Dinikahkan Dengan Pria Lumpuh

Dinikahkan Dengan Pria Lumpuh
Kuda-kudaan


__ADS_3

"Emph kak." Kalila yang masih memejamkan matanya tiba-tiba merasakan gerakan yang membuatnya geli.


"Emm.." Matanya terbuka saat kecupan basah menyapa bibirnya.


"Apa tidurmu nyenyak?" Tanya Brian sambil mengelus pipi Kalila lembut.


Pria itu berbaring miring, dengan tangan kiri menyangga kepalanya agar lebih tinggi dari wajah Kalila.


Kalila yang masih setengah sadar menggaguk dan terseyum.


Setelah berbincang dengan Jimmy, mereka memutuskan untuk masuk ke kamar dan istirahat. Perjalanan yang cukup lama membuat mereka cukup lelah, Apalagi saat didalam jet pribadi, Brian juga mengempur Kalila.


"Sudah malam, ayo bangun. Kamu belum makan sayang." Ucap Brian yang lebih dulu duduk, dan merentangkan tangan untuk membantu Kalila bangun. Kalila diperlakukan seperti anak kecil oleh Brian, dan Kalila tertawa.


"Kenapa malah tertawa?" Tanya Brian dengan heran.


"Aku bukan anak kecil kak, aku bisa bangun sendiri." Ucap Kalila sambil tersenyum.


"Tapi aku suka." Ucap Brian yang sudah berdiri lalu mengambil tubuh Kalila untuk dia gendong.

__ADS_1


"Kak, turunin aku." Kalila memukul dada Brian pelan, dengan wajah bersemu. Merasa terharu dengan apa yang Brian lalukan.


"Tidak, sebelum sampai didalam."


Brian membawa Kalila kedalam kamar mandi, mendudukkan tubuh istrinya disamping wastafel yang terbuat dari marmer, dibalik punggung Kalila ada kaca besar.


"Aku siapakan air hangat dulu." Brian beranjak mendekati balthup untuk mengisi air hangat.


"Kak Bri, sudah mandi?" Tanya Kalila sambil menggoyangkan kakinya yang menjuntai ke bawah, tanyanya bertumpu pada sisi tubuhnya, dengan pandangan menatap Brian yang sedang menuangkan aroma terapi kedalam balthup.


"Belum." Brian menggeleng dan tersenyum. "Kau ingin dimandikan istriku." Lanjut Brian dengan mendekati Kalila dengan senyum penuh arti.


"Tidak usah senyum seperti itu, mesum!" Kalila menampol pipi Brian pelan, dengan tersenyum malu.


"Mesum semenjak punya kamu." Jawab Brian membuat Kalila melotot.


"Apa aku pertama untuk mu Kak?" Tanya Kalila lirih, dengan tangan yang mengusap pipi Brian.


Brian memejamkan mata, menikmati usapan lembut di pipinya. "Hm, kamu pertama bagiku, karena aku hanya ingin bercinta dengan wanita yang aku cintai." Tatapan Brian begitu dalam menatap wajah cantik Kalila.

__ADS_1


Kalila yang mendengarnya, merasa terenyuh, "Maaf kak." Kepalanya menunduk. Kalila merasa jika dirinya tidak pantas mendapatkan pria sebaik Brian.


Jemari Brian mencapit dagu Kalila agar mendongak menatapnya.


"Kenapa minta maaf? aku menerima mu apa adanya, statusmu sudah menjelaskan dirimu yang sebelumnya." Brian mengecup kening Kalila.


"Sudahlah, jangan lagi menoleh kebelakang dan mengingat masa lalu, karena masa depan ku berada di depanku." Ucap Brian terseyum tampan.


Kalila ikut tersenyum. "Aku beruntung memiliki suami sepertimu kak." Ucap Kalila jujur.


"Hm, kalau begitu aku juga beruntung memiliki Istri sepeti kamu." Brian terkekeh melihat wajah Kalila yang kembali merona.


"Ish, kak Bri tukang gombal." Rengek Kalila dengan manja.


"Dan tukang gombal ini adalah suamimu." Brian memeluk pinggang ramping Kalila, membuat tubuh keduanya saling merapat. Saling bertatapan, keduanya sama-sama memajukan wajahnya hingga bibir keduanya bertemu untuk merasakan manisnya rasa yang sudah menjadi candu.


Decapan bibir keduanya menggema didalam kamar mandi, tangan besar Brian sudah bergrilia menyusuri punggung Kalila hingga merambat kedepan.


"Engh." Kalila meleguh ketika lidah Brian membelit lidahnya dengan kedua tangan Brian yang sudah menyusuri dadanya, mencari sesuatu yang membangkitkan gairah keduanya.

__ADS_1


"Ahh kak."


"Kita main kuda-kudaan dulu, sebelum mandi." 😩


__ADS_2