
Tit... Tit... Tit...
Suara mesin detak jantung terdengar di unit perawatan intensif dimana Boris dirawat saat ini, pria yang telah merebut hati Airin ini masih belum sadarkan diri pasca operasi besar, setelah mengalami kecelakaan tepat di depan gedung TRUST Corp.
"Cedera dikepalanya cukup serius sayang, berdoa agar dia lekas siuman... " Dokter Varel selaku dokter bedah yang bertanggungjawab atas penanganan Boris, mengelus punggung Airin lalu memeluk gadis itu.
"Apa dia akan baik-baik saja om? Apa dia.... " Airin menangis tersedu, dia tidak akan pernah bisa melupakan peristiwa mengerikan itu. Seseorang telah menabrak Boris hingga pemuda itu terpental jauh, dan meninggalkan pria malang itu terkapar begitu saja.
"Kita berdoa bersama... oke? Kami akan tetap berusaha yang terbaik untuknya, semoga Tuhan menyembuhkannya... " Dokter Varel kembali memeluk Airin untuk menenangkan gadis itu, sementara diluar sana mak Oneng yang baru saja tiba menangis histeris melihat kondisi cucu satu-satunya itu.
"Ya Alloh... Gustiii nu agung... Boris ini emak Ris... sadar kasep... sadar... " Ratapan wanita tua itu begitu menyayat hati, bahkan mang Asep yang ditugaskan untuk menjemput mak Oneng pun tak bisa membendung air matanya.
"Sabar mak.. InsyaAllah Boris sembuh, emak berdoa ya... " Mang Asep mencoba menenangkan wanita tua itu, dan menahan tubuh rentanya dalam pelukan nya.
Sebuah pemandangan yang teramat langka menurut Aldo menyaksikan pria kaku sedingin es itu berinteraksi, dia bahkan terlihat meneteskan air matanya. " Ternyata dia manusia juga" Batinnya.
Disini lain Aldi masih belum juga tiba di rumah sakit, pria yang tak kalah kaku nya dengan mang Asep itu masih mengejar orang yang telah menabrak Boris, bersama dengan para pengawalnya. Beruntung ketika peristiwa itu terjadi mobil yang ditumpanginya berada tepat dibelakang mobil Airin.
" Jangan sampe lepas! gue mau si brengsek itu hidup ataupun mati! " Perintahnya kepada sang pengawal sekaligus sopir pribadinya itu, dia juga memerintahkan pengawal pribadi Aldo melalui ponselnya.
Ckiiitttt....!!
__ADS_1
Bruuummmm...!!
Jalanan malam pun telah menjadi arena kejar-kejaran, mobil-mobil yang berlalu lalang disana telah menjadi saksi betapa cepatnya mobil-mobil yang mereka kendarai. Mereka saling mendahului dan saling mendekat satu sama lain. Aldi bahkan memerintahkan untuk menabrak mobil penjahat itu agar kendaraan yang dikendarai nya berhenti! Dia tidak perduli jika mobil mewah kesayangannya rusak.
Ckiiitttt...!!
Memasuki terowongan sang sopir menambah kecepatan lalu melakukan manuver dengan menabrak samping mobil musuh hingga mobil tersebut terhimpit dinding terowongan, sementara mobil milik Aldo mencoba untuk menahan agar musuh tidak mampu lagi melarikan diri didepannya.
Brak!!
Ciiitttt...!!!
Mobil musuh tertahan dua kendaraan disamping dan depannya, sekuat apapun dia menambah kecepatan tetap sulit baginya untuk melepaskan diri, hingga mobil yang berada didepan dan sampingnya tiba-tiba berbelok memisahkan diri, dia baru mendapatkan celah untuk menambah kembali kecepatannya. Sayangnya di hadapannya kini ada tiang lampu penerangan jalan dan tabrakan maut pun tak bisa lagi terelakkan.
Aldi dan kedua pengawalnya menghentikan laju kendaraannya lalu keluar dari mobil mereka untuk melihat kondisi si penabrak, mereka ingin tahu siapa yang bertanggung jawab dibalik kecelakaan yang menimpa Boris.
"Tito??! " Ingin rasanya Aldi membunuh pria tak tahu diri itu sekarang juga, toh dia sudah dalam. keadaan terluka parah pikirnya. Tetapi itu bukanlah hukuman yang tepat untuknya, Tito harus merasakan penderitaan yang dialami oleh Boris juga Airin.
Aldi memerintah pengawal Aldo untuk membawa tubuh Tito ke tempat pengasingan, disana dia akan mendapatkan perawatan seadanya.
"Mahluk laknat ini tak pantas mendapatkan fasilitas yang bagus! "
__ADS_1
.
.
Empat hari berlalu semenjak peristiwa mengerikan itu, mak Oneng masih setia menemani cucu kesayangannya begitu pula dengan Airin. Gadis itu bahkan sering kali begadang agar ketika Boris siuman, orang yang dilihat pertama kali oleh nya adalah dirinya.
"Ka... Kak Boris... " Airin melihat jari-jari tangan Boris yang bergerak, lalu menciumnya.
"Mak... Kak Boris mak... Kak Boris bangun...! " Airin kegirangan, begitu pun dengan mak Oneng. Dia lalu menekan tombol untuk memanggil perawat atau dokter.
"Kak... Bangun ka... Ini Airin sama emak... " Airin bercucuran air mata, akhirnya pujaan hati nya itu tergantung dari tidur panjangnya.
Boris mengerjap kan matanya, pemuda itu berusaha untuk mendapatkan kembali kesadaran nya. Pelan-pelan dia membuka matanya, lalu melihat ke sekelilingnya dan terkejut dengan kehadiran seorang gadis cantik disamping nya. Dia bahkan menarik paksa tangannya dari genggaman tangan gadis itu!
"Maaf... Bukan muhrim, mbaknya siapa ya??
.
.
.
__ADS_1
Happy halu manteman
Maafkan othor baru up sore ini..