
Karina terdiam mematung ketika dia ingat melupakan sesuatu.
"Mana nona?" Tanya pria yang berwajah datar dan menyebalkan yang meminta berkas pada Karina.
Karina menelan ludahnya kasar, dia lupa jika berkas yang dia bawa tertinggal di atas dashboard mobil pria yang mengantarnya tadi. Karina bingung harus apa.
"Nona Karina..!" Suara tegas itu menyadarkan lamunan Karina, yang merutuki kebodohannya.
"M-maaf pak, berkasnya tertinggal di_"
"Ck, keteledoran dan kedisplinan anda tidak mencerminkan seorang pengusaha yang kompeten." Sinis pria yang menatap Kalila remeh.
Kalila yang mendapat cibiran seperti itu, geram. "Maaf, saya_"
"Nona berkas anda." Ucap seseorang dari belakang Kalila.
Kalila pun menoleh, dan mendapati asisten Rayan yang menyodorkannya berkas miliknya yang tertinggal.
Pria yang tadi menatap Karina sinis mulai penasaran dengan pria yang menyerahkan berkas milik Karina, pria itu begitu mengenal siapa pria itu.
"Tuan Ronal, anda disini." Ucap pria menyebalkan dengan senyum palsunya, untuk menarik simpati lawan.
Ronal hanya mengernyitkan dahi, melihat pria yang menyapanya.
"Ya," Jawab Ronal singkat dengan sedikit membungkuk.
"Ck, drama." Kesal Karina yang sudah kesal.
"Kita pergi." Karina menarik tangan Ronal untuk meninggalkan tempat duduk kliennya itu. Tapi sebelum jauh Karina mengingat sesuatu.
__ADS_1
"Maaf tuan Yasir yang terhormat, saya tidak sudi bekerjasama dengan pria julid dan menyebalkan seperti Anda." Karina bicara dengan nada penuh penekanan, dan karena sudah terlanjur kesal Karina tidak memperdulikan lagi kerja samanya dengan klien penting tapi memiliki bibir julid.
Pria itu membelalakkan kedua matanya mendengar ucapan Karina, apalagi didepan asisten kliennya juga.
Karina menghela napas cukup panjang ketika sudah duduk di dalam mobil Ronal, wanita terasa lelah dengan kejadian hari ini.
Karina sedikit mengatur kursi duduknya agar nyaman untuk bersandar, meskipun tidak melakukan apapun Karina terasa begitu lelah.
"Kita ke cafe xx, gue laper." Ucapnya sambil memejamkan mata, dengan kepala bersadar mendongak keatas, sehingga leher mulusnya terpampang jelas dimata Ronal yang baru saja menoleh.
Ronal menelan salivanya kasar, buru-buru dirinya kembali menoleh kedepan fokus menyetir, Ronal merasakan jantungnya berdebar kencang, ada desiran aneh dihatinya.
Sedangkan di supermarket Kalila mengambil apa saja yang dibutuhkan untuk mengisi perdapuran yang diperlukan, wanita itu dengan cekatan memilih dan mengambilnya.
"Selamat pagi menjelang siang, kita kembali lagi dalam acara lambe-lambe turah. Kali ini akan kami sampaikan gosip spektakuler yang pasti membuat anda-anda penggemar lambe-lambe turah, akan terkejut. Dikabarkan pengusaha sukses dari keluarga Ardana Grub, yaitu Rayan Ardhana yang telah memiliki hubungan dengan wanita cantik bernama Cantika, sang wanita telah mengkonfirmasi saat kami wawancarai, dan ternayata mereka memiliki hubungan dekat dan saat ini wanita yang bernama Cantika itu sedang berbadan dua. Beliau mengatakan jika bayi yang dia kandung adalah hasil hubungannya dengan Rayan Ardhana, yaitu putra satu-satunya dikeluarga Ardhana. Sekian dan terima kasih."
Kalila menghela napas, mencoba untuk membesarkan hatinya, seharusnya dia juga sudah tahu hal ini akan terjadi, tapi tetap saja hatinya masih merasa sakit.
"Kal, kita pergi." Rayan menarik tangan Kalila paksa, meninggalkan keranjang belanjaan yang sudah Kalila pilih begitu saja.
"Kak, belanjanya." Kalila mencoba untuk melepas pergelangan tangannya yang dicekal Rayan kuat, hingga menimbulkan sedikit nyeri.
Semua pengunjung yang melihat gosip ditv melihat kearah keduanya.
"Biarkan saja." Tegas Rayan yang segera ingin meninggalkan tempat itu, dia tidak sadar membuat tangan Kalila kesakitan.
"Lepas kak sakit!" Kalila menyentak tangannya kuat, sehingga terlepas dari cekalan tangan Rayan.
Rayan yang melihat Kalila mengusap tangannya yang sedikit memerah, rasa bersalah langsung menyeruak.
__ADS_1
"Sayang maafkan aku, aku_"Rayan ingin meraih tangan Kalila yang sakit tapi Kalila mundur.
"Pergilah kak, jika ingin menyelesaikan urusanmu." Ketus Kalila, lalu berbalik meninggalkan Rayan yang ingin mencegahnya.
"Kal, sayang!." Panggilan Rayan tidak dihiraukan Kalila, wanita itu sudah menjauh darinya.
"Arrghh Cantika sialan!" Makinya dengan amarah.
Drt..Drt..Drt..
Ponsel yang berada disaku celananya bergetar, Rayan mengambilnya dan melihat nama papanya yang menelpon.
"Ck, ma*pus gue." gumamnya yang sudah tahu apa yang akan papanya bicarakan.
"Ha-halo pah."
"..."
"Maaf Pah, Ray_"
Tut...Tut..Tut..
Sambungan terputus sepihak, Rayan mengumpat dengan kekesalannya, ulah Cantika akan berpengaruh pada bisnis Ardana Grub, dan itu akan membuat Rayan semakin buruk didepan kedua orang tuanya dan Kalila.
Ditempat yang berbeda, Karian yang melihat dan mendengar berita ditv, terkejut sampai makanan yang berada di mulutnya menyembur keluar dan mendarat di pria yang duduk didepannya.
"Rayan ba*ingan!!" Maki Karina dengan amarah yang menggebu-gebu. "Gue pastiin lu tidak akan mendapat kesempatan lagi." Geramnya dengan wajah memerah karena marah pada kelakuan Rayan yang selalu menyakiti asiknya.
Sedangkan Ronal mengumpat sebanyak-banyaknya dalam hati. "Sialan..!!"
__ADS_1