DIKEJAR ANAK MAFIA

DIKEJAR ANAK MAFIA
Part 23


__ADS_3

Pagi itu seperti biasa Boris tiba di kampus pada pukul 8.30 pagi dengan dua kantung penuh berisi kotak-kotak cilok pesanan teman-teman kampusnya. Ada hal yang berbeda yang dirasakan pemuda tersebut ketika dirinya baru saja menginjakan kakinya di gedung fakultasnya itu, Boris melihat teman-temannya tersebut tengah berkerumun di loby.


"Yo Ris! sini lo!" Pekik Robby dari tengah-tengah kerumunan, rupanya mereka tengah mengerumuni papan pengumuman pagi ini.


Boris mengangkat dua kantong plastik di kanan kiri tangannya, pertanda dirinya akan kesulitan jika harus mendekati sobatnya itu dan meminta pemuda tersebut untuk menghampirinya. Dia tidak mau jika kemasan cilok-cilok itu sampai rusak nantinya, karena sudah pasti cilok-cilok yang sudah susah payah dibuat olehnya pun akan hancur.


Robby berlari menghampiri Boris setelah dirinya berhasil keluar dari kerumunan tersebut.


"Apaan?" Rasa penasaran Boris muncul.


"Berita bagus buat lo Ris! TRUST Corp akan memfasilitasi para mahasiswa dan mahasiswi penerima beasiswa dengan program magang, tapi musti test seleksi masuk dulu...lo coba deh Ris, sapa tau lo bisa kepilih" Jawab Robby, lalu mengambil satu plastik besar dari tangan kiri sahabatnya itu.


"Wah makin banyak aja nih pesanan lo Ris, bentar lagi bisa naek haji bareng nenek lo..." Lanjutnya.


Boris mengamini ucapan sobatnya ini meski mereka memiliki keyakinan yang berbeda, meski Robby terlahir nasrani tetapi meski demikian persahabatan yang telah terjalin semenjak keduanya duduk dibangku SMP ini bisa langgeng hingga sekarang ini. Keduanya memiliki kesamaan berpikir mengenai hal yang satu ini, yakni urusan agama merupakan urusan pribadi mereka dan Tuhannya masing-masing.


"Gue pikir-pikir dulu deh buat ikut seleksi di TRUST Corp.." Jawab Boris setelah Robby menanyakan kembali apakah sobatnya itu akan ikut berpartisipasi dalam program magang tersebut atau tidak.


"Kalo gue bilang sih lo ikut Ris, gue yakin lo bakal langsung keterima...Secara klasifikasi calon internship udah ada di lo semua.." Robby meyakinkan kembali sang sahabat, karena menurutnya akan sangat disayangkan jika kesempatan emas ini sampai di lewatkan olehnya. Toh selama ini Boris selalu menceritakan keinginannya untuk bergabung bersama TRUST Corp.


 "Ntar deh gue pikir-pikir lagi..." Boris pun berusaha untuk meyakinkan Robby. Hanya satu yang ada dipikiran Boris saat ini, kenyataan bahwa Aldi dan Aldo merupakan kakak kandung dari Airin.

__ADS_1


Apakah dirinya bisa bersikap profesional disana? atau sebaliknya. Dan bukankan jika dirinya benar-benar terpilih menjadi karyawan magang itu artinya Airin bisa menemuinya kapanpun gadis itu mau?


Kenyataan bahwa Boris meragukan ke-profesionalan nya dalam bekerja nanti telah membuat dirinya mempertanyakan kesungguhannya akan keinginannya untuk bergabung di perusahaan tersebut, mental macam apa ini? Batinnya.


.


.


.


"Dia udah ada di daftar calon trainee?" Aldi memasuki ruangan sambil membuka jas abu-abu nya, lalu menghampiri Aldo yang telah terlebih dulu sampai disana.


"Ini baru masuk laporannya, dia baru ngajuin hari ini" Jawab Aldo seraya menyerahkan berkas laporan yang telah diberikan oleh sekertaris pribadinya tadi.


"Kemana aja dia baru ngajuin hari ini?" Andai saja semua ini bukan demi adik kesayangannya Airin, Aldi tidak akan mau menyetujui ide gila yang dibuat oleh saingan sekaligus kembarannya Aldo waktu itu.


"Orang bener pasti mikir dulu lah bang buat ngambil program ini, dia itu mahasiswa terbaik dikampus...Bisa jadi dia mikir gimana sama kuliahnya nanti, belom lagi tu bocah kan jualan.. bantuin emaknya" Aldo terkekeh saat melihat raut wajah sang kakak ketika mendengar opini yang telah dia buat, meski dalam hatinya dia yakin jika Airin lah penyebab utama pertimbangan Boris yang akhirnya mengikuti program ini.


Sejujurnya awal Aldo melancarkan aksi gilanya ini, dia merasa ragu apakah Boris akan mengikuti program yang dia buat, apalagi ditengah konfliknya bersama Airin. Tetapi karena memang momentum yang dia buat bertepatan dengan jadwal penerimaan karyawan baru, jadi kenapa tidak dia menggunakan kesempatan tersebut untuk membuat program magang untuk kampus tersebut. Selain ekonomis dalam segi pengeluaran, mereka pun bisa sekaligus menyeleksi calon karyawan tetap nantinya tanpa harus repot-repot mencari orang asing.


"Oke...kayaknya misi lo bakal berhasil Do, tinggal gimana biar Airin gak curiga nanti kalo dia tiba-tiba nongol disini terus ngeliat tuh bocah lagi gawe" Ucap Aldi setelah dirinya menandatangani berkas yang diberikan oleh Aldo tadi.

__ADS_1


"Gue sih gak khawatirin itu bang, yang gue peduliin tuh gimana si Boris yang salah paham...Gue yakin tuh bocah bakalan pergi, tambah ribet ntar urusan kita ma Airin"


Tujuan utama Aldo adalah agar Boris bisa diterima oleh keluarganya terutama sang nenek nantinya, anggaplah ini satu-satunya jalan pintas untuk Boris agar anak itu mempunyai percepatan dalam roda perekonominya. Toh Boris memang memiliki kemampuan yang mumpuni dalam bidangnya, dan dia memang layak untuk itu. Terbukti dalam nilai yang diperolehnya selama pemuda tersebut menjadi penerima beasiswa tetap di kampus milik keduanya Universitas Sriwijaya.


Jadi cara yang digunakannya ini tidak bisa dianggap salah kan?


Sementara itu Boris telah memantapkan hatinya untuk mengikuti program internship yang telah diselenggarakan oleh pihak kampus dan TRUST Corp setetah tiga hari dirinya bergelut dengan pikirannya sendiri. Dia berjanji pada dirinya sendiri untuk berpikir lebih objektif lagi, baik Airin maupun kedua kakak kembarnya yang terkenal posesif dan menyeramkan itu tidak akan menjadi rintangan dalam hal ini. Apalagi setelah sang nenek merestui keputusan cucu satu-satunya itu.


"Bismillah..." Ucapnya, lalu menekan tombol enter pada keyboard komputer perpustakaan kampus. Hari ini Boris mengirimkan CV dan dokumen lain yang diminta oleh pihak TRUST Corp melalui komputer yang ada di kampusnya, dan berharap agar dia lulus seleksi pertama penerimaan karyawan magang disana.


Kriiikkk...kriikkkk...


"Wah pesenan ciloknya banyak banget ini...!"


.


.


.


Happy halu manteman

__ADS_1


__ADS_2