Dinikahkan Dengan Pria Lumpuh

Dinikahkan Dengan Pria Lumpuh
Suami pengangguran.


__ADS_3

"Terima kasih kak." Kalila terseyum dan berucap dengan tulus, wanita itu baru saja tiba di Moscow setelah melalukan perjalanan udara yang cukup melahkan kini Kalila bisa beristirahat setelah sampai di apartemen yang sudah Brian siapkan.


"Sama-sama, jika butuh sesuatu katakan saja. Dan selamat istirahat." Brian mengusap pucuk kepala Kalila dengan senyum.


"Hu'um" Kalila mengangguk dan Brian pun pamit untuk kembali kekantor, karena Brian hanya menjemput Kalila dibandara dan mengantar wanita itu keaparteman tempat tinggalnya, dan besok Kalila akan mendatangi rumah sakit yang menerimanya bersama Brian.


Kalila menaruh kopernya di dekat lemari, wanita itu langsung menghempaskan tubuhnya diatas ranjang dengan mata terpejam.


Kilasan kejadian saat dipengadilan kembali berputar dikepalanya seperti kaset rusak yang tidak mau berhenti.


Kekecewaan terlihat jelas di kedua sorot mata Rayan, saat mengetahui fakta bahwa dirinya yang ikut merencanakan pernikahannya dengan Cantika. Kalila tidak memiliki pilihan lain, dia tidak ingin membuat bayi Cantika terlahir tanpa seorang ayah, karena Kalila menyadari jika Rayan sudah benar-benar berubah dan mencintainya.


"Maaf kak, aku sudah membuatmu kecewa." Tanpa terasa air mata Kalila menetes di pipinya, wanita itu menangis dengan mengingat kebersamaannya bersama Rayan selama ini.

__ADS_1


.


.


.


Ditempat yang berbeda Rayan sama sekali tidak melakukan kegiatan apapun selain menggempur tubuh istri keduanya, yang kini sudah menjadi istri satu-satunya, setelah Kalila berhasil membuat mereka berpisah.


Setiap hari Rayan selalu menggunakan tubuh Cantika, tidak perduli teriakan dan tangisan Cantika yang meminta ampun, Rayan sudah seperti pria hipers*k yang tidak akan puas jika bercinta hanya satu kali.


Tiga bulan Kalila pergi meninggalkannya, tiga bulan juga Rayan dalam keadaan terpuruk, pria itu banyak menghabiskan waktu di kelab hanya untuk mabuk-mabukan, jika sampai rumah Cantikalah yang menjadi pelampiasan hasrat Rayan yang sudah diujung tanduk.


Diusir dari keluarga, di coret dari daftar keluarga apalagi wanita yang benar-benar dia cintai juga pergi setelah meninggalkan luka yang sangat membuat dirinya ingin sekali mati. Rayan seperti tidak memiliki arah tujuan.

__ADS_1


Setiap hari pria itu hanya mabuk-mabukan tanpa mau mencari pekerjaan untuk memberi nafkah Cantika. Yang ada Cantika menjadi pelampiasan hasrat dirinya.


"Rey, makan dulu." Cantika menghampiri Rayan yang sedang menghisap satu batang rok*k di tangannya, pria itu menatap layar televisi yang menampilkan berita bisnis, disana Rayan bisa melihat papanya berdiri di atas podium dengan wajah tegasnya. Rayan tersenyum tipis, saat mendengar papanya mengembalikan perusahaan menjadi stabil, tidak jadi gulung tikar karena ulahnya.


Cantika hanya diam ikut menatap layar televisi, wanita itu sebenarnya kesal dan juga marah karena Rayan tidak bekerja bahkan selama ini Cantika tidak pernah Rayan beri uang lebih, Rayan hanya memberi uang lima juta setiap bulan, dan Cantika harus meminta uang pada Daddy-nya untuk memenuhi kebutuhan setiap hari, karena uang yang Rayan berikan tidaklah cukup meskipun hanya untuk membeli skin care miliknya.


Cantika seperti wanita pemuas ranjang dengan bayaran lima juta satu bulan, apalagi melihat Rayan yang hanya mabuk-mabukan dan menjadi perokok aktif sekarang.


"Ray kenapa kamu tidak bekerja di kantor lagi?" Tanya Cantika dengan pelan dan menatap wajah Rayan dari samping.


Rayan menghembuskan asap rok*ok sengaja kewajah Cantika. "Apa kau tidak tahu, kalau suamimu ini sekarang pria pengangguran."


Deg

__ADS_1


"Maksud kamu apa Ray?" Tebuh Cantika menegang, menatap Rayan tak percaya.


__ADS_2