Dinikahkan Dengan Pria Lumpuh

Dinikahkan Dengan Pria Lumpuh
Banyak perubahan


__ADS_3

Di Jakarta


Rayan menatap pria didepanya dengan datar, pria yang dia anggap sebagai rival dalam urusan percintaannya.


"Mau apa kau mwnemuiku." Ucap Rayan dengan tatapan dingin.


Brian terseyum tipis. "Mungkin diantara kita ada dendam, lebih tepatnya kamu yang masih menyimpan dendam padaku." Ucap Brian dengan santai.


Rayan berdecih. "Katakan saja apa yang kau inginkan, aku tidak punya waktu untuk mendengarkan ocehan mu." Rayan menatap Brian dengan menahan amarahnya, baru kali ini dirinya berhadapan langsung dengan Brian. Ingin rasanya Rayan memukuli Brian yang sudah berani membantu wanitanya pergi dan kini setelah hampir sepuluh tahun pria itu datang menemuinya tanpa rasa bersalah.


Brian tetap tenang, dirinya sudah memikirkan matang-matang apa yang akan Brian katakan pada Rayan, meskipun begitu sulit dan menyakitkan tapi Brian tetap akan mengatakannya pada Rayan.


"Jangan kamu pikir aku tidak tahu selama hampir sepuluh tahun ini kau selalu memantau istriku." Ucap Brian dengan senyum menyeringai.


Rayan mengepalkan tangannya, tapi dirinya mencoba mengontrol emosinya agar tidak meledak. "Kalau kau tahu untuk apa katakan padaku," Rayan menatap Brian sinis. "Bagaimana pun dia wanita yang sangat aku cintai, jika sedikit saja kau menyakitinya, maka aku akan menagmbil nya."


"Bukankah sebaiknya?" Brian menaikkan satu alisnya menatap Rayan. "Kau yang menyakitinya hingga aku datang perlahan menyembuhkan lukanya dan membuat Kalila bahagia sampai sekarang bahkan kami sampai memiliki dua anak." Ucap Brian dengan wajah penuh kemenangan melihat wajah Rayan yang masam.


Rayan tak menjawab, melainkan dadanya terasa sesak mendengarnya.


"Tapi bukan memamerkan jika aku yang berhasil membuat Kalila bahagia." Lanjut Brian sambil menyerahkan berkas yang dia bawa.


"Maaf jika aku tidak bisa menjaga Kalila dan anak-anak ku kelak, dan mungkin aku akan merepotkan mu."


Kening Rayan mengkerut bingung mendengar ucapan Brian.

__ADS_1


"Aku harap kamu bisa mengabulkan permintaan terakhir ku, meskipun aku tidak pernah rela karena kau pria ba*jingan, tapi aku yakin jika kau bisa aku percaya."


Rayan terseyum smirik. "Apa kau penyakitan? jika iya, maka aku adalah orang yang paling senang mendengarnya." Ucap Rayan.


Brian hanya terseyum, senyum kegetiran karena takdir tidak berpihak padanya.


"Anggap saja aku memiliki penyakit yang mematikan, sehingga kau tidak ada rival lagi."


.


.


"Mommy Daddy pulang." Ellard bersorak riang dan berlari menuju pintu, saat melihat Brian berjalan masuk.


"El, juga Daddy." Ucap Ellard yang bahagia.


"Mommy apalagi." Kalila muncul sambil menggendong putrinya yang berusia satu tahun.


Brian mengembangkan senyum. "Princess Daddy." Brian meraih tubuh putrinya untuk digendong, dan menghujami dengan banyak ciuman.


Kalila melahirkan anak kedua yang berjenis kelamin perempuan satu tahun lalu, mungkin ini sangat cepat tapi inilah kenyataanya.


Elaara Dominique adalah nama Putri mereka, yang Brian berikan.


Kini keluarga mereka terasa lengkap dan bahagia.

__ADS_1


"Mommy, Daddy merindukanmu." Brian memeluk dan mencium istrinya, setelah kedua anaknya.


Brian memang baru saja pulang setelah hampir satu bulan tidak pulang.


Kerinduannya kepada keluarga sudah tak terbendung, apalagi kepada sang istri.


Begitu juga dengan kedua anaknya, terlebih Kalila yang sangat rindu.


"Rambut Daddy keren." Ucap Ellard yang menyadarinya bentuk potongan rambut Brian.


Kalila mendongak, dan menatap kepala Brian. "Iya, Daddy ganti gaya rambut?" Tanya Kalila yang nerasa asing dengan gaya potongan rambut Brian.


"Iya dong, gimana apa Daddy keren dan tampan?" Ucap Brian sambil tersenyum.


"Daddy paling keren dan tampan." jawab Ellard dengan semangat.


Kalila hanya tersenyum tipis, entah kenapa dirinya menyadari banyak perubahan dari diri suaminya.


"Sayang.." Brian memanggil Kalila yang melamun.


"kenapa kamu melamun?" Tanya Brian.


"Tidak Dad." Kalila menggeleng. "Hanya saja Daddy banyak perubahan, tapi mungkin hanya pikiranku saja."


Deg

__ADS_1


__ADS_2