DIKEJAR ANAK MAFIA

DIKEJAR ANAK MAFIA
Part 30


__ADS_3

Rasanya seperti mimpi buruk bagi Boris berada dimeja yang sama dengan para bos besarnya untuk bersantap siang hari ini, jika saja saat ini dirinya tidak sedang berseteru dengan Airin mungkin saat itu dirinya akan merasa terhormat sekaligus bahagia saat itu. Tapi sayangnya rasa kecewanya terhadap gadis itu masih tertanam dihatinya hingga dia berusaha untuk menghapus harapannya terhadap Airin meski itu sulit.


Entah mengapa setiap ucapan Airin semakin menorehkan luka dihatinya, seperti yang dia tanyakan saat itu perihal gaji. Apakah cukup? Tentu saja untuk seorang Boris angka yang akan dia dapatkan saat gajian nanti merupakan jumlah yang sangat banyak! 3 juta bukan lah uang yang sedikit yang akan dia terima setiap bulannya nanti. Belum lagi menyinggung masalah kuliah dan kehidupan pribadinya, ingin rasanya dia menolak untuk menjawab pertanyaan kedua kakak Airin tapi saat itu rasanya begitu sulit. Mulut Boris bagaikan rem blong!


"Gimana Ris? Udah punya cewek dong..Gak mungkin masih jomblo.."


Itu pertanyaan ringan menurut Aldo, tetapi berat bagi Boris. Jika dirinya berbohong dan bilang bahwa dia sudah mempunyai pacar, maka pertanyaan berikutnya sudah pasti tentang identitas gadis yang menjadi pacarnya. Boris memilih untuk jujur karena memang pada kenyataannya dia masih setia dengan pangkatnya sebagai komandan jomblo saat ini, dan hal itu malah membuat Airin semakin terlihat merendahkannya .


"Apa dia ledekin gue tadi ya?" pikir Boris, pasalnya dirinya melihat gadis itu menarik salah satu sudut bibirnya tadi.


"Ahhh! bodo amat...emang gue jomblo, mau diapain juga tetep aja jomblo..daripada pacaran ntar kena pengaruh setan mending gue jomblo.." Boris bergidik ngeri. Yang membuat dia takut bukan setannya, tetapi amukan mak Oneng yang pastinya akan berimbas mapa murkanya Sang Maha Esa yang lebih dia takuti.


Satu hal lagi yang Boris sesali saat ini adalah permintaan dari Aldo yang dia sanggupi dan tak mungkin dia tolak. Karena permintaan pria itu dituangkan dalam sebuah surat kontrak kerja yang terlajur dia tandatangani, yakni peran Boris sebagai tutor belajar Airin. Bagaimana mungkin juga bisa dia tolak, surat kontrak kerja tadi dibuat seperti surat perintah kerja, hanya saja disana tertuang berapa bonus yang akan Boris terima di awal bulan nanti.


"Maakkk...tulungin Boris maaakkk" Ucap Boris dan langsung menutup mulutnya seketika.


"Naon Boris?!! Kunaon??!!" Mak Oneng datang dengan paniknya, setelah mendengar pemintaan tolong dari cucu satu-satunya itu. Wanita paruh baya itu baru saja menyelesaikan shalat Isya ketika tiba-tiba Boris berteriak tadi.


"Naon ai ema...Boris mah gak apa-apa daritadi juga" Jawab Boris bohong, baru menyadari jika suaranya tadi terlalu nyaring hingga terdengar oleh sang nenek.

__ADS_1


"Ema salah denger kitu Boris?? Asa denger kamu minta tolong tadi teh" Ujar mak Oneng sambil menggosok kedua telinganya.


"Ihhh...itu mah perasaan emak aja kali ahh, pasti karena ema laper...bener kan?" Boris terpaksa mengalihkan pembicaraannya Maafkan Boris yah mak batin Boris.


Sementara itu ditempat lain.


Tito terlihat tengah menikmati minumannya di sebuah klub malam ditemani seorang wanita, siapalagi jika bukan Diana. Sepulangnya tadi dari TRUST Corp keduanya memutuskan untuk menghabiskan malam di tempat terkutuk ini bersama.


Sore Tito tak sengaja bertemu dengan Diana di loby perusahaan saat mereka akan pulang dan memutuskan untuk mendekatinya dan mengucapkan terimakasih atas hidangan yang dia berikan untuk teman-temannya siang tadi. Dengan penuh rasa kecewa Diana mengatakan bahwa sesungguhnya makanan yang dia buat khusus untuk Boris, dia bahkan berharap pemuda itu akan membawanya ke kantin dan mengajaknya untuk menyantapnya bersama.


Bak mendapat secercah cahaya pria keturunan timur tengah itu langsung mendapatkan ide brilian untuk melancarkan rencana busuknya, apalagi jika bukan melibatkan wanita itu didalamnya.


Dan siapa yang tidak mengenal Diamond? Tempat dimana kebanyakan kawula muda menghabiskan malam untuk sekedar mencari hiburan, termasuk Tito dan Diana.


"Lo sering kesini To? Kok gue gak pernah liat lo?" Tanya Diana setelah menyesap minuman yang memabukkan yang baru saja diberikan oleh sang bartender.


"Mayan...gak sering-sering banget sih..." Jawab Tito bohong, justru dia sering melihat Diana di tempat ini hanya saja Tito merasa tidak penting untuk sekedar menyapa gadis itu.


"Jadi gimana...masih inget bocah tengil itu? Lagi doi masih bocah loh Di...bisa-bisanya lo kepincut sama dia" Kekeh Tito, mengingat usia Diana yang 4 tahun lebih tua dibandingkan Boris.

__ADS_1


"Masih penasaran sih gue, doi masih orsinil apa gak...soalnya dia ngehindarin sentuhan gue kalo ketemu" Jawab Diana tak sungkan, lalu keduanya terbahak bersama.


Malam turun dengan langit yang gelap, membawa keheningan yang dalam. Bintang-bintang bersinar di langit seperti berlian yang tersebar dengan indahnya. Cahaya remang-remang lampu jalan menyelimuti jalan-jalan yang sepi, menciptakan bayangan-bayangan misterius di setiap sudut.


Suara angin berbisik lembut, membelai pepohonan dan mengajak daun-daun bergoyang dalam iramanya. Kerlip cahaya jendela-jendela rumah mengisyaratkan kehadiran orang-orang yang bersembunyi di balik tirai-tirai mereka. Suasana malam memancarkan aura ketenangan, membiarkan pikiran-pikiran melayang jauh dan memancarkan keindahan yang mempesona.


Di tengah malam yang sunyi, hening dipecah oleh suara gemerisik air sungai yang mengalir perlahan. Cahaya rembulan menghiasi permukaan air, menciptakan refleksi yang menakjubkan. Hening ini dihiasi oleh nyanyian serangga malam yang menyebar di udara, menciptakan latar belakang musik yang menenangkan.


Di malam yang seolah hidup sendiri, jembatan-jembatan terlihat megah dengan lampu-lampu sorot yang menyoroti jalur yang menghubungkan satu tempat dengan yang lain. Suasana malam memberikan kesempatan bagi pikiran dan imajinasi untuk terbang, memikirkan tentang mimpi dan harapan yang akan datang.


Malam berjalan dengan pelan, memberikan waktu bagi jiwa yang lelah untuk beristirahat. Ketika bumi terbenam dalam kegelapan, malam memberikan harapan baru dan kesempatan untuk beristirahat dan memulihkan diri. Dalam pelukan malam, ada ketenangan yang tak ternilai harganya, dan di antara bayang-bayang, ada keindahan yang menakjubkan yang hanya dapat ditemukan saat matahari terbenam.


.


.


.


Happy halu manteman

__ADS_1


__ADS_2