
Didalam mobil keduanya masih sama-sama diam, Kalila yang sudah tidak lagi merasa ragu ataupun merasa takut, kini wanita sudah siap untuk tinggal dirumah Rayan selama dua bulan.
Mereka memang sepasang suami istri, hanya saja perlakuan Rayan membuat Kalila merasa canggung, Kalila tidak pernah diperlakukan manis oleh pria yang berstatus suaminya itu.
"Mau membeli sesuatu." Ucap Rayan yang sengaja memecah keheningan, sejak tadi dirinya mencuri pandang pada Kalila yang sedang menatap keluar jendela.
"Tidak, jika persendian bahan makanan masih ada." Jawab Kalila menatap Rayan sekilas.
Kembali hening Rayan memikirkan cara agar Kalila mau bicara.
"Sepetinya aku yang membutuhkan sesuatu." Ucap Rayan yang tersenyum tipis menatap Kalila yang juga menatapnya.
Kalila hanya mengaguk tanpa menjawab.
Tak lama mobil Rayan berhenti di minimarket yang tidak jauh dari rumahnya, Kalila dulu juga sering keminimarket ini dan setelah lama dirinya kembali ke sini.
"Ayo.." Rayan membukakan pintu mobil untuk Kalila.
Kalila pikir Rayan akan masuk sendiri tanpa dirinya. "Aku ikut." Ucapnya dengan menunjuk dirinya sendiri.
__ADS_1
Rayan mengangguk. "Tentu saja, karena kau Istriku."
Kalila menerima uluran tangan Rayan, pria itu tersenyum dan mengandeng tangan Kalila lembut.
Didalam supermarket Kalila dibuat kesal oleh Rayan, sudah lima belas menit Rayan hanya berjalan mutar-mutar tidak tahu ingin membeli apa.
"Kak Ray, apa masih ingin mengelilingi minimarket ini lagi." Ucap kalila dengan kesal.
Rayan menoleh kewajah Kalila yang masam, pria itu menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Rayan sebenarnya hanya ingin membuat Kalila bicara banyak pada, dan memperhatikannya hingga membuat Rayan beralibi. Tapi sekarang Rayan merasa menjadi pria bodoh depan Kalila.
"Em, sepertinya sebelah sana tempatnya." Rayan menujuk tempat yang sepertinya Belum mereka lewati, Kalila hanya mengehela napas pasrah ketika tangannya kembali di genggam.
Kalila hanya mengaguk, sudah lelah dan mengantuk. Hari ini pasiennya cukup membuatnya lelah, ditambah sejak tadi Rayan yang malah mengajaknya jalan-jalan di minimarket.
Rayan membayar di kasir, sedangkan Kalila memilih menunggu dimobil karena kasir juga mengantri membuat Kalila malas.
Rayan keluar dengan menenteng satu kresek penuh, padahal pria itu tadi hanya mengambil pasta gigi.
__ADS_1
Masuk kedalam mobil Rayan tidak memperhatikan Kalila.
"Kal aku belikan cemilan dan eskrim," Ucap Rayan yang masih sibuk menaruh barang belanjaannya.
Karena tidak mendapat respon, Rayan memperhatikan Kalila yang wajahnya menoleh ke samping kaca jendela.
"Kal.." Rayan menyentuhnya bahu Kalila, tapi Kalila tak bergeming.
"Ck, ternayata dia tidur." Rayan membenarkan kepala Kalila agar menoleh kearahnya, dengan begitu tangannya bisa membenarkan rambut Kalila yang menutupi wajahnya.
Bibir Rayan menyunggingkan senyum," Maaf sudah membuatmu mengalami hidup yang menderita." Rayan berucap sambil mengelus pipi mulus Kalila.
"Mulai sekarang kita akan mengawalinya dari awal, dan selama dua bulan aku pastikan kau akan mengandung anakku." Rayan meneyentuh perut kalila yang datar. Di akan berusaha membuat Kalila selalu bersamanya oleh karena itu Rayan akan membuat Kalila hamil dengan begitu Kalila tidak akan pernah pergi darinya.
Kalila yang terlelap tidak mendengar ucapan Rayan, tanpa Rayan tahu Kalila sudah melakukan pencegahan untuk bisa hamil dengan menggunakan KB suntik setelah Rayan mengatakan syarat yang harus Kalila lakukan.
Dan itu berarti, meskipun Rayan bekerja keras untuk membuat Kalila hamil, maka hanya ada harapan yang dipatahkan sebelum bekerja keras.
.
__ADS_1
.
Mampir Ke "AMEER UNTUK GWEN" Ya sayang di sebelah 😂