Dinikahkan Dengan Pria Lumpuh

Dinikahkan Dengan Pria Lumpuh
Kesempatan


__ADS_3

Bugh


Bugh


Bugh


Rayan tidak bisa membalas pukulan bertubi-tubi yang di tunjukan untuk nya dari sang ayah, pria itu sudah terkapar dilantai dengan luka memar diwajahnya.


"Kesalahan apa yang aku perbuat, hingga aku memiliki anak seperti dirimu..!!" Ucap Tuan Roy dengan napas memburu.


Pria itu langsung terbang keindonesiaan setelah mendengar apa yang Ardian katakan, dan tuan Roy tidak menyangka jika putra satu-satunya bisa berbuat keji kepada istrinya.


"Pah, sudah pah." Nyonya Saras memebantu Rayan untuk berdiri, wanita yang melahirkan putranya itu sudah mengeluarkan air mata sejak melihat kondisi Rayan yang sudah pulih, rasa senang tapi digantikan dengan rasa kecewa dan seorang ibu tidak bisa membiarkan anaknya teraniaya, meskipun sudah melakukan kesalahan yang fatal.


Tuan Roy masih menatap nyalang Rayan, pria paruh baya itu tidak habis pikir dengan apa yang dilakukan putranya pada Kalila, wanita yang dia minta dengan baik dari sahabatnya dan wajahnya seperti dilempar kotoran ketika putranya memperlakukan Kalila tidak baik, bahkan Rayan tega menggunakan tangannya untuk menyakiti Kalila.

__ADS_1


"Lebih baik kau segera minta maaf, sebelum mereka memisahkan kau dengan_"


"Tidak perlu minta maaf Mas." Suara Ardian tiba-tiba muncul dari belakang mereka, Rayan yang sejak tadi menunduk dan memegangi bibirnya yang terasa sakit kini mendongak. Matanya menatap wanita yang berdiri di samping pria paruh baya yang juga menatapnya penuh rasa kecewa dan sakit hati.


"Ar, biarkan mereka selesaikan rumah tangga neraka Ar, Kalila pasti memberikan kesempatan kepada Rayan untuk_"


"Tidak perlu Mas." Potong Ardian lagi dengan menatap tuan Roy. "Saya rasa Kalila kesini hanya untuk mengambil barang penting milikinya saja."


Tuan Roy menatap Kalilah yang dirangkul oleh Kania, "Nak, katakan kamu tidak ingin berpisah dengan Ray kan." Tuan Roy menatap Kalila dengan tatapan memohon, dia merasa sedih dan juga merasa bersalah melihat gadis yang sudah dia anggap sebagai putrinya sendiri.


"Maaf Pah." Kalian menunduk, dia tidak tega menatap wajah papa mertuanya.


"Maaf Pah, Kalila bukan budak yang bisa diperlakukan seperti binatang oleh majikannya."


Deg

__ADS_1


Hati Rayan mencolos, sedangkan mereka yang mendengar ucapan Kalila merasa hatinya teriris. Sebegitu dalamkah luka yang Rayan berikan kepada Kalila.


"Kal.." Rayan berkata lirih, menatap Kalila dengan penuh rasa penyesalan.


Kalila tidak menggubris, dia berlalu untuk pergi kekamarnya.


"Kal, tolong dengarkan aku dulu." Rayan mengejar Kalila masuk ke kamar pelayan.


"Mas lihat, dia tega membiarkan Kalila tidur di kamar pelayan." Ardian menatap tuan Roy penuh kekecewaan.


Tuan Roy hanya diam dengan rasa bersalah, rasa bersalahnya lebih besar dari pada rasa kekecewaan pada sang putra. Tuan Roy tidak menyangka jika Rayan tega memperlakukan Kalila dengan begitu rendah dan hina.


"Kal.." Rayan mencekal tangan Kalila agar wanita itu berhenti. "Kal, aku minta maaf, maaf atas semua apa yang sudah aku lakukan." Rayan menatap wajah Kalila yang enggan menatapnya.


"Berikan aku kesempatan sekali saja Kal, aku akan berubah demi kamu demi pernikahan kita, aku sadar, aku- aku mencintaimu Kal."

__ADS_1


Deg


Kalila menatap wajah Rayan yang babak belur, pria yang biasanya berwajah tampan itu kini memiliki banyak memar, tapi bukan itu tujuan Kalila menatap wajah Rayan melainkan karena ucapan Rayan yang mencintainya.


__ADS_2