Dinikahkan Dengan Pria Lumpuh

Dinikahkan Dengan Pria Lumpuh
Pemandangan pagi


__ADS_3

Rayan terus saja mengembangkan senyum, pria itu nyaris tak bisa jauh dari Kalila.


Hari ini Rayan sengaja akan berangkat kekantor siang hari tepatnya setelah makan siang, karena Kalila memiliki jadwal praktek jam siang.


Rayan tersenyum melihat pemandangan yang begitu indah dan menyenangkan, tumbuhnya bersandar di tembok pembatas dapur dan ruang tengah, Rayan sedang melihat Kalila yang memasak dengan memakai kaus besar yang kedodoran ditubuhnya yang kecil.


Setelah bercinta dan mandi, Kalila lupa jika koper berisikan pakainya masih tertinggal di bawah, dan Kalila yang sudah mandi dan hanya mengenakan handuk yang melilit tubuhnya tidak berani keluar, karena rumah ini sekarang bukan hanya dirinya dan Rayan yang tinggal, melainkan ada pelayan yang Rayan pekerjakan.


Rayan juga tidak mau membantu Kalila untuk mengambilkan kopernya dan Kalila yang kesal, akhirnya mengambil pakaian asal di dalam lemari Rayan.


Grep


Tangan kekar tiba-tiba melingkar di perutnya, Kalila yang sedang fokus sedikit terkejut.


"Kak kau mengagetkanku." Kalila sedikit menggoyangkannya bahunya, karena Rayan menaruh dagunya yang berjambang tipis itu si pundak sang Istri, membuat Kalila sedikit geli.


"Masak apa?" Bukanya bibi sudah masak?" Tanya Rayan, tanpa mengindahkan ucapan Kalila dan pergerakan tubuhnya yang sepertinya risih.

__ADS_1


"Aku hanya ingin makan, ini." Kalila menunjuk masakanya dengan dagunya, "Lagian kalau cuma makan sandwich aku tidak akan kenyang." Kalila memanyunkan bibirnya. Tentu saja membuat Rayan tertawa karena tahu arti ucapan Kalila.


"Oh, baiklah. Makan sepuasnya karena jam satu siang masih lama dan kita bisa kembali mengabiskan waktu berdua." Rayan terseyum penuh arti, sedangkan Kalila membulatkan kedua matanya.


Ini saja sudah jam sepuluh pagi, dan mereka sudah melakukan dua ronde pagi ini.


"Kak, kau menyebalkan." Bibir Kalila mencebik, wanita itu tidak akan bisa santai jika Rayan terus mengekornya.


"Wah...wah...wah sepertinya aku melihat pemandangan yang romantis."


Suara seorang wanita membuat Rayan dan juga Kalila menoleh.


Rayan menatap tajam Cantika. "Apa kau tidak punya sopan santun untuk masuk rumah orang." Hardik Rayan dengan kesal.


Kalila kembali berbalik badan dia melanjutkan menaruh makananya di piring.


Cantika terseyum sinis, hatinya terbakar api cemburu melihat pria yang menghamilinya sedang bermesraan dengan wanita lain, dan wanita itu adalah istrinya.

__ADS_1


"Ray, aku ingin ditemani jalan-jalan." Cantika berjalan mendekati Rayan, memasang wajah semanis mungkin untuk menarik perhatian Rayan. "Kau taukan jika ibu hamil butuh udara yang segar dan tidak boleh stres." Cantika melirik sinis Kalila yang baru saja melewatinya tanpa menoleh.


"Ya sayang, demi Beby kita." Cantika merangkul lengan Rayan, dan menyandarkan kepalanya didada Rayan.


"Kau bisa pergi sendiri aku sedang sibuk." Rayan melepas rangkulan Cantika kasar, dan berjalan menghampiri Kalila yang sudah duduk anteng menyantap makanan biayanya.


"Sayang, kau tidak menawariku." Ucap Rayan dengan wajah memelas.


Kalila yang sedang menyuapkan nasi goreng menoleh kewajah Rayan. "Kamu makan sandwich saja kak, nanti aku tidak akan kenyang." Jawab Kalila santai.


Dia malas jika harus meladeni ataupun melihat Cantika yang mencari perhatian Rayan.


"Ck, kamu saja tidak mau makan, apalagi aku yang butuh tenaga ekstra untuk membuatmu kembali mendesahh." Ucap Rayan dengan penuh penekanan, sengaja ingin membuat Cantika risih dengan ucapanya dan pergi dari rumahnya.


"Kak.." Kalila mendelik tajam.


Sedangkan Cantika sudah mengepalkan tangannya kuat, merasa cemburu.

__ADS_1


"Ray, aku bersumpah kau tidak akan pernah kembali bersamanya."


__ADS_2