Dinikahkan Dengan Pria Lumpuh

Dinikahkan Dengan Pria Lumpuh
Hidup baru Rayan


__ADS_3

Seperti permintaan Mamanya, kini status Rayan tidak lagi menduda, pria itu sudah menikahi wanita bernama Jia tadi siang.


Acara yang tidak digelar dengan mewah melainkan sederhana dan hanya dihadiri oleh kelaurga dan kerabat. Rayan sendiri yang meminta jika pernikahannya tidak ingin dipublis ataupun diekspose kemedia.


Mereka pun menuruti pernyataan Rayan, karena bagi mereka keduanya sudah sah menjadi sepasang suami Istri. Dan kini Rayan memiliki hidup baru.


Jia menyiapkan makan malam dimeja dengan menu yang sudah pelayan masak.


Wanita itu tersenyum, saat melihat Rayan keluar dari kamar, tapi setelahnya senyumnya memudar saat melihat pakaian yang Rayan kenakan bukan pakaian rumah, melainkan Rayan memakai kemeja hitam lengan panjang dengan tangan digulung sebatas siku.


Penampilan Rayan jelas membuat Jia bertanya-tanya, apakah suaminya itu akan pergi.


"Mas, makan malam sudah siap." Jia mendekati Rayan yang akan berjalan menuju pintu.


Langkah kaki Rayan berhenti, dan menoleh kebelakang.


"Makanlah." Hanya satu kata dengan nada suara yang datar, Rayan kembali melangkahkan kakinya.


"Tapi mas." Jia sudah tidak lagi bisa berkata melihat pungung Rayan yang sudah menghilang keluar rumah.


"Ck, pernikahan macam apa ini." Ucap Jia kesal sendiri.


Sebelumnya dirinya tidak tahu jika pernikahannya akan seperti ini. Dihari pertama saja Rayan sudah meninggalkannya, dan Jia tidak tahu apakah nanti malam Rayan akan meminta haknya sebagai seorang Istri.


Membayangkan itu, bibir Jia tiba-tiba tersenyum.


.

__ADS_1


.


Kalila dan Brian sedang menikmati waktu menjelang sore.


Kedua sepasang suami istri itu, berada di taman belakang menikmati langit sore yang cerah.


Jika di Jakarta malam, maka di Moscow masih sore, karena perbedaan waktu Indonesia lebih cepat empat jam di banding dengan negara Eropa itu.


"Kak tolong minumanya." Kalila meminta tolong pada Brian. Posisi tubuhnya yang bersandar di dada bidang suaminya, membuat Kalila tidak bisa menggapai gelas berisi jus itu, sedangkan Brian memang yang lebih dekat.


"Ini sayang." Brian mengeluarkan gelas jus jeruk milik Kalila.


"Terima kasih kak."


Brian hanya terseyum, tangannya mengelus rambut sang Istri penuh kasih sayang.


"Em, tidak apa-apa hanya sedikit kram." Jawab Kalila menyentuh perutnya yang buncit.


Brian mengusap perut Kalila. "Lebih baik masuk kedalam, sudah lama kamu duduk diposisi seperti ini." Ucap Brian yang khawatir.


Kalila hanya mengaguk, yang dikatakan suaminya mungkin benar, dirinya tidak betah lama-lama duduk.


Hap


Brian mengendong Kalila didepan, "Apa aku tidak berat?" Tanya Kalila dengan menatap wajah tampan suaminya.


Brian menunduk dan tersenyum, menatap wajah istrinya. "Berat, jika mengendong. Tapi enak kalau dinaiki."

__ADS_1


Bugh


"Kamu mesum kak." Ucap Kalila setelah memukul dada suaminya. Wajahnya merona malu.


"Tapi kamu suka kan." Brian teekekeh melihat wajah Kalila yang merona malu.


"ish, nyebelin."


Brian hanya tertawa, membuat Kalila kesal hiburan sendiri untuknya.


"Apa masih sakit?" Brian duduk disamping Kalila yang berbaring, tangannya mengelus lembut buah hatinya yang masih didalam kandungan.


"Sudah lebih baik, jika Daddy elus." Kalila terseyum, memang kram diperutnya sudah tidak terasa.


Mata Brian menatap wajah Kalila intens, membuat Kalila kikuk ditatapnya.


"Kenapa menatapku seperti itu." Ucapnya yang merasa terganggu dengan tatapan Brian.


"Kamu hanya beralasan, karena ingin aku perhatikan." Ucap Brian dengan memajukan wajahnya.


Kalila membuatkan kedua matanya. "Tidak!" Kepalanya langsung menggeleng kuat.


"Katakan saja jika ingin_"


"Ahh kak." Kalila terkejut karena Brian mengecup lehernya dan menyesapnya.


"Bagaimana? mau dilanjutkan?"

__ADS_1


Ucapan Brian sontak membuat Kalila membuang wajah, dan Brian terseyum menyeringai.


__ADS_2