Dinikahkan Dengan Pria Lumpuh

Dinikahkan Dengan Pria Lumpuh
Karina & Ronal


__ADS_3

Satu minggu, dua Minggu. Rayan menikmati kebersamaannya dengan Kalila, bahkan pria itu terus menerus mencurahkan cintanya untuk sang Istri agar Kalila tahu jika dirinya sudah benar-benar mencintainya.


Kalila yang tidak pernah membalas kata cintanya saat Rayan dengan gamblangnya mengutrakan cinta. Membuat Rayan terus berusaha. Dia akan mengembalikan cinta Kalila yang dulu pernah ada.


"Kak, sudah siang." Kalila duduk disamping Rayan yang masih tengkurap, terlelap. Wanita itu membangunkan Rayan yang belum juga membuka mata, padahal sudah jam sembilan pagi.


"Engh, nanti sayang." Gumamnya dengan suara serak.


Rayan tidak bergeming masih memposisikan tubuhnya.


Hari ini memang weekend, dan tadi malam keduanya melakukan pergulatan panas dengan saling memberi nikmat, dan berlanjut di pagi hari hingga matahari naik mereka baru saja selesai satu jam yang lalu.


"Aku mau belanja kesupermarket kak, kalau begitu aku pergi dulu." Ucap Kalila yang sudah rapi, dan akan beranjak dari duduknya tapi suara Rayan membuatnya terhenti.


"Kenapa tidak mengajakku." Katanya yang sudah mendudukkan tubuhnya dan bersandar di bahu ranjang.


Kalila terseyum, membuat Rayan mengusap wajahnya yang masih bau bantal.


"Kak Ray dibangunin susah."


Rayan mendelik. "Ck, tunggu aku." Rayan beranjak berdiri untuk segera membersihkan diri, sebelum pergi Ia sempatkan mencium kening Kalila yang berdiri tidak jauh darinya.


Kalila hanya geleng kepala melihat kelakuan Rayan.


Kalila merapikan tempat tidur, dan sebelum keluar kamar dia menyiapkan pakaian untuk suaminya.


Hari ini Kalila sebenarnya ingin berkunjung kerumah orang tuannya, tapi sepertinya Rayan tidak mengijinkannya, karena kalau weekend Rayan selalu ingin berdua saja dengannya. Entahlah Kalila tidak mengerti bahkan setiap malam dan pagi Rayan selalu menyentuhnya setiap hari.

__ADS_1


"Sudah." Tanya Kalila yang tersenyum kearah Rayan, yang memeluknya dari belakang sofa, karena Kalila sedang menonton tv.


"Hm," Rayan mengecup pipi Kalila beberapa kali.


"Kak ish, geli." Kalila menggeser kepala Rayan agar menyingkir. "Ayo, nanti keburu siang." Kalila beranjak berdiri dengan terpaksa Rayan melepaskan rangkulannya.


Keduanya keluar dengan Rayan yang dibelakang, sedangkan Kalila berjalan didepan, sampainya dimobil Rayan membukakan pintu untuk Kalila.


"Terima kasih kak." Kalila terseyum, dan masuk kedalam mobil.


Rayan tersenyum, dan memutari mobil untuk ikut masuk duduk dibalik kursi kemudi.


.


.


Di pinggir jalan seorang gadis sedang kesal dengan mobilnya yang tiba-tiba mogok, Karina yang pagi ini akan bertemu klien penting, padahal hari weekend tapi klien menyebalkan itu malah meminta bertemu dihari ini. Akibatnya karena sudah kesiangan Karina tidak sempat mengecek keadaan mobilnya, dan berakhir mogok dengan dirinya yang terlambat datang.


Ciittt


Sebuah mobil sedan hitam berhenti didepan mobilnya, membuat Kalila menoleh sebentar, dan kembali pada mobilnya yang mengeluarkan asap.


"Kau..!!" Karina yang berbalik dan mendapati Ronal yang sudah berdiri dibelakangnya membuatnya terkejut. "Ngapain lu disini." Ketusnya dengan kesal. Kesal karena setiap ketemu asisten adik iparnya itu, wajah Ronal datar dan dingin, terlihat sombong.


Ronal tidak menjawab, dia mendekati kap mobil Karina yang sudah terbuka dan masih sedikit mengeluarkan asap dari bagian dalam.


"Eh, mau apa?" Pekik Karina ketika Ronal mencoba untuk melihat lebih detail menggunakan tangannya.

__ADS_1


"Mobil anda kehabisan air radiator, dan harus menunggu lama, agar bisa jalan kembali." Ucap Ronal masih fokus pada mesin mobil Karina.


Karina menakutkan kedua tangannya dengan gelisah, melihat jam yang melingkar dipergelangan tangannya membuatnya semakin gelisah.


Ronal berbalik, "Biar saya hubungi bengkel untuk perbaikan." Ronal benar-benar menghubungi bengkel.


Karina juga menunggu taksi atau apapun yang bisa dia tumpangi, tapi sayangnya sejak tadi tidak ada yang lewat, karena gelisah dan bingung Karina tidak memikirkannya order grab lewat aplikasi, otaknya masih ngeblank.


Ronal memperhatikan penampilan Karina dari atas sampai bawah. "Sebaiknya biar saya antar Anda." Ucap Ronal sambil berjalan kearah mobilnya, Karina yang tidak punya pilihan lain bergegas mengambil berkas didalam mobilnya dan mau tidak mau masuk kedalam mobil pria yang dia bilang sombong.


"Kehotel xxx." Ucap Kalila yang baru saja masuk dan duduk. Menyadari perkataanya Karina kembali bicara. "Maksudnya restoran hotel xxx." Ralatnya yang hanya mendapat anggukan dari Ronal.


Karina mengehela napas, pasti dirinya akan mendapat citra buruk didepan kliennya. Mengusap keningnya Kalila tidak menyadari jika jemarinya tadi sempat memegang mesin mobil dan tertinggal bekas hitam.


Sepanjang perjalanan keduanya hanya diam, dan Karina yang mendapat panggilan telepon memecah keheningan didalam mobil.


"Iya pak, saya sedang dalam perjalanan." Ucapnya dengan suara pelan.


"Maaf pak, mobil saya mogok dan tidak bisa datang tepat waktu, lima menit lagi saya sampai." Karina menoleh pada Ronal, berharap pria itu menambah kecepatan laju mobilnya.


"Iya, pak maaf. Sekali lagi saya minta maaf." Karina berkata lesu." Sepertinya klien Karina tidak menerima alasannya.


Ronal menambah kecepatan laju mobilnya, Karina hanya diam memikirkan klien penting yang sangat di sayangkan jika kerja sama ini batal.


Karina langsung bergegas keluar ketika mobil Ronal berhenti didepan lobby hotel yang dia sebutkan tadi.


Tanpa berucap terima kasih, Karina melesat begitu saja.

__ADS_1


Ronal hanya geleng kepala. "Dua saudara, yang berbeda." Gumamnya yang langsung pergi.


Tanpa Kalila sadari, dia meninggalkan sesuatu.


__ADS_2