DIKEJAR ANAK MAFIA

DIKEJAR ANAK MAFIA
Part 51


__ADS_3

"Kita pernah punya kenangan manis Ris... " Paula memandangi tampilan cantik dirinya melalui pantulan cermin dihadapannya, malam ini merupakan malam yang telah lama dinantikan olehnya.


Ingatan nya kembali ke masa saat dia bertugas untuk meng-ospek mahasiswa baru di kampus Sriwijaya, yakni pertama kalinya dia mengenal Boris, seorang pemuda tampan, culun dan polos juga pemalu tetapi pintar yang lama kelamaan mambuat dirinya tertarik dan ingin sekali memiliki nya.


"Iya kak maaf gak sengaja.. " Ucap Boris ketika Paula sengaja membuat pemuda itu menjatuhkan buku-buku yang dipegangnya, dengan santun pemuda polos itu menolong Paula untuk mengambilkan buku-buku tersebut.


Semenjak itulah mulai tumbuh benih-benih cinta dihati Paula, Hari-hari nya dia lalui dengan mencari cara untuk mendekati dan berada dekat dengan Boris. Wanita itu bahkan menyingkirkan satu per satu saingannya dengan segala cara agar tidak ada satupun yang berani mendekati Boris. Paula berani mengancam para gadis yang terlihat berinteraksi dengan pemuda polos nan tampan itu!


Keberhasilan Paula yang paling tinggi adalah ketika dia berhasil membuat Robby bertengkar dengan Boris, dia bahkan sempat menghajar pemuda culun tersebut.


Boris yang memang sangat menghargai kaum hawa, dia tidak pernah senang melihat mereka dipermainkan, hal ini sangat dimanfaatkan oleh Paula sebagai ajang balas dendam terhadap pemuda yang terkenal playboy tersebut. Robby pernah menolak ajakannya untuk berkencan!


Sayangnya, tak lama setelah mereka bertengkar, hubungan mereka justru malah membaik hingga menjadi sahabat. Dan semenjak itulah Boris bak bulan yang semakin sulit untuk diraih oleh Paula, jika dulu mereka bisa saling bertegur sapa, sekarang baru saja mencium bau parfum wanita itu Boris sudah mengeluarkan jurus seribu langkah!


"Oke... lo udah perfect La! lo cantik banget... semua cowok pasti bakal klepek-klepek liat penampilan lo malam ini... " Novi memberikan sentuhan terakhir pada rambut Paula, dia menaruh tiara berwarna silver kecil bertabur kan permata disana.


Siang hari sebelum pesta ulang tahun Paula.


"Gue gak mau By, gue gak mau dateng ke acara begituan... bisa gatel sebadan-badan gue!! " Berkali-kali Boris menolak ajakan Robby untuk menemaninya menghadiri pesta ulang tahun Paula, tetapi lagi-lagi Boris menolaknya.


"Sekali ini doang Ris, gue males dateng sendiri... kayak orang bego ntar disana.. " Bujuk Robby untuk kesekian kalinya.


"Dih... ajakin cewek lo dong! Masa gue... emangnya gue apaan??? " Boris beranjak dari duduknya, dia bermaksud untuk mengambil makanan yang sudah dia pesan di salah satu warung makan di kantin kampus, dan Robby pun mengikutinya.


"Please lah Ris... sekali iniiii aja... ntar gue isiin lo pulsa gopek dah... beneran.. " Kali ini Robby mengeluarkan senjata pamungkas nya, gak. mungkin Boris menolak hadiah sebanyak itu kan, pikirnya.


"Deal!! " Tanpa pikir panjang Boris langsung menyetujui permintaan sang sahabat, siapa yang bakal nolak pulsa 500rb kan??? lagipula cuma nemenin si Robby pikirnya... Apa salahnya?? Toh tempatnya juga bukan di Diamond.


Diamond???


"Anjir lah! Tau gitu gue gak bakalan susah-susah bujuk lo daritadi kuya! Dasar Boris matre!" keluh Robby, tapi langsung mengisi nomor ponsel Boris dengan jumlah pulsa yang telah dijanjikan olehnya.

__ADS_1


"Tuh! Udah... Awas lo ya kalo kabur! Gue sumpahin jomblo seumur hidup! "


Mendengar ancaman kosong dari sahabatnya, Boris hanya cengengesan "Mayan buat tiga bulan... " Boris merasa senang saat melihat nominal pulsa di ponselnya.


Malam hari nya.


Perayaan ulang tahun Paula sudah dimulai saat Boris dan Robby tiba, keduanya sengaja datang terlambat agar bisa melewatkan sesi sambutan dan doa. kedua pemuda berbeda nasib itu tidak ingin berlama-lama berada disana.


Sesampainya disana, Robby dikuti oleh Boris mendekati Paula, memberi ucapan selamat serta kado lalu bergabung bersama dengan teman-teman yang lain di dekat meja catering.


"Iihh... kalian kok disini sih, gue panggil dari tadi loh... " tak ada rasa sungkan, Paula memposisikan dirinya diantara Robby dan Boris, dan ikut berbincang dengan mereka.


"Hai kak... Selamat ulang tahun yaaa... " Tiba-tiba Airin datang, dan membelah kerumunan. Memberikan sebuah kotak besar berwarna merah dengan pita emas kepada Paula.


Dalam keadaan terkejut, Paula menerima kado tersebut, "Ma... makasih... "


"Ka.. kamu ngapa... " Paula ingin bertanya maksud kedatangan gadis tengil itu, pasalnya dirinya tidak merasa telah mengundang Airin ke acara pestanya, tetapi gadis itu tidak memperdulikan nya sama sekali.


Ingin rasanya dia marah saat ini, tapi Paula juga memikirkan imagenya. Dia tidak mau mempermalukan dirinya sendiri diacara paling spesial nya.


"Ehh... Itu, kak Boris... " Boris menggaruk kepalanya.


"Lupa?? " Potong Airin, lalu menenggak habis minuman ditangannya.


"Airin... Pelan-pelan minumnya, keselek baru tau loh" Robby mengambil gelas kosong dari tangan Airin, lalu menaruh kembali gelas tersebut diatas nampan sang pelayan.


Sementara Paula terlihat mulai gelisah, wanita itu menelan salivanya kasar, bahkan mencoba untuk menghapus bulir-bulir keringat di keningnya.


"Apa yang udah lo lakuin hah?!! " Robby mulai merasakan gelagat buruk, apalagi setelah dia melihat Airin yang memijat keningnya. Padahal gadis itu hanya meminum segelas air soda.


"Gue... Gue.... " Jawab Paula terbata.

__ADS_1


"Ai... Kamu kenapa?? " Boris mencoba menahan tubuh Airin yang mulai oleng.


"Kepala aku sakit ka... " Keluh Airin, sambil menggelengkan kepalanya.


"Bawa dia ke mobil! " Pinta Robby, sementara Boris memapah Airin keluar ruangan itu, Robby mengancam Paula.


"Kalo kecurigaan gue bener, lo nyari mati Paula! Lo bener-bener gila!! "


Sebelumnya,


"Semua oke?? " Paula memastikan apa yang dia minta kepada kedua sahabatnya, dan mereka mengacungkan jempol nya.


" Tunggu mereka datang, dan kamu... Kasih gelas yang ini buat cowok ini" Paula menunjukkan gambar seorang pemuda kepada seorang pelayan pria, lalu memberikan sejumlah uang kepadanya.


"Sisanya nanti kalo semuanya oke" Lanjutnya.


"Lo yakin bakal berhasil?? " Sinta memastikan, pasalnya ide Paula kali ini benar-benar diluar batas menurut nya.


"Tinggal tugas lo nanti yang pisahin si Boris sama si playboy cap kapas itu, sisanya urusan gue" Paula yakin seyakin-yakinnya, kali ini dia bisa menjebak Boris dengan memberinya minuman yang sudah dibubuhi serbuk narkotika. Dia akan membawa pemuda polos itu ke kamar hotel yang sudah dia persiapkan sebelumnya, lalu akan mengambil foto-foto momen intim mereka dan menggunakannya untuk mengancam Boris kecuali dia mau menjadi kekasihnya.


"Ai.... Ai... bangun! Jangan tidur Ai... bangun..! Boris menepuk-nepuk pipi Airi agar gadis itu membuka matanya, dan mulai panik saat Airin benar-benar menutup kedua matanya.


" By! Cepetan!!! Airin pingsan...!!!


.


.


.


Happy halu manteman

__ADS_1


Maaf othor baru hadir sore ini 🙏🙏🙏


Thanks buat support nya di part ini yaa...


__ADS_2