
"Boleh?" Tanya Rayan lagi, karena Kalila masih terdiam, "Tidak apa jika_"
Kalila mengangguk sebelum Rayan melanjutkan ucapnya. "Tapi pelan-pelan." Ucap Kalila pelan, dia masih teringat saat dulu dua kali Rayan menyentuhnya sama sekali tidak ada kelembutan.
Bibir Rayan melengkungkan senyum, kepalanya menunduk untuk mengecup kening Kalila.
"Pasti sayang, dan ingatkan jika aku menyakitimu." Ucap Rayan dengan senang, Kalila hanya mengaguk dan tersenyum.
Kalila memang wanita dewasa yang sudah merasakan bercinta dengan sang suami, dan Kalila juga butuh belaian apalagi yang statusnya masih menjadi seorang istri, lain halnya jika Kalila sudah sendiri mungkin dia tidak akan menyalurkan hasratnya dengan pria manapun, kecuali sumainya.
"Aahh, kak." Kalila memejamkan mata rapat, dirinya kembali merasakan benda tumpul nan keras itu kembali menyentuh miliknya, Kalila sampai menahan napasnya.
"Ah, jangan ditahan sayang dia akan semakin sempit." Ucap Rayan yang merasa sedikit kesusahan untuk memasuki lembah lembab di bawah sana, sungguh Rayan tidak menyangka jika milik Kalila masih sempit seperti ini, padahal sudah untuk tiga kali ini Rayan menyentuhnya.
"Emph.." Geraman Kalila tertahan ketika bibirnya di lumatt Rayan lembut, pria itu terus membuat Kalila rileks dan menerima miliknya yang. Aru setengah masuk.
"Aahhh.." Kalila mendesahh keras didalam cumbuan Rayan, ketika dengan sekejap miliknya terasa penuh oleh beda tumpul yang sudah lama tidak menyentuhnya, dan rasanya masih sedikit sakit.
Rayan terus memberi rangsangan dan mencumbu bibir Kalila dalam, meskipun miliknya merasakan nyeri dan linu, Rayan masih mendiamkannya agar milik Kalila bisa menerima.
"Engh ssh." Kalila kambali mendesis ketika Rayan mengerakan pinggulnya pelan, tapi semakin lama gerakan Rayan semakin cepat.
Kalila yang awalnya merasakan perih, kini semakin lama rasa perih itu berubah menjadi rasa nikmat yang bisa membuat dirinya terbang melayang.
"Shh, sayang ah kenapa masih begitu sempit." Rayan bicara disela-sela aktifitasnya, dirinya menumbuk dalam milik Kalila hingga membuat Rayan tidak mau berhenti.
"Ahh kak, aku_"
Kalila tidak bisa berkata, kepalanya mendadak terasa pening dengan tubuh yang semakin panas.
__ADS_1
"Ugh, sayang ahh." Rayan yang melihat kelembutan Kalila menganggur langsung melahapnya, dengan satu tangan memainkan benda bulat dan kenyal yang satunya, pergerakan dibawah sana tidak berhenti hingga Rayan merasakan miliknya yang semakin terjepit dengan denyutan yang semakin legit.
"Kaakkk Ough." Tubuh Kalila mengejang dan bergetar dengan kedua tangan meremat rambut Rayan kuat, wanitanya mendapat pelepasan yang sangat seksih dimatanya.
Rayan tersenyum puas, dengan gerakan cepat, Rayan membalik tubuh Kalila yang masih lemas dengan napas naik turun.
"Kak, Ahhh." Kalila mengerang kuat, ketika miliknya yang masih sensitif langsung mendapat serangan dari belakang, dan Rayan kembali mulai dengan kegiatannya.
Rayan berpacu, dengan keringat yang sudah membasahi keduanya, tubuh Kalila sangat membuatnya candu, nikmat dan juga mengigit, Rayan tidak akan pernah bosan untuk menumbuk milik istrinya yang mengigit legit.
"Ughh Kal, ahh." Desahann Rayan bersahutan dengan suara erotis Kalila yang tidak bisa diam, wanita itu mengeluarkan suara alaminya ketika merasakan ngilu bercampur nikmat, sungguh dengan posisi seperti ini milik Rayan menyentuh miliknya hingga pusat terdalam.
"Shh, kak aku mau_Ahhh"
Kalila memekik, ketika Rayan menyodok miliknya kuat hingga suaranya tersengal.
Tubuh Kalila kembali bergetar merasakan gejolak yang semakin melesak untuk diledakkan, kedua tangan Kalila mencekram erat sprei.
Wajah Rayan merah padam, urat dilehernya semakin menonjol dengan menahan hasratnya yang ingin dia ledakan untuk memberi kehidupan di lembah lembab milik Kalila, Rayan berdoa semoga benih yang akan dia tanam segara tubuh.
"Kak aku sudah tidak tahan, Emph." Sekuat tenaga Kalila menahan miliknya yang sudah berdenyut tak tertahankan.
Rayan pun semakin cepat bergerak dengan menekan miliknya semakin dalam, tangan satunya meraih buah kelembutan Kalila yang menggantung dan berayun berfirman dengan hentakannya, sedangkan tangan satunya, menekan pinggang Kalila agar tetap pada posisinya.
"Sayang, Kalila.. arrggh." Rayan menekan-nekan dalam miliknya yang menyemburkan lahar panas, menaburkan benihnya agar tertampung semua dan cepat membuahkan hasil.
"Aarrgh kak.." Kalila menjerit tertahan, rahimnya terasa hangat dengan miliknya yang berkedut hebat, keduanya menyatu dan melebur menjadi satu, merasakan betapa nikmatnya percintaan mereka pagi ini.
Rayan ambruk di atas punggung Kalila, napasnya juga memburu, Rayan mengecup punggung dan bahu Kalila yang polos dan basah oleh keringat.
__ADS_1
Tubuh Kalila bergerak naik turun, dengan kepala tidur menyampingkan napas Kalila masih berkejaran.
Rayan melirik jam didinding, permainan pagi panas mereka satu jam lebih dan Rayan begitu puas dengan Kalila pagi ini.
"Kak, berat." Ucap Kalila lirih, dengan mata terpejam. Rayan masih betah berada diatas tubuhnya, selain berat Kalila juga merasakan milik Rayan yang masih mengajak didalam miliknya.
Rayan bergeser, dan tidak melepaskan penyatuan mereka, dia merubah posisi Kalila berbaring memunggunginya, dan memeluknya dari belakang.
"Kak, lepas enghh." Kalila merasa geli ketika milik Rayan masih berasa di dalamnya, tumbuhnya susah lemas dan Kalila butuh istirahat sejenak.
"Biarkan saja sayang, dia rindu tempatnya.
Rayan mengecup kepala Kalila dari dalam, dengan tangan yang perlahan mengelus perut Kalila.
Kalila yang merasakan elusan diperutnya, hanya diam dirinya tahu jika Rayan menginginkan dia mengadu.
" Maaf kak, aku tidak ingin tersakiti dan menderita lagi. apalagi membuat anakmu dengan Cantika terpisah."
.
.
Ada AMEER UNTUK GWEN 🥰
Jangan lupa mampir ditetanga yaa, 🤭
.
.
__ADS_1
Untuk "My Husband Om-Om" Otor udah up 2bab, dari 2 hari kemarin, dan sampai sekarang Belum lulus review 😭😭 jadi mohon bersabar ya sayang...🙏🙏