
" Huft...Gadis itu lagi... " Boris menghembuskan napasnya kasar, dia baru saja keluar dari kampus saat gadis berseragam SMA elite itu melambaikan tangan ke arahnya.
Semenjak Boris menolong nya belum lama ini, gadis itu terus saja menghampiri nya setiap kali ada kesempatan. Alasannya bisa apa saja, terkadang memintanya untuk membantu mengerjakan PR, minta ditemani makan siang, mencari buku ke toko buku dan masih banyak lagi. Bukan apa-apa, terkadang jika kebetulan ada Paula Boris merasa risih, karena gadis yang memang cantik itu seperti menabuh genderang perang padanya.
Seperti yang terjadi saat ini, saat Boris membalas lambaian tangannya, tiba-tiba saja Paula datang dari arah samping kirinya dan berusaha untuk merangkul nya tetapi gagal karena teriakan gadis itu.
"Kak!! Lari cepetan!!! Ada anjing galak!! "
Boris yang memang takut sama binatang menggonggong itu langsung lari tanpa sempat mencerna ucapan Airin.
"Astaghfirullah...!! pait... pait... pait!!!
Airin pun tertawa terbahak-bahak, bukan karena tingkah Boris yang mengoceh sambil berlari ketakutan, tetapi karena reaksi yang didapat dari nenek lampir genit itu. Paula kesal bukan main, dia menghentakkan kakinya lalu mengacak rambutnya sambil memaki-maki Airin.
"Weeee... " Cibir Airin sambil menjulurkan lidahnya.
"Ya Ampun ai!! Bikin jantung kak Boris copot kalo gitu caranya...! Boris kesal, jantung nya masih berdebar saking kagetnya, napasnya ngos-ngosan akibat lari dengan kecepatan ekstra!
" Daripada batal itu wudhu nya... ye kan?? " Kolah Airin, sambil menggerakkan bibir nya ke arah belakang Boris agar pria tampan itu bisa sama-sama menikmati pemandangan seru disana.
"Keluar dari kandang srigala, masuk ke kandang macan kalo gini caranya mah.. " Keluh Boris, sambil mengusap dadanya.
"Tapi macan nya cantik kan kak??? " Airin memainkan alisnya, lalu tertawa kembali.
"Kali ini kamu mau apa coba dateng kesini?? Kak Boris gak ada waktu buat nganter loh... ini mau langsung ke tempat magang... " Boris menyipitkan matanya, curiga dengan alasan aneh yang selalu saja diutarakan gadis nekat ini.
"Mmmm... mau nganter kak Boris kesana, kan searah... " Airin mempertontonkan deretan gigi putih nya, lalu bermaksud untuk membuka pintu mobil mewahnya, tetapi Boris menolaknya.
"Makasih Ai, tapi kak Boris naik bus aja ya... " Boris sungkan, mobil semewah itu rasanya kurang pantas untuk dinaiki olehnya. Apa kata orang-orang nanti pikirnya.
Airin tertunduk kecewa, selama hidup nya gadis itu belum pernah bisa menerima penolakan. Bukan karena sering dimanjakan oleh kedua kakak kembarnya, tetapi lebih karena dirinya tahu batasan-batasan. Airin hampir tidak pernah meminta hal yang tidak mungkin bisa diberikan oleh orang lain untuk nya.
__ADS_1
"Loh... loh... " Seperti sudah tahu bencana apa yang akan terjadi selanjutnya, Boris terpaksa mengikuti kemauan gadis itu untuk menaiki mobil sedan mewah yang sekarang berganti model itu. Terpaksa dirinya mengalah daripada peristiwa di halte bus itu terulang kembali pikirnya.
"Oke deh, tapi buat hari ini aja ya... besok-besok engga loh... janji?? " Boris pun mengacungkan kedua jarinya, lalu menaiki kendaraan mewah tersebut.
Wajah Airin yang tadinya murung, seketika menjadi sumringah! Airin senang bukan main karena akhirnya Boris mau ikut bersama nya menuju tempat magangnya. Airin pun menyusul Boris menaiki kendaraan nya setelah gadis itu membalas acungan kedua jari Boris.
Pemandangan itu sontak memicu kemarahan Paula yang sedari tadi masih berdiri ditempatnya bersama dengan dua orang sahabatnya.
"Najis! Ternyata polos cuma luarnya aja!" Ucapnya asal, dia mengambil kesimpulan bahwa Boris tak lain hanyalah pemuda yang memasang tampang polos tapi aslinya tidak! Dia menilai Boris tak lebih dari seorang pria murahan!
"Liat aja, gue bakal bikin perhitungan sama kalian! " Ancam Paula, lalu mengajak kedua sahabatnya untuk pergi.
.
.
"Lo gak serius kan La? " Sinta salah satu sahabat Paula tidak percaya dengan rencana yang dibuat oleh sahabatnya itu, tidak mungkin Boris mau pergi ke tempat seperti itu pikirnya.
"Kalo si Robby mau, kalo engga gimana? Lo tau dia kan? dia gak pernah maksa si Boris" Novi gadis cantik berambut bergelombang panjang berwarna coklat itu melipat kedua tangan nya di dada, dirinya tahu betul bagaimana hormat nya Robby pada Boris. Pemuda tampan yang selalu mengincarnya itu sangat menghargai sahabatnya tersebut.
"Itu tugas lo Vi, dia kan naksir lo udah lama... " Paula menjawab, tetapi tidak mendapatkan respon baik dari gadis itu.
"Iihh... ogah! Gue gak suka deket-deket sama cowok sok kegantengan itu! " Novi bergidik, mengingat perilaku playboy pria yang menurutnya norak itu.
"Ya elah... cuman buat kali ini aja Vi... please... demi gue... " Paula memohon, kali ini dia benar-benar membutuhkan pertolongan sahabatnya itu.
"Ntar gue ajak lo berdua liburan ke Bali deh... seminggu... gimans?? "
.
.
__ADS_1
Boris mulai terlihat gelisah di tengah perjalanan menuju TRUST Corp, selain karena macet, pemuda itu tidak terbiasa dengan bau wangi parfum mobil. Sejak tadi Boris merasakan pusing dikepalanya, rasanya sesuatu didalam perut nya memaksa untuk keluar! Sekuat tenaga Boris menahannya, dia tidak mau mengotori kursi mobil mewah itu.
"Kak.. kok kak Boris pucet mukanya...?" Airin tampak khawatir melihat wajah pujaan hatinya yang pucat saat ini.
"Gak apa-apa kok Ai... " Boris berusaha menahan diri dengan senyum yang dipaksakan.
Mendengar percakapan keduanya, mang Asep langsung mematikan AC mobil lalu menekan tombol untuk membuka jendela-jendela mobilnya. Dia tahu betul apa yang sedang dialami oleh Boris saat ini, sepertinya pemuda culun itu mengalami mabuk kendaraan.
"Katro... " Batinnya.
Sejenak kemudian Boris tak lagi mendengar ucapan Airin, dia hanya fokus pada perut dan kepalanya yang semakin bertingkah! Bukannya merasa lebih baik setelah sang sopir mematikan AC dan membuka semua jendela, pusing dan mual yang dialami Boris malah semakin parah! Asap knalpot dari kendaraan yang terciun dari luar sana malah memperparah keadaan Boris saat ini.
"Kuat Ris... kuat.... Lo kuat Ris... Lo pasti bisa nahan... " Batinnya, sambil berusaha untuk mengontrol napasnya dan menutup matanya.
"Ya Alloh.... cepetan sampe kek... teu kuat gustiiii.... " Keluhnya dalam hati.
Tak lama kemudian mobil yang mereka naiki pun sampai di tujuan, tanpa aba-aba, secepat kilat Boris membuka pintu mobil lalu berlari sekuat tenaga memasuki gedung megah itu, menuju toilet! Boris bahkan tak lagi bisa menghiraukan panggilan Airin apalagi sapaan orang-orang yang mengenalnya disana.
Hoek!!!!
.
.
.
Happy halu manteman
Mohon dimaafkan othor absen kemarin 😇😇😇
And thanks buat dukungan nya di part ini 😘😘😘
__ADS_1