
"Mang Asep, malam ini kita ke Cempaka.. " Pinta Airin, setelah gadis itu menerima panggilan telepon dari seseorang.
"Baik non" Jawab mang Asep patuh, lalu mengarahkan mobilnya ke kediaman sang majikan.
Andai saja sang pengawal pribadi tahu jika kedatangan mereka ke tempat ini hanya akan menjadi malapetaka bagi majikan kecilnya, dia pasti akan menolak permintaannya. Dan andaikan pria sedingin es itu bisa mengembalikan waktu, dia lebih baik menerima amukan majikan kecilnya karena tidak menyanggupi permintaannya. Dia merasa gagal melindungi malaikat kecil itu malam ini.
Sesampainya di Cempaka, mang Asep mengikuti nona kecilnya memasuki ruangan dimana pesta ulang tahun yang entah siapa diselenggarakan, setahunya dia tidak menerima pemberitahuan dari sang asisten rumah tangga perihal undangan ini. Disana sudah hadir dua orang pemuda yang sering kali dia temui, dan seorang wanita yang telah lama dia selidiki.
"Rupanya begitu... " Batinnya.
Ingin rasanya mang Asep mengambil minuman yang diambil oleh Airin saat itu, dan andai dia tahu apa isi minuman tersebut sudah pasti dia membuangnya. Tetapi peristiwa mengerikan itu terjadi begitu cepat! Airin tiba-tiba oleng tak lama setelah gadis itu menenggak habis minuman yang belakangan dia ketahui di tujukan untuk Boris.
Beruntung kedua pemuda itu mengambil langkah cepat untuk membawa Airin ke rumah sakit, sementara dia membuat perhitungan dengan wanita kurang ajar ini. Mang Asep membawa Paula ke rumahnya, dia ingin sekali memberikan pelajaran kepada wanita ****** ini dengan keluarga nya sekaligus!
"Kemana lo bawa gue!! Lepasin gue brengsek!!! ato gue lapor polisi!! " Teriak Paula, tetapi pria kaku ini tidak bergeming sama sekali. Bahkan teman-teman nya pun tidak ada yang berani menolong nya meski dia telah berteriak dan memberontak, mereka terlihat begitu takut.
Paula berusaha untuk memukul, mencakar bahkan menjambak rambut pria bertubuh atletis ini, tetapi sekeras apapun dia berusaha tetap tidak berpengaruh apapaun terhadapnya, pria mengerikan itu malah melemparkan nya kedalam mobil! Lalu membawanya pergi dengan kecepatan penuh.
Ckiiitttt!!!
__ADS_1
" Hah bagus! Lo bawa gue kesini... Kita liat siapa yang bakalan kena hajar malam ini " Ucapnya lega, setelah dia tahu tujuan akhir nya ternyata kediaman kedua orang tuanya.
Entah bodoh atau memang tolol pria yang telah membawanya kemari, bukankah itu sama saja dengan bunuh diri?? Apa dia tidak tahu siapa orang tuanya itu?? pikirnya.
Brak!!
Mang Asep membuka pintu masuk rumah itu sekali tendang, disana terdapat beberapa orang penjaga dan dua orang mahluk setengah baya juga beberapa orang yang diyakini adalah saudara wanita gila ini. Kedua pengawal itu langsung menyerang dirinya, tetapi meski salah satu tangannya masih memegang tangan Paula, pria itu bisa dengan mudah mengalahkan keduanya.
"Hei...Ada apa ini??!! " Pekik pria setengah baya itu, setelah dia menyaksikan anak gadisnya di dorong paksa oleh seseorang yang baru dia saja sadari merupakan orang yang dia kenal dan cukup ditakuti.
"Pak... Pak Asep... Ada apa ini?? " Suaranya memelan dan mulai terlihat gugup, dia juga meminta semua orang disana untuk tenang.
"Ayah!! Kenapa ayah suruh semuanya buat diam?? perintahkan mereka untuk menghajar dia ayah!! dia udah berani ngelecehin aku!! " Paula meronta, mencoba untuk membuat semua orang disana untuk mempercayai ucapannya. Tetapi semua orang diam, malah terlihat takut.
" Sepertinya sudah telat, dan sebelum kedua majikan saya menyadari apa yang terjadi kepada adik kesayangannya, lebih baik anda meninggalkan negara ini segera! " Mang Asep menatap satu persatu orang disana dengan mata elang nya, dan tidak ada satupun dari mereka yang berani menatapnya kembali.
"Dan berdoalah agar tidak nona Airin membuka matanya malam ini juga! " Lanjutnya, lalu meninggalkan ruangan itu secepatnya. Mang Asep harus sesegera mungkin sampai di rumah sakit untuk melihat keadaan nona kecilnya.
Sesampainya di pelataran rumah sakit, mang Asep memarkirkan mobilnya, lalu berlari secepatnya menuju dimana Airin berada, dia juga berdoa agar kedua majikan besarnya tidak ada disana saat ini. Karena jika mereka sampai mengetahuinya, maka sudah dipastikan hal buruk akan terjadi kepada dirinya, terlebih kepada Paula juga keluarga nya.
__ADS_1
"Disini mang! " Seorang pemuda yang sering dia temui di TRUST Corp memanggilnya, Robby meminta mang Asep untuk memasuki sebuah ruangan.
"Airin udah stabil, dokter langsung menanganinya tadi.. " Lanjutnya.
Dilihatnya gadis itu tengah terbaring lemah saat ini, dengan seorang pemuda yang tengah khusyuk berdoa disamping nya.
"Apa mereka sudah tahu? " Mang Asep bertanya kepada Robby, dan berharap jawaban lain darinya.
"Mereka masih dalam pertemuan penting, ayahku ada bersama dengan mereka... " Robby menepuk pundak pria kutub utara itu, sementara dia hanya mengehela napasnya panjang.
Dddrrrtttt.....
.
.
.
Happy halu manteman
__ADS_1
Happy weekend yaaa..
Thanks buat support nya di part ini😘