Dinikahkan Dengan Pria Lumpuh

Dinikahkan Dengan Pria Lumpuh
Aku mencintaimu


__ADS_3

Kalila mengeluarkan isi kantung kresek yang Brian bawa dan menatanya ditempat yang seharusnya.


"Sebagai ucapan terima kasih, seperti biasa kak Bri ingin makan malam apa?" Tanya Kalila sambil merapikan bahan makanan dilemari pendingin. Brian membelikan banyak bahan masakan, karena tidak ingin kejadian yang dulu terulang lagi, dimana Kalila yang tidak sempat masak karena pekerjaanya yang padat, dan Kalila hanya praktis makan-makanan intans seperti mie dan ramen membuat Kalila harus dirawat dirumah sakit selama dua hari karena makanan itu.


Dan setelah itu Brian lebih protektif dengan asupan makanan yang Kalila makan, pria itu selalu cerewet mengingatkan Kalila untuk makan nasi seperti saat Kalila tunggal di Indonesia.


"Apa saja, jika kamu yang masak aku akan makan." Jawab Brian terseyum, pria itu berdiri disamping Kalila yang baru saja berdiri selesai menata bahan makanan.


"Baiklah, karena aku rindu tanah air, aku akan masak sup daging dengan sambal kecap." Kalila tertawa memperlihatkan giginya yang putih rapi.


Brian hanya terseyum, melihat tawa Kalila. "Rindu tanah air, atau rindu matan suami." Ucap Brian langsung membuat tawa Kalila terhenti.

__ADS_1


Brian maju selangkah mendekati Kalila, "Apa dia masih ada disini," Rayan menujuk dada Kalila dengan jari telunjuknya, tatapan Rayan begitu dalam menatap wajah Kalila. "Sudah lima tahun, tapi kau masih_"


"Kak, jangan bicarakan dia lagi." Kalila ingin pergi tapi bahunya langsung dicekal oleh Brian, kedua tangan Brian menahan sisi bahu Kalila.


"Apa aku tidak bisa menggantikan posisi dia dihatimu." Rayan menatap kedua bola mata Kalila penuh cinta, dan Kalila tidak bisa menatap wajah Brian.


"Kal lihat Aku." Brian menaikan dagu Kalila agar mau menatapnya. "Aku mencintaimu Kal, sejak dulu, sejak kamu masih sekolah." Ucap Brian dengan tatapan sendu.


Brian memang pria yang susah jatuh cinta, pria itu mencintai kalila sejak gadis, saat Kalila duduk di bangku sekolah menengah atas. Tapi karena jarang bertemu Brian tidak bisa menunjukkan rasa cinta dan sayangnya, dan saat ingin mengutarakan perasaannya Kalila sudah lebih dulu dinikahi pria lumpuh yang sekarang sudah menjadi mantan.


Kalila yang mendapat perlakuan lembut membuatnya menutup mata, mencoba membalas ciuman Brian yang semakin menuntut.

__ADS_1


Semenjak Kalila memutuskan untuk pergi, wanita itu praktis tidak pernah mencari tahu ataupun menanyakan tentang Rayan, meskipun saat menghubungi keluarganya lewat ponsel, ataupun saat Karina datang menjenguknya, Kalila maupun Karina tidak pernah membahas kehidupan Rayan setelah dia tinggal pergi.


Sebenarnya Kalila ingin membuka hati untuk pria lain, tapi terkadang bayangan Rayan selalu muncul di saat dirinya ingin membuka hati dengan pria yang sekarang sedang mencumbunya, dan sekuat tenaga Kalila mengenyahkan bayangan Rayan yang kembali hadir diotaknya.


"Emh, kak." Kedua tangan Kalila meremat kemeja dibagian pinggang Brian, saat ciuman Rayan semakin melesak dan menuntut. Tidak dipungkiri jika Kalila merindukan sentuhan karena memang dirinya wanita dewasa yang sudah pernah menikah.


Brian terus melumatt dan meyeesap benda kenyal yang beberapa kali dia rasakan, benda kenyal yang selalu membuat hatinya berdesir dengan hebat. Cintanya begitu tulus pada Kalila, Brian sangat mencintai Kalila hingga rela selama lima tahun menjaga Kalila, Brian senan tiasa menunggu hati Kalila terbuka dan menerima cintanya.


"Ummh kak akuh."


Kalila tak kuasa menahan gejolak yang menjalar di sekujur tubuhnya, terasa panas bersamaan dengan tangan Brian yang naik mengelus punggungnya.

__ADS_1


"Aku mencintaimu Kal, sangat mencintaimu."


Brian hanya sebentar memberi jeda untuk Kalila menghirup napas, dan kembali menyatukan bibirnya dengan bibir Kalila yang sudah membengkak.


__ADS_2