Dikejar Cinta Pak Polisi

Dikejar Cinta Pak Polisi
Malam Pertama


__ADS_3

Ezza dan Sonya membawa koper menuju kamar yang telah dipesan. Tangan mereka saling bergandengan dan terukir senyum di masing-masing bibir keduanya. Keduanya merasa bahagia dan berdebar. Walaupun bukan pengalaman pertama untuk berdua dengan wanita di dalam kamar, namun bagi Ezza kali ini sangat berbeda. Ia berada di kamar dengan wanita yang Ia cintai. Sangat berbeda saat dengan Selly, Ia bahkan tidak menyentuh Selly sejengkalpun saat berdua dalam kamar. Sonya juga tak kalah berdebar, Ia hanya membayangkan apa yang nantinya akan terjadi pada mereka sudah membuatnya bersemu merah.


Keduanya melangkah bersama hingga sampai di depan pintu kamar 945. Ezza membuka kamar dan mempersilakan Sonya masuk terlebih dahulu. Mereka masuk dan meletakkan koper, lalu melihat interior kamar. Nampak hiasan di ranjang berbentuk dua angsa dan bunga mawar membentuk hati.


"Sayang mau makan atau mandi dulu?" Tanya Ezza.


"Emmhh, mandi dulu aja kayaknya. Badanku udah lengket."


"Yaudah kalau gitu aku pesenin makan ya. Biar abis kamu mandi makanannya udah dateng."


"Iya boleh. Emmh, sayang.." Ucapan Sonya terhenti karena sedikit malu.


"Apa?"


"Eeh gak jadi gak jadi."


"Apaan sayang? Aku penasaran." Tanya Ezza sambil melangkah mendekat. Sonya yang malu dengan yang ingin diucapkan berjalan mundur saat melihat Ezza mendekatinya. Sonya sampai di dinding dan tidak bisa berjalan mundur lagi. Ezza masih terus mendekat.


"Enggak sayang, aku lupa tadi mau ngomong apa."


"Beneran?" Ezza sudah sampai di depan Sonya dengan jarak beberapa inchi. Membuat Sonya sangat berdebar.


"Iya beneran. Aku tiba-tiba lupa."


Ezza mendekatkan wajahnya membuat Sonya memejamkan mata.


"Mau bilang apa tadi? Aku tau kamu gak lupa."


Sonya benar-benar memerah dibuatnya. Dengan jarak yang sangat dekat membuat Sonya tidak mampu berkata-kata.


"Emhh, tadi cuma mau godain sayang."


"Godain gimana?" Ezza mengernyitkan dahi.


"Mau ajakin mandi bareng. Bercandaan aja, tapi aku malu bilangnya." Jawab Sonya sambil menahan malu.


Cup.. Ci*man mendarat di bibir Sonya. Ia kaget nafasnya memburu tak karuan.


"Emmh, aku mau mandi bareng. Tapi emang kamu mau?" Goda Ezza.


"Eehh, aku cuma bercanda kok. Aku mandi sendiri aja, sayang pesen makan dulu." Sonya mencoba menghindar dari Ezza dan menunduk melewatinya. Sonya tak yakin jika tetap bertahan ditempatnya Ia akan terbawa suasana. Padahal Ia sudah menyiapkan kejutan untuk Ezza dengan menggunakan lingerie yang dibawanya untuk malam pertama. Namun usaha Sonya kalah cepat dengan respon Ezza. Ezza memeluk pinggang Sonya membuat Sonya terjebak dalam pelukan Ezza. Mata mereka saling beradu, Sonya berusaha mengatur nafas.


Tangan kiri Ezza masih melingkar di pinggang Sonya. Tangan kanannya membelai rambut Sonya lembut, berlanjut membelai pipi mulus istrinya.


"I love you." Ucap Ezza lembut membuat Sonya terbius. Ezza mendekatkan bibirnya ke arah bibir Sonya yang merona. Sonya memejamkan matanya pasrah dengan sentuhan suaminya. Sonya melingkarkan tangannya ke pinggang Ezza, menikmati ci*man Ezza yang masih terasa kaku. Keduanya beradu hingga dirasa Sonya kehabisan nafas, Ezza melepaskan pagutannya dan mengelap bibir tipis Sonya dengan ibu jarinya.


"Gak jadi mandi?" Tanya Ezza.


"Jadi." Jawab Sonya malu karena tubuhnya terasa kaku setelah ci*man barusan.


"Mau mandi bareng beneran?"


"Eemmhh, enggak enggak. Aku sendiri aja." Sonya segera lari ke kamar mandi dengan cepat dan lupa membawa baju ganti yang masih ada di dalam koper.


Sonya selesai mandi dan berniat untuk keluar kamar mandi. Ia baru ingat bahwa tadi lupa membawa baju ganti. Sonya terpaksa meminta bantuan Ezza untuk mengambilkan pakaian di dalam kopernya.


"Sayang.." Panggil Sonya sambil mengeluarkan kepalanya sedangkan badannya dibalik pintu tertutup handuk.


"Apa?"


"Tolong ambilin baju di koper."


"Tunggu."


Ezza mengambilkan beberapa helai pakaian di koper. Ezza menghampiri Sonya sambil senyum-senyum.


"Mau godain aku ya?" Tanya Ezza senyum-senyum.


"Iiih enggak. Aku lupa beneran sayang. Mana bajunya?" Rengek Sonya manja.


Ezza memberikan pakaian yang diambilnya pada Sonya. Untung saja linger*e yang dibawa Sonya Ia sembunyikan di tumpukan bagian bawah untuk menghindari terlihat saat Ia sedang membuka koper.


Sonya akhirnya keluar kamar mandi dengan kondisi yang segar. Ditambah sudah ada makanan yang tersedia.


"Sayang mau mandi dulu?" Tanya Sonya pada Ezza yang sedang menaruh makanan yang baru saja datang.


"Iya. Kalau kamu sudah laper, makan dulu aja gak papa." Jawab Ezza dan berlalu menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Sonya memilih menunggu Ezza untuk makan. Rasanya lebih enak jika makan bersama daripada harus seorang diri.


Ezza keluar kamar mandi dengan bertel*nj*ng dada. Ia hanya menggunakan celana pendek ditambah dengan rambut yang masih basah. Sonya menjadi tersipu melihat badan lelaki yang baru saja sah menjadi suaminya. Ezza nampak rajin berolahraga, Ia memiliki badan yang terawat. Dada yang bidang dan perut yang rata.


"Pake baju dulu sayang, terus makan." Ucap Sonya sambil mencuri pandang.

__ADS_1


"Iya, tadi lupa gak bawa kaos ke kamar mandi." Ezza mengenakan kaos, lalu kedua pasangan tersebut menikmati makan malamnya sambil bercengkerama.


***


Iqbal tersenyum-senyum sendiri dalam mobil saat perjalanan pulang. Bagaimana tidak, Ia merasa hari ini sungguh hari yang indah dan tidak terduga.


Semua berawal dari perbincangannya beberapa hari lalu dengan Mela saat mereka makan ramen bersama. Ia bingung dengan pasangan yang diajak ke acara pernikahan Sonya. Begitupun Mela, Ia juga bingung karena pasti sahabat-sahabatnya membawa pacarnya masing-masing.


Akhirnya Iqbal menawarkan diri untuk berangkat bersama. Bak gayung bersambut, Mela tidak keberatan. Ia juga setuju untuk Iqbal menjemputnya di rumah.


#Flashback On..


Iqbal dalam perjalanan menuju rumah Mela yang sudah dikirimkan lewat pesan singkat. Tanpa perlu waktu lama, Iqbal berhasil menemukan rumah Mela.


Iqbal turun dari mobil dan merapikan penampilannya. Lalu menekan bel rumah bergaya modern tersebut. Pintu terbuka, mama Mela membukakan pagar dan mempersilakan Iqbal masuk.


"Tunggu dulu ya. Melanya masih siap-siap." Ucap Mama Mela.


"Iya gak papa tante."


"Nak Iqbal mau minum apa?"


"Gak usah repot-repot tante."


Mama Mela duduk menemani Iqbal di ruang tamu untuk berbincang sembari menunggu Mela bersiap-siap.


"Nak Iqbal apa kabar? Maaf tante waktu itu belum sempat berterima kasih dengan baik untuk semua bantuan nak Iqbal pada Mela."


"Iqbal sehat tante. Iya sama-sama tante. Saya juga senang membantu Mela." Jawab Iqbal.


"Saya harap nak Iqbal bisa terus menemani dan menjaga Mela." Harap Mama Mela.


"Maksudnya tante?" Iqbal salah tingkah.


"Enggak papa. Tante cuma berharap aja Nak Iqbal bisa dekat dengan Mela. Tapi tante juga paham pasti banyak wanita yang mengejar nak Iqbal."


"Saya juga sangat berharap untuk Mela membuka hati buat saya tante." Jawab Iqbal mantap.


Mama Mela tersenyum tulus.


"Semoga Mela bisa segera membuka hatinya. Nak Iqbal lelaki yang baik."


"Iya tante." Iqbal tersenyum.


"Kamu cantik banget Mel kalau dandan." Puji Iqbal.


"Biasanya gak cantik emang kak?"


"Biasanya juga cantik. Cuma kan yang sering aku liat kamu dandan casual. Kalau pas feminin gini, bikin pangling."


"Gombal gini jangan-jangan ada maunya ya?"


"Mau apa emang? Aku tulus loh mujinya. Kamu beneran cantik."


"Ya kirain mau apa gitu. Mungkin traktir makan atau ngopi."


"Ngopi? Boleh juga tuh. Kapan-kapan kita ngopi bareng, gimana?" Ajak Iqbal yang disetujui dengan anggukan dari Mela. Iqbal kembali fokus mengemudi.


"Mela.." Panggil Iqbal membuyarkan keheningan.


"Hmm.."


"Kamu nyaman gak deket sama aku?" Tanya Iqbal tiba-tiba.


Mela menghela nafas dan nampak berfikir menata kata-kata yang akan keluar dari bibirnya.


"Mela nyaman. Kakak orang yang baik, dewasa, peduli dengan sesama dan pastinya membawa dampak positif buat Mela."


"Kalau hati kamu gimana Mel? Apa aku gak ada sedikitpun di hati kamu?" Mela menoleh ke arah Iqbal. Raut wajahnya ragu ingin menjawab takut melukai perasaan Iqbal.


"Gak papa jawab aja. Aku gak bakal sakit hati kok. Justru dengan tau isi hati kamu, aku bisa tau langkah apa yang bisa aku ambil ke depannya." Jelas Iqbal bijak.


"Mela nyaman dekat sama kakak. Mungkin kakak sudah ada dalam hati Mela. Tapi.." Mela menunduk menata kata-katanya.


"Tapi apa?"


"Tapi Mela gak yakin dengan ini semua kak."


"Kalau aku nunggu kamu sampai yakin, apa boleh?" Tanya Iqbal.


"Aku takut kalau hanya jadiin kakak pelampiasan. Kakak tau sendiri hubungan aku dan Vico bagaimana. Aku takut nantinya hanya jadiin kakak pengganti Vico." Jelas Mela jujur.


"Kalau aku rela dianggap seperti itu asal bisa dekat dengan kamu, bagaimana?"

__ADS_1


Mela menatap ke arah Iqbal. Iqbal menatap Mela sejenak dan kembali menatap ke depan untuk mengemudi.


"Kakak yakin?"


"Mela, aku juga gak tau sejak kapan mulai suka sama kamu. Tapi yang aku tau, aku hanya ingin jagain kamu, ngehibur kamu dan gak ingin liat kamu sedih."


"Kak Iqbal." Ucap Mela dengan kabut di matanya. Ia menahan kuat agar tidak meneteskan air mata.


"Kenapa?"


"Jangan bilang gitu, nanti make up Mela luntur." Ucap Mela sambil menahan air mata dan tertawa. Iqbal ikut tertawa melihat tingkah Mela.


"Makasih ya kak atas semuanya. Mela senang di dekat kakak, Mela juga nyaman. Tapi Mela butuh waktu untuk semua ini." Sambung Mela.


"Iya, aku tau kamu sangat butuh waktu. Hanya satu hal yang perlu kamu tau, jangan pernah kamu tahan kesedihan kamu di depan aku. Aku selalu siap untuk menghibur kamu disaat kamu sedih." Iqbal tersenyum menatap Mela dan dibalas senyuman juga dengan Mela.


"Iiissh, cantik banget sih." Ucap Iqbal gemas membuat Mela malu.


Keduanya sampai di acara nikahan Sonya dan turun bersama. Saat berjalan bersama mereka bertemu dengan teman Iqbal.


"Hai bro. Baru dateng?" Sapa teman Iqbal.


"Iya nih. Lu mau kemana?"


"Mau balik, anak gue ngantuk rewel. Jadi mesti balik dulu. Lu sama siapa kesini?"


"Emmh, sama ini.." Iqbal nampak bingung mengenalkan Mela.


"Halo, aku pacarnya Iqbal." Sapa Mela memperkenalkan diri. Iqbal kaget tapi mencoba tenang.


"Ooh iya halo." Sapa teman Iqbal.


"Yaudah, gue duluan ya kalau gitu bro. Bye."


"Bye." Jawab Iqbal.


"Mela, kamu gak papa?"


"Gak papa, emang mau kenapa?"


"Iya enggak, kamu tadi kan bilang kalau kamu pacar aku."


"Abisnya keliatan banget kakak tadi kayak bingung mau jawab. Ya Mela jawabin aja. Emang takut banget dibilang bujang lapuk ya kak?" Goda Mela.


"Enggak gitu. Cuma dia tuh yang sering jodoh-jodohin aku sama orang yang ujung-ujungnya gak pernah cocok. Kalau dia tau aku masih jomblo pasti bakal dijodohin lagi."


Mela tertawa mendengar penjelasan Iqbal.


"Susah ya jadi bujang lapuk."


"Yeee, aku itu high quality jomblo tau."


"Iya udah terserah kakak deh. Ayo masuk!" Jawab Mela sambil menggandeng tangan Iqbal membuat Iqbal tersipu.


#Flashback Off..


***


Setelah makan Ezza berbaring di tempat tidur. Sonya berinisiatif untuk memakai linger*e yang sudah dibawanya tadi. Sonya bergegas menuju kamar mandi untuk berganti pakaian, tak lupa Ia menyemprotkan parfum dan memakai riasan tipis agar terlihat menarik.


Sonya keluar kamar mandi dengan perasaan berdebar. Ia tidak pernah berpakaian seminim ini di depan lelaki sebelumnya. Namun, Ezza adalah suaminya. Ia harus ingat pesan mamanya bahwa menjadi seorang istri harus melayani suami dengan baik, menjadi pendengar yang baik, dan menjadi pemuas hasrat suami. Semua istri pasti tidak ingin suaminya tergoda wanita lain diluar sana yang lebih berani tampil menggoda diatas ranjang.


Setelah berpikir cukup lama, Sonya memberanikan diri keluar kamar mandi dengan tampilan seksi tersebut. Linger*e warna merah yang sangat kontras dengan kulit putih Sonya tentu membuat mata Ezza terbelalak. Ezza sampai lupa dengan handphone yang awalnya Ia mainkan. Ezza segera meletakkan handphonenya di nakas dan menghampiri Sonya yang benar-benar menggoda di depannya.


Ezza memeluk Sonya dan menggendongnya lalu menidurkannya diatas ranjang hotel. Ezza berada diatas tubuh Sonya dan menci*m bibir Sonya tanpa aba-aba. Sebagai lelaki Ezza tentu tergoda dengan apa yang Sonya tampilkan. Ditambah dengan perasaan cinta dan sayang dihati keduanya, membuat malam pertama mereka lebih bergair*h.


Ezza menci*m bibir Sonya dengan liar. Tangannya mulai membelai bagian leher Sonya hingga dad*nya yang diiringi dengan desah*n dari Sonya. Ezza semakin terangs*ng mendengar desah*n Sonya. Ia mulai membuka linger*e Sonya yang memperlihatkan tubuh indah Sonya. Sonya merasa sangat malu karena pertama kalinya memperlihatkan tubuh pol*snya di depan laki-laki. Ezza mencium kening Sonya menyadari istrinya merasa malu dan takut. Ia membelai Sonya hingga istrinya merasa tenang kembali.


Sonya melayang diperlakukan sangat lembut oleh Ezza. Terlebih setiap sentuhan yang diberikan Ezza juga membuatnya terangs*ng. Kedua pasangan itu saling berpandangan dan kembali berci*man satu sama lain. Kali ini Sonya sudah mulai terbawa suasana. Ia juga melepas kaos dan celana yang digunakan Ezza sehingga keduanya sama-sama berbalut pakaian dal*m. Ezza menyentuh dan membelai bagian sensit*f Sonya, membuat Sonya mendes*h tak karuan.


Keduanya sudah sama-sama telanj*ng bulat. Sonya sedikit ketakutan membayangkan jika bend* milik Ezza dipaksa masuk ke area sensit*fnya.


Sonya mencoba tenang dan menikmati sentuhan Ezza, walaupun Ia cukup takut. Ezza mencoba memasukkan bendanya dan benar saja, hal itu membuat Sonya meringis kesakitan. Ezza mendorongnya hingga Sonya berteriak dan menangis karena merasakan perih tak tertahan. Darah mengalir dan menetes ke sprei. Ezza berusaha menenangkan Sonya dengan membelai pipi dan rambutnya ,serta memberikan kecupan hingga sakit yang dirasa mulai berkurang. Setelah Sonya cukup tenang, Ezza mulai memainkan pinggulnya diiringi desah*n dari Sonya. Sonya memeluk punggung Ezza erat yang membuat Ezza yakin Sonya sudah tidak lagi kesakitan.


Kedua pasangan suami istri tersebut menikmati malam pertama mereka sebagai suami istri. Keduanya berbagi peluh dan kenikmatan. Ezza mencapai puncaknya dan mengerang menumpahkan cairannya ke dalam rah*m Sonya. Ezza merasa lemas dan menindih Sonya sembari menci*mi wajah istrinya dengan kasih sayang.


"Terima kasih sayang sudah menjaga kesucianmu untukku." Ucap Ezza sambil memeluk istri tersayangnya. Sonya mengangguk dan tersenyum tulus. Keduanya tertidur lelap sambil berpelukan didalam selimut tanpa berbalut pakaian. Malam ini adalah malam yang tak terlupakan bagi keduanya.


***


Hallo readers. Author mau ngucapin terima kasih sebesar-besar atas semua dukungan, like dan comment. Maaf belum bisa membalas satu persatu, tapi author selalu membaca semuanya. Mohon dukungannya selalu agar author bisa selalu memberikan cerita yang menarik dan bisa menghibur para readers. Untuk para readers jangan bosan-bosan ya baca novel karya author. Author hanyalah butiran debu tanpa support kalian semua.


Oiya, author juga menulis novel lain yang berjudul "Istriku Influencer". Mohon dukungannya juga untuk karya kedua author. Semoga karya author bisa menghibur para readers selalu. Love love love untuk semua readers.

__ADS_1


Author ❤️


__ADS_2