DIKEJAR ANAK MAFIA

DIKEJAR ANAK MAFIA
Part 56


__ADS_3

"Maksud mang Asep apa? saya gak ngerti mang.. " Boris mengerutkan keningnya, setahunya pria dingin di hadapan nya ini tak pernah melepaskan perhatian dan pandangan nya dari Airin. Lalu kenapa pagi ini dia sudah mencari gadia itu kerumah nya? Memangnya dimana Airin? pikirnya.


"Semalam nona Airin kabur dari rumah.. " Ucapnya, kali ini perkataan nya lebih dimengerti oleh Boris. Buktinya pemuda yang tidak polos-polos amat menurut mang Asep itu langsung terkejut.


Pagi ini setelah mang Asep tidak berhasil mencari keberadaan nona kecilnya di sekolah, dia memutuskan untuk pergi ke rumah Boris. Kebetulan saja pemuda itu belum berangkat kuliah.


"Kok bisa???! Terus dimana sekarang dia?? apa mungkin ada di Villa almarhum bang Alda?? atau.... " Ucapan Boris terhenti, dengan reflek dia menutup mulutnya sendiri ketika mang Asep menatapnya tajam. Sepertinya pria menakutkan itu menuntut sebuah penjelasan darinya, "Mampus gue keceplosan! " Batinnya.


"Sejak kapan kamu ingat?! " Mang Asep semakin mempertajam sorotan matanya, ketololan apa lagi ini pikirnya. Jadi selama ini Boris sebenarnya sudah sembuh dari amnesia nya! Lalu mengapa membiarkan nona kecilnya tetap berpikir jika pemuda tolol di hadapan nya ini masih belum sembuh dari sakitnya itu? Apa tujuannya? Apa dia bermaksud mempermainkan perasaan nona kecil kesayangannya? Sepertinya kesabaran mang Asep mulai hilang saat ini.


"Jawab! " Lanjut nya, mulai mengintimidasi.


"Anu... itu mang, sejak... " Boris melangkah mundur hingga punggung nya membentur dinding, pria menakutkan di hadapan nya ini seakan akan melahap nya saat ini.


"Boris! Nona Airin bertengkar semalam dengan tuan Aldi dan Aldo gara-gara kamu! Dan dengan tololnya kamu selama ini merahasiakan semua ini dari nona?? Mereka memang benar! Manusia tolol macam kamu tak pantas untuk nona Airin! " Hampir saja mang Asep menghajar Boris, jika saja dia tidak menghargai kehadiran mak Oneng disana, mungkin saja nyawa Boris sudah terancam saat ini.


"Ma... maafkan saya... " Ucap Boris terbata, seketika rasa bersalah memenuhi hati dan pikiran nya.


"Saya tidak butuh maaf kamu! Kalau sesuatu terjadi kepada nona Airin, saya tidak akan pernah memaafkan kamu! " Mang Asep mendorong tubuh Boris, lalu meninggalkan pelataran rumah sederhana itu. Meski dirinya tidak tega melihat mak Oneng yang ketakutan, tetapi bukan tidak mungkin dia akan menghabisi keduanya jika hal buruk sampai terjadi pada Airin.

__ADS_1


"Astaghfirullah... Ai, maafin kakak... " Batin Boris.


Pemuda itu mengusap wajahnya beberapa kali, dan mengambil tas kuliah nya di kamar, lalu pamit pergi kepada sang nenek tanpa menjawab pertanyaan wanita tua itu. Tetapi Boris berjanji akan menceritakan semuanya setelah dia berhasil menemukan Airin.


"Gue bilang juga apa! Kalo udah kayak gini ribet sendiri kan lu! " Kesal Robby, sudah berkali-kali dia mengingatkan sahabat nya itu untuk mengatakan hal yang sebenarnya kepada Airin, tetapi dia tetap dengan pendirian nya.


"Jangan sampe lo ketemu sama dua kakak gila nya Ris! Bisa mati lu... " Lanjut nya, sambil memutar kemudi mobilnya. Segera setelah menerima kabar dari Aldi dan Aldo, dirinya memutuskan untuk pergi ke rumah sahabatnya itu. Beruntung dia berpapasan dengan Boris ketika pemuda itu sedang berlari ke halte bus.


"Iye... gue tau gue salah... Sekarang gimana caranya biar Airin cepet ketemu, gue khawatir By... " Boris menghela napasnya kasar, jujur dirinya masih bingung harus mulai dari mana mencari keberadaan gadis cantik itu.


"Kalo itu lo gak udah khawatir, palingan Airin ngumpet di salah satu apartemen atau villa milik keluarga nya.. "


"Kayaknya engga sih By, kalo mah Asep sampe nyari ke rumah... itu artinya Airin gak ada dimana pun di tempat-tempat itu... " Boris menoleh ke arah samping jendela. Entah mengapa dia tiba-tiba begitu tertarik dengan sebuah rumah bertingkat yang dikelilingi oleh pagar besi berwarna hitam yang menjulang tinggi disana. Tetapi dia kembali mengarahkan pandangannya ke depan jalan.


Boris menggelengkan kepalanya dia tidak berani menerka kemungkinan dimana Airin berada, yang ada di benaknya saat ini hanya rasa bersalah bercampur khawatir yang semakin besar terhadap gadis itu. Dia cukup tahu bagaimana nekat nya Airin, gadis itu bisa berada dimana saja saat ini! Dia bahkan seringkali tidak memikirkan dahulu apa resiko dari tindakan nekat nya itu.


Tak lama setelah mobil yang membawa Boris berlalu, seorang gadis yang masih memakai piyama tidurnya membuka pintu gerbang besi berwarna hitam menjulang tinggi untuk mengambil pesanan yang diantarkan oleh seorang kurir ojol.


"Hoaaaammm.... makasih ya kak" Ucap Airin, lalu mengambil bungkusan nya setelah memberikan sejumlah uang, dan menutup kembali pintu besi itu.

__ADS_1


Hari pertama hidup sendiri lumayan juga pikirnya, dia masih harus membiasakan diri untuk melakukan semuanya sendiri. Dari mulai bangun pagi sendiri, membereskan tempat tidurnya sendiri, dan mencari makan sendiri. Semalam dia sudah membagi uangnya menjadi beberapa bagian sesuai dengan kebutuhan nya, dia harus pintar-pintar menggunakan uangnya agar tidak sampai kehabisan.


Airin berpikir dirinya tidak boleh menggunakan kartu kredit ataupun debitnya agar tetap aman, karena jika sampai dia menggunakan uang plastik itu, maka jejaknya akan terbongkar! dan kemungkinan mereka akan melacak keberadaan nya sangatlah besar.


"Hhmmm... sarapan pagi pertama di kosan tercinta... nasi uduk telor balado... nyammmm" Airin membuka bungkusan nya, ini pertama kalinya dia sarapan nasi uduk. Biasanya dia hanya akan memakan egg sandwich dan susu hangat atau cereal dengan buah buatan bu Syamsul.


"Tuhaaannn... kalo tau seenak ini, udah dari dulu makan nasi uduk kayak gini... " Ucap Airin dengan mulut dipenuhi makanan khas betawi itu.


Suapan demi suapan Airin nikmati, tanpa memperdulikan perutnya yang sudah mulai bertingkah. Pertama kali memakan sambal sepedas itu pada pagi hari, tentu saja akan berakibat buruk pada organ pencernaan nya itu.


"Uuhhh... panas gini yah perutnya... sssshhh... "


.


.


.


Happy halu manteman

__ADS_1


Satu episode buat temenin bobok 😘😘😘


Thanks ya buat dukungan nya di part iniπŸ˜πŸ™


__ADS_2