
Pergulatan panas yang Rayan lalukan tidak cukup sekali, pria itu terus menggunakan tubuh Kalila sampai mereka benar-benar kelelahan berakhir tertidur bersama.
Kalila tidak perduli dengan Rayan berapa kali dia menggunakan tubuhnya, mungkin setelah ini Rayan tidak akan bisa menyentuhnya kembali.
Jam sembilan pagi Kalila sudah lebih dulu bangun, wanita itu sengaja bangun pagi untuk melakukan sesuatu. Diam-diam Kalila menghubungi Cantika dengan nomor yang dia ambil dari ponsel Rayan, beruntung ponsel Rayan tidak memakai kata sandi dan sejenisnya, sehingga mempermudahkan Kalila untuk mencatat nomor Cantika.
Kalila sudah bersiap dengan penampilan rapi, wanita itu tampak cantik dengan dress yang dia kenakan.
"Kak, bangun." Kalila menggoyangkan lengan Rayan pelan, membangunkan pria itu agar membuka kedua matanya.
Rayan yang merasa terusik dengan goyangan dibahunya perlahan membuka mata.
"Engh, kenapa sayang." Tanyanya dengan suara parau dan masih setengah terpejam. Tenaganya juga terkuras habis dengan kegiatan malam panjang mereka tadi malam, Rayan begitu menggilai tubuh Kalila tanpa rasa puas, Rayan selalu ingin memasuki tubuh Kalila setiap saat.
"Sudah siang, ayo bersiap." Ucap Kalila yang hendak berdiri, tapi tangannya lebih dulu ditarik oleh Rayan hingga tubuhnya jatuh kedalam pelukan pria itu.
"Ah, kak." Kalila menahan tangannya didada Rayan, agar sedikit memberi jarak.
"Good morning."
Rayan mengecup bibir Kalila yang lembab dengan warna alami tanpa polesan, Kalila memang wanita sempurna dengan wajah cantik dan hati yang baik. Hanya saja dia mendapat suami yang brengsekk, sehingga membuat Kalila tidak pernah merasakan bahagia bersama Rayan.
__ADS_1
Saat Kalila ingin mempertahankan rumah tangganya, dulu Rayan sendiri yang menghindar dan kini ketika Kalila menyerah, Rayan dengan semua cinta dan kasih sayangnya Ia curahkan, tapi semua itu tidak bertahan lama, karena datang masalah yang Rayan buat sendiri.
Rayan menyesap dan melumatt lembut bibir Kalila sesaat, hingga Kalila meleguh membuat Rayan melepaskan tautan bibir keduanya.
"Kak, kau membuat bibirku bengkak." Rengek Kalila dengan memanyunkan bibirnya.
Rayan tersenyum, dan jemarinya mengelus bibir Kalila yang menebal.
"Hanya bibir yang bengkak, bukan yang lain." Ucap Rayan dengan ambigu.
Kalila mengernyitkan keningnya. "Cuma?" Tanyanya dengan menatap Rayan intens.
"Kenapa?" Tanya Kalila yang ingin tahu jawaban Rayan, mengapa dia ingin sekali dirinya hamil.
"Karena jika kamu hamil, maka tidak ada alasan lagi untukmu pergi dariku." Jawab Rayan menatap Kalila serius.
Kalila bisa merasakan jika Rayan benar-benar menginginkannya, tapi keadaan sekarang sudah berbeda. Mungkin jika Rayan tidak menghamili wanita lain Kalila masih bisa mempertimbangkan.
"Aku mencintaimu Kal, sangat." Rayan menyatukan keningnya pada kening Kalila, memejamkan mata merasakan perasaannya yang tiba-tiba gundah.
"Aku tidak punya siapa-siapa lagi, hanya kamu yang aku miliki, harta cinta dan kasih sayang hanya kamu yang punya." Rayan menangkupkan kedua tangannya di kedua pipi Kalila. Menatap mata Kalila dengan jarak dekat tanpa melepas kening keduanya yang masih menyatu.
__ADS_1
"Maksud kak Ray apa?" tanya Kalila yang tidak mengerti ucapan Rayan barusan.
Rayan terenyuh, dengan ibu jarinya mengelus lembut pipi Kalila.
"Tidak apa, kamu menang harta berharga yang aku miliki sekarang." Ucap Rayan yang tidak ingin memberi tahu keadaannya pada Kalila yang sebenarnya.
Rayan hanya ingin menjadi diri sendiri, dia ingin mempertahankan rumah tangganya dengan Kalila, dan Rayan tidak sadari jika Kalila sudah menyiapkan suatu kejutan untuk Rayan.
Ting...tong...
Suara bel rumah berbunyi membuat pelukan Rayan ditubuh Kalila melonggar.
"Siapa yang bertamu?" Kata Rayan menatap wanitanya.
"Tidak tahu, lebih baik kakak mandi." Kalila beranjak dari tempat tidur, ingin melihat siapa yang datang, karena tidak bisanya ada tamu datang pagi-pagi sekali.
Rayan menurut, pria itu langsung pergi masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
Rayan tersenyum, ketika ingatannya kembali saat tadi pergulatan panas tadi malam.
"Ck, otak gue udah terkontaminasi. Lu juga tong, cuma ngehalu pake bangun juga." Ucap Rayan melirik rudal miliknya yang ikut bangun, akibat otaknya yang bertraveling.
__ADS_1