
Dan disini lah Airin sekarang, memandangi sang pujaan hati dengan penuh kekaguman melalui layar laptop yang tersambung dengan CCTV dimana Boris bekerja setelah menerima penjelasan dari kedua kakaknya.
Butuh waktu yang lama bagi gadis itu untuk meyakini semua perkataan keduanya, karena memang sifat Airin yang sulit untuk bisa percaya itu. Ada banyak pertanyaan yang harus dijawab oleh Aldo dan Aldi, ada banyak keraguan yang juga harus diyakinkan oleh keduanya kepada Airin. Hingga pada akhirnya Airin mau menerima penjelasan serta ide dari Aldo, toh ini demi kebaikan Airin juga.
"Udah sih dek, dipandangin terus juga percuma kalo kamu gak ngomong sama dia... dia gak bakalan tau kalo kamu suka sama dia" Aldo mengacak rambut sang adik yang tengah fokus memandangi layar laptop miliknya.
"Aku gak tau gimana cara ngomong nya bang, lagi dia kan lagi marah sama aku... Benci kali dia makanya udah gak mau ketemu sama aku lagi " Ucap Airin dengan bibir yang mirip bebek, kedua tangan gadis itu dipakai sebagai tumpuan bagi dagunya. Harus dengan cara apalagi dia bisa meyakinkan Boris kalau dirinya benar-benar menyesali ucapannya waktu itu pikir Airin.
"Ya ngomong lah sama dia, bilang terus terang gitu... kalo kamu nyesel terus ungkapin deh perasaan kamu sama dia" Aldi tersenyum, menurut nya sang adik sangat lucu saat ini. Tetapi bersamaan dengan itu dia merasakan sakit dihatinya, sang adik tengah mencintai seseorang yang belum tentu atau bahkan tidak memiliki perasaan yang sama untuknya.
" Mudah-mudahan cintamu gak bertepuk sebelah tangan dek" Batin Aldo.
"Apa perlu abang yang atur pertemuan kalian... hhmm?? " Sambung Aldi, lalu mendekati sang adik dan duduk dimeja menghadap ke arah gadis itu.
" Jangan..! ntar kak Boris tambah gak suka sama Airin... Abang tau sendiri kan kak Boris kayak gimana...?? " Ucap Airin, masih dengan gaya dan posisi yang sama.
Ucapan Airin ada benar nya juga, Aldi mulai bisa memahami sikap Boris meski dirinya masih belum bisa menerima jika sang adik menyukai pemuda seperti Boris. Meski hidup pas-pasan tapi haram bagi pemuda tengik itu untuk menengadah tangan, dia memilih untuk berjualan cilok untuk menghidupi dirinya dan neneknya itu selama ini.
Tidak mungkin dia menyodorkan sejumlah uang agar pemuda itu mau menerima cinta sang adik, itu sama saja mencoreng martabat Airin sendiri. Lagipula belakangan dia ketahui jika Boris telah mengembalikan uang yang diberikan Airin untuk biaya pengobatan neneknya itu! Sebuah sikap yang terhormat pikirnya.
__ADS_1
"Hei!! Berani-beraninya cewek gatel itu ngerayu kak Boris!!! kurang ajar! ini gak bisa di diemin!! " kesal Airin. Tiba-tiba saja gadis itu berteriak, rupanya Airin melihat ada wanita yang sedang mencoba untuk mendekati Boris lewat layar yang dipandanginya sejak tadi.
" Gue punya ide briliant! " Ucap Aldo tanpa bersuara, tapi tetap masih bisa diterjemahkan oleh Aldi.
.
.
.
Pagi ini Boris tergesa-gesa menuju ruangan kerjanya, dia sengaja datang lebih awal demi menghindari gadis menyeramkan yang sejak awal dia magang di tempat ini selalu saja berusaha untuk menggodanya.
Nadia nama gadis itu, dia selalu menghadang Boris di lobby lalu mengajaknya berbincang dan berjalan bersama, padahal ruangan tempat keduanya bekerja berada di lokasi yang berbeda. Boris di bagian laboratorium mesin, sementara Nadia dibagian administrasi.
Seperti biasa setiap pagi setelah mengabsen dengan sidik jarinya, Boris akan mengganti pakaiannya di ruang loker karyawan khusus karyawan laboratorium mesin. Lalu Boris akan berkumpul bersama dengan teman-teman yang lain untuk menerima breefing pagi dari supervisor nya, setelah itu dia akan melakukan pekerjaannya menjadi asisten bagian design mesin kendaraan roda empat.
TRUST Corp adalah perusahaan yang bergerak dibidang teknik industri, industri yang mereka geluti adalah industri mesin kendaraan bermotor untuk roda dua dan roda empat.
Tempat dimana Boris magang merupakan kantor pusat perusahaan multinasional itu, dimana design dibuat dan laboratorium berada. Sementara pabriknya sendiri berada di beberapa kota yang berbeda di negara ini.
__ADS_1
"Ris, ada yang mau ketemu noh dipintu masuk! " Teriak salah satu pegawai tetap disana, ketika dirinya memasuki ruangan itu.
"Sebentar saya kesana pak! " Jawab Boris, lalu meninggalkan mengambil map berwarna biru untuk menemui orang tersebut. Boris mengira orang yang ingin bertemu dengannya adalah orang yang akan mengambil berkas yang dia siapkan sebelumnya atas permintaan supervisor nya pagi ini.
"Hai Ris, sorry ganggu kerjaan lo... abisnya gue gak ketemu lo pagi ini..." Sapa Diana, sambil mencoba untuk meraih tangan Boris tetapi gagal seperti biasa.
" Ini buat lo... gue bikin sendiri loh..." Lanjutnya, menyerahkan bingkisan yang telah dia siapkan sejak semalam.
" Ehh.. gak perlu repot-repot loh Di" Jawab Boris, lalu dengan terpaksa menerima pemberian gadis itu lalu meminta ijin untuk melanjutkan pekerjaannya kembali.
"Dimakan ya... aku bikinnya khusus buat kamu" Diana kembali mencoba untuk menyentuh Boris, kali ini gadis itu berhasil mengelus pundak dan menyentuh rahang pemuda itu.
Boris tidak bisa menghindar dari tangan gatal Diana seperti biasanya, karena ditangannya kini selain ada berkas yang tadi dia ambil juga ada satu kotak besar bingkisan makanan pemberian wanita itu.
" Batal deh wudhu gue... " Batin Boris.
.
.
__ADS_1
.
Happy halu manteman