulai terasa sesak dan air mata nya sudah tak terbendung lagi.
Bukannya menjawab, isak tangis gadis itu malah semakin menjadi.
"Yaahh... nangis deh, Kak Boris gak tau mesti gimana kalo kamunya gak ngomong Ai... boleh kan kak Boris panggil kamu Ai? " Boris beranjak dari duduknya, lalu bersimpuh dihadapan Airin, mencoba untuk melihat wajah gadis cantik itu.
Airin mengangguk, tetapi rasa sesak didadanya semakin terasa. Kerinduan nya membuncah! Hanya dengan cara ini Airin bisa menghilangkan merindunya kepada Boris, pemuda yang saat ini tengah berada di hadapannya. Ingin rasanya Airin memeluk pria tampan itu sekarang, tapi sepertinya itu tak mungkin! Dia bahkan belum pernah menyatakan cintanya kepada Boris.
"Kamu lagi ada masalah? " Kembali Boris bertanya, dan lagi-lagi gadis itu hanya mengangguk.
"Sama siapa?? Sama sodara kamu? " Kali ini gadis itu menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Temen? " Tanyanya, dan kembali Airin menggeleng. Berarti hanya ada satu orang yang bisa membuat gadis remaja seperti ini menangis pikirnya, siapa lagi kalau bukan pacarnya.
Dan benar saja, Airin mengangguk bersamaan dengan tangisannya yang pecah seketika. Dan entah mengapa hati Boris terasa sakit ketika mendengar nya.
"Perasaan ini... " Batinnya.
"Huaaaaaaa....!!!!! " Airin menangis histeris, dia sudah tidak perduli lagi apa kata orang-orang disana, dia bahkan tidak perduli lagi dengan Boris yang terlihat kelabakan saat ini karena menghadapi tingkah kekanakannya. Setidaknya dengan cara ini rasa sesak didadanya bisa menghilang seketika.
"Ya Alloh... Ai... Kok malah tambah kenceng sih nangisnya??? Kak Boris beliin eskrim ya... cup... cup... cup... " Boris makin kewalahan, dia tidak tahu apa yang bisa dia perbuat agar gadis dihadapan nya ini menghentikan tangisannya, karena aksi mereka berdua telah menjadi tontonan gratis saat ini.
"Gak mau!! Huaaaaaaa.....!! " Airin menangis sejadi-jadinya. Antara sedih dan bahagia Airin rasakan saat ini, sedih karena sang pujaan hati belum bisa mengenalinya, dan bahagia pada akhirnya dia bisa menemuinya meski harus dengan cara seperti ini.
Tapi Airin rela, Airin rela melakukan apapun demi mendapatkan Boris kembali. Bahkan jika pemuda itu tak bisa lagi mengingat nya, Airin rela mengejar cintanya kembali bahkan lebih dari yang dia lakukan saat dulu. Airin bertekad kali ini dia akan menyatakan cintanya pada Boris, ketika waktunya tiba nanti.
"Ya Alloh.... mimpi apa gue semalem... "
.
.
.
Happy halu manteman
maaf baru up sore ini
__ADS_1
Thanks buat support nya di part ini 😘😘😘😘