Dinikahkan Dengan Pria Lumpuh

Dinikahkan Dengan Pria Lumpuh
Jaran goyang


__ADS_3

"Hati-hati nak." Kania memeluk putrinya, bergantian dengan menantunya yaitu Brian.


"Iya mah, Kalila pamit Pah." Kalila memeluk papanya dengan tersenyum. Ardian mengusap punggung putrinya lembut.


"Semoga kalian bahagia nak."


Pelukan Ardian berpindah pada Brian, kedua pria itu saling merangkul. "Jaga putri papa, jika kamu sudah tidak lagi mencintainya, jangan sakiti dia, ingat saat kamu memintanya dengan baik-baik, maka kembalikanlah dia juga dengan cara yang baik." Ucap Ardian pada Brian.


"Iya pah, Brian akan menjaga dan mencintai Kalila selamanya." Jawab Brian dengan ketegasan.


Ardian menepuk pundak Brian, "Terima kasih, dan bahagiakanlah putri papa."


Dulu Ardian tidak meminta seperti itu kepada Rayan, tapi sekarang dirinya meminta hal itu kepada Brian. Pria yang dia yakini bisa membahagiakan putrinya.


Kalila dan Brian melambaikan tangan saat keduanya sudah berada diarea yang tidak bisa diantar.


Kalila yang hanya mendapatkan cuti selama satu Minggu, tidak bisa berlama-lama di tanah kelahirannya. Sedangkan Brian, pria itu tetap menjadi pria santai sejak dulu jika menyangkut soal Kalila.


"Terima kasih sayang." Brian mengecup pucuk kepala Kalila saat sudah berada dijet pribadi milik keluarga Dominique.


"Hm, untuk apa kak." Kalila mendongak. Posisi Kalila sedang menyandarkan kepalanya didada suaminya, mendengarkan detak jantung Brian yang terkadang cepat dan terkadang stabil.

__ADS_1


"Semuanya, semua yang sudah kamu berikan kepadaku." Ucap Brian dengan tulus, entah mengapa dirinya masih tidak percaya jika sudah mempersunting wanita pujaan hatinya yang begitu dia cintai.


"Em, aku tidak memberikan apa-apa kak, tapi aku berjanji untuk setia dan mengabdi di sisa umurku untuk suamiku ini." Balas Kalila dengan senyum tipis, dan mengusap wajah Brian dengan lembut.


"Mungkin selama ini kak Bri sangat ingin aku mengatakan sesuatu, sesuatu yang biasa tapi penting untuk kak Bri dengar."


Brian yang mendengarnya mengernyitkan keningnya, tangannya masih mengusap kepala Kalila lembut.


"Kak Bri, aku_"


Kalila berhenti ketika jantungnya tiba-tiba berdebar kencang.


"Kenapa sayang?" Brian malah panik saat melihat raut wajah Kalila berubah.


Sedangkan Brian bibirnya melengkung lebar dengan wajah yang bahagia.


"Apa sayang? ulangi lagi." pinta Brian hanya untuk memastikan dan mendengar ucapan cinta Kalila lagi.


Kalila memanyunkan bibirnya. "Tidak ada siaran ulang kak, tidak bisa." Ketusnya dengan wajah yang ditekuk, tapi menahan malu.


"Sekali saja sayang, aku hanya ingin memastikan." Pinta Brian dengan wajah yang tidak sabaran.

__ADS_1


"Ish, kak ini bukan siaran ulang, tapi siaran langsung." Elak Kalila, yang masih merasa malu.


"Ayolah sayang, apa kamu mau aku mati penasaran." Ucap Brian membuat Kalila mendelik dan memukul dada Brian pelan.


"Jaga ucapanmu By, aku tidak suka."


Wajah Kalila berubah muram dan kesal. Sedangkan Rayan masih setia untuk mendengar kata keramat Istrinya tadi.


"Hanya bercanda sayang, aku mencintaimu." Ucap Brian dengan memeluk tubuh istrinya hangat.


"Aku juga mencintaimu kak," balas Kalila membuat Brian bahagia, seperti ribuan kupu-kupu yang bertaburan,. Brian bahagia.


"Aaa, kak turunkan aku." Kalila tersentak kaget, ketika tubuhnya tiba-tiba melayang, saat Brian mengendong nya.


"Kak mau kemana! turunkan aku!" Meskipun tidak ada siapapun tapi Kalila juga merasa malu pada beberapa petugas di dalam jet pribadi Brian.


"Sepertinya, kita harus mencoba jaran goyang didalam pesawat." Brian langsung melempar pelan tubuh Kalila diatas ranjang, dan mengungkungnya.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa semangatnya sayang 🥰🥰🥰


__ADS_2