Dinikahkan Dengan Pria Lumpuh

Dinikahkan Dengan Pria Lumpuh
Kesempatan 2


__ADS_3

Kalila tidak perduli dengan apa yang Rayan katakan, dia memilih menulikan telinganya.


"Kal, kamu tidak lagi mencintaiku." Ucap Rayan lirih dengan tatapan sendu.


Ucapan Rayan membuat tangan Kalila yang membereskan pakaiannya terhenti. Hanya sebentar dan Kalila kembali melanjutkan aktifitasnya lagi.


Rayan yang melihat pergerakan Kalila semakin membuat hatinya teriris, apakah Kalila tidak akan memberikan kesempatan untuknya lagi.


Kalila beranjak dengan membawa koper yang dia bawa ketika datang kerumah itu.


"Kal." Rayan kembali menghalangi langkah Kalila, dan mencekal tangannya.


Kalila menatap sebentar wajah Rayan, wanita itu sama sekali tidak menampilkan ekspresi apapun hanya tatapan datar yang Rayan lihat.


Tangan Kalila menyentuh tangan Rayan yang menggenggam pergelangan tangannya, perlahan Kalila melepaskan tangannya dari Rayan.


"Aku mohon Kalila." Rayan menggelengkan kepalanya, dadanya terasa kian sesak dengan mata yang sudah berkaca-kaca, Rayan rapuh.

__ADS_1


Kalila mengalihkan tatapannya dan pergi meninggalkan Rayan bersamaan dengan air matanya yang jatuh.


Tubuh Rayan terhuyung belakang dan jatuh duduk diatas ranjang kecil Kalila. "Gue bodoh Kal, gue bodoh." Rayan menangis di kamar kecil itu, kamar saksi bisu dimana mereka menghabiskan malam panjang untuk pertama kali.


"Sudah nak?" Tanya papa Ardian pada putrinya.


Kalila menggaguk, dia menatap Mama mertunya dan tersenyum.


"Mama maafkan Kalila." Nyonya Saras langsung memeluk Kalila, wanita itu menangis dalam pelukan.


"Tidak nak, justru Mama yang meminta maaf." Nyonya Saras terisak, dirinya juga merasakan hatinya teriris mengetahui jika Kalila diperlakukan dengan tidak baik oleh putranya.


"Iya nak, kamu akan selalu menjadi putri Mama." nyonya Saras menciumi wajah Kalila penuh kasih.


"Papa, maafkan Kalila." Kalila berdiri didepan tuan Roy, meminta maaf. "Maaf jika Kalila tidak bisa menjadi menantu_"


"Sttt, jangan diteruskan, kamu akan selalu menjadi putri papa yang baik." Tuan Roy terseyum, senyum yang mengisyaratkan akan kesedihan dan juga rasa bersalah dalam dirinya. Tuan Roy memeluk Kalila. "Maafkan papa nak, yang tidak bisa mendidik anak brengsekk itu."

__ADS_1


Kalila menerima pelukan hangat Papa mertunya, Kalila yang sebenarnya begitu beruntung memiliki mertua yang menyayanginya, hanya saja nasib rumah tangganya yang kurang beruntung, sehingga dirinya harus melepaskan apa yang seharusnya tidak terjadi.


Ardian pamit pada sahabatnya, mungkin setelah ini kata besan tidak ada diantara mereka lagi, hanya saja pertemanan mereka masih sama tidak akan berubah.


Kalila manatap bangunan yang selama hampir satu tahun ini dia tempati, bangunan rumah yang Papa Roy berikan untuk hadiah pemihakan mereka. Sekarang Kalila sudah tidak akan lagi membersihkan rumah itu, merawatnya seperti biasa.


"Ayo sayang." Kania merangkul bahu Kalila menyuruhnya untuk masuk ke dalam mobil.


"Biarlah ini semua menjadi pembelajaran untuk kalian, papa minta maaf Nak, jika kami sebagai orang tua yang egois yang hanya mementingkan keinginan kami saja." Ardian berdiri disamping Kalila,. menatap putrinya dengan rasa penyesalan.


"Terkadang kita juga harus menuruti apa kata orang tua Pah, meskipun itu bukanlah yang terbaik, tapi kami yakin suatu saat kami juga kan mendapatkan kebahagiaan yang kalian inginkan, meskipun dengan orang yang bukan kalian harapkan."


Ardian terseyum dan mengaguk, sedangkan Kania terharu dengan ketegaran sang putri.


"Kamu memang putri papa nak."


Kalila hanya terseyum lalu masuk ke mobil, yang akan membawanya kembali pulang kerumah.

__ADS_1


"Selamat tinggal kak, mungkin memang ini takdir kita, aku harus menerimanya dengan lapang dada, dan semoga kamu selalu diberi kebahagiaan."


Kalila menatap sendu rumah yang semakin lama tidak terlihat, satu tetes air matanya jatuh, ketika ketegaran yang dia tunjukan sejak tadi kini runtuh sudah. Sebisa mungkin dirinya tidak ingin terlihat lemah didepan Rayan, hingga Kalila menahan untuk tidak akan mengeluarkan air mata didepan Rayan. Dan kini dia benar-benar meninggalkan pria itu, pria cinta pertamanya yang memberikan luka pertama juga.


__ADS_2