Dinikahkan Dengan Pria Lumpuh

Dinikahkan Dengan Pria Lumpuh
Memantapkan hati


__ADS_3

Kalila sampai dirumah sudah sore, wanita itu sengaja menghabiskan waktu bersama Karina sang kakak, selain rindu, Kalila juga menceritakan keputusan yang sudah dia ambil, dan Karina memberi dukungan untuk adiknya itu.


Sampainya dirumah Kalila tidak melihat Rayan, entah kemana pria itu pergi, setelah dia tinggal di supermarket tadi. Kalila yang lelah langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk merilekskan tubuh dan otaknya yang lelah.


Mengisi balthub dengan air dingin dan menuangkan sedikit aroma terapi, Kalila memilih berendam untuk menghilangkan penat yang seharian ini dia rasakan.


Bohong jika Kalila tidak memikirkan berita yang sudah beredar di semua situs jejaring sosial, meksipun di televisi sudah ditakedown oleh Ronal, tapi jejak sosial media yang sudah membagikan Vidio itu, tidak bisa di hapus serentak begitu saja.


Kalila memejamkan matanya dengan kepala bersandar pada pinggiran balthub.


Kalila membayangkan jika dirinya benar-benar akan dimadu, dan Kalila tidak yakin jika Cantika akan terima menjadi yang kedua.


Rayan sampai di rumah sudah malam hari pria dengan penampilan berantakan dan kacau itu memasuki rumah dengan lunglai.


Kemeja yang sedang keluar dari celananya, kancing kemeja yang sudah lepas dibagian atas sampai dada, dan mata Rayan yang sudah memerah menandakan dirinya baru saja mabuk-mabukan.


Prang


Rayan yang sudah mabuk berat tidak melihat jalan yang dia lalui, tanpa sengaja tangannya menyenggol Gucci pajangan dipojok ruangan.

__ADS_1


Kalila yang berada dikamar tamu tidak menghiraukan suara pecahan itu, dia memilih diam dengan ponsel ditanganya yang terus bergetar mendapat pesan.


Kalila memutuskan untuk pindah kamar, wanita itu pindah di kamar tamu lantai satu, dan sudah memasukkan beberapa pakaian yang sempat dia susun di lemari Rayan Ia masukkan lagi kedalam koper.


Kalila membuka pesan tadi Brian, pria itu sudah mencarikan tempat praktek Kalila di Eropa, tepatnya di Moscow. Brian sudah mendapatkan rumah sakit yang bisa Kalila masukin saat wanita itu datang kesana.


Sedangkan pesan yang lain dikirim oleh Mamanya sendiri. Kania menyuruh putrinya segera menyelesaikan urusannya, dan cepat pulang, begitupun juga dengan papanya yang sudah tidak lagi tinggal diam jika Kalila masih tinggal di rumah Rayan.


Biarkan mereka menjadi orang tua yang egois karena menyuruh putri mereka untuk meninggalkan Rayan, karena untuk kedua kali Rayan kembali membuat mereka semua kecewa dan menghamili wanita lain adalah hal yang tidak bisa mereka terima, apalagi Rayan sudah memiliki Kalila yang menjadi istrinya.


Kalila menekuk kedua kakinya dan memeluknya, otaknya kembali berfikir, apakah keputusan yang dia ambil sudah tepat? dan apakah hatinya benar-benar sudah tidak ada perasaan lagi untuk Rayan?


"Kalila kamu dimana!!"


Kalila yang masih termenung mendongak mendengar teriakan Rayan diluar.


"Sayang..!! jangan pergi, Kalila.!!" Rayan berteriak berulang kali memanggil Kalila.


Sampainya dikamar dengan susah payah, Rayan tidak menemukan Kalila didalam kamarnya. Karena pengaruh alkohol, Rayan memilih masuk kedalam kamar mandi dan langsung menguyur tumbuhnya yang masih lengkap berpakaian, dan bahkan semua yang berada disaku celananya ikut basah akibat dirinya yang mengguyur tubuhnya di bawah air shower.

__ADS_1


Cukup lama Rayan melakukan hal itu, sampai kesadaran berangsur pulih dan bisa mengingat dengan jelas apa yang terjadi hari ini, Rayan benar-benar frustasi dengan apa yang menimpanya hari ini. Diusir dari rumah kedua orangtuanya, dan dicoret dari daftar keluarga. Rayan tidak memiliki apa-apa tanpa adanya kedua orangtuanya, pria itu dari lahir sudah hidup bergelimang harta. Tapi hari ini dalam sekejap usaha yang sudah turun temurun dirintis, dan sekarang dia hancurkan dalam sekejap.


Rayan yang mendapat laporan jika saham semakin turun, akibat berita yang beredar, dan para pemegang saham mulai menjual saham mereka untuk mengantisipasi adanya kebangkrutan, dan benar saja saham perusahaan Ardha Grub sedang diambang kebangkrutan. Dan kini tuan Roy dan Ronal mencoba mengambil alih dan kembali membangun dan memulihkan kekacauan yang Rayan buat, meksipun kesempatan itu sangat tipis.


"Kalila..!!"


Dok...dok..dok.


Rayan mengendor pintu yang Kalila tempati, pria itu mencoba membuka handel pintu tapi tidak bisa karena dikunci dari dalam.


"Kalila buka pintunya." Rayan terus menggedor dan berteriak, Kalila yang merasa terganggu akhirnya bangun dari duduknya.


Ceklek


Kalila membuka pintu dan langsung berbalik, ketika melihat Rayan yang berdiri didepan pintu.


"Kal," Rayan mengikuti Kalila masuk, pria itu mencekal tangan Kalila ketika Kalila ingin duduk.


"Hey, kamu marah." Tanya Rayan dengan suara parau. Di melihat tatapan mata Kalila yang tidak ada cinta sama sekali untuknya, dan itu membuat dadanya semakin sesak.

__ADS_1


__ADS_2