Dinikahkan Dengan Pria Lumpuh

Dinikahkan Dengan Pria Lumpuh
Malam penghargaan


__ADS_3

Rayan melakukan hal yang sama dengan pembisnis lainya, pria itu berlenggak didepan kamera untuk diambil gambarnya, senyum tipis dengan wajah datar semakin membuat memukau bagi wanita yang melihatnya, apalagi jambang halus Rayan menambah ketampanan pria itu.


Setelah beberapa kali difoto, Rayan mengucapkan terima kasih dan berlalu untuk masuk ke dalam aula yang akan diadakannya pesta penghargaan. Ronal berjalan dibelakang Rayan, kedua pria itu berjalan datas karpet merah yang membentang hingga kedalam aula.


Pertama kali masuk Rayan menegdarkan pandanganya keseluruh penjuru, Dimana ratusan orang yang berada di ballroom hotel itu, laki-laki lebih banyak dari pada wanita.


"Tuan disana tuan Deleo." Ucap Ronal menujuk pada pria paruh baya rekan bisnisnya.


Rayan mengaguk, dia kembali melihat siluet wanita yang dia lihat di apartemen tadi, dan Rayan segera melangkahkan kakinya cepat.


Jarak mereka memang jauh, dan Rayan yang baru sampai harus melewati beberapa orang yang sengaja menyapanya.


Arah matanya tetap mengarah pada wanita yang berdiri disamping Brian, keduanya sedang bicara dengan tuan Deleo, dan Rayan akan mendekati mereka.


"Sorry sir I have to say hello to Mr Deleo."


Rayan lebih dulu pergi, setelah pamit. Dia tidak ingin kehilangan jejak wanita yang dia yakini adalah Kalila.


"Baiklah tuan, kami kesana dulu." Brian pamit dengan menyalami tangan tuan Deleo.


"Terima kasih tuan, lain kali ajak calon istri anda makan malam bersama di rumah." Tuan Deleo terseyum senang, melihat pria yang akrab dengannya menggandeng seorang wanita dan memperkenalkan nya sebagai calon istri.


"Baik, tuan." Brian mengaguk dengan senyum. "Ayo sayang." Tangannya mengandeng tangan Kalila, Brian sudah memperkenalkan wanitanya kepada sesama rekan bisnisnya, Kalila banyak mendapat pujian dengan parasnya yang cantik dan anggun, sedangkan Brian adalah pria beruntung yang bisa mendapatkan wanita cantik dan berprofesi sebagai dokter itu.


"Kak aku mau minum." Kalila menujuk sebuah meja yang penuh dengan minuman.


"Kau tunggu saja dimeja sana, aku akan ambilkan." Ucap Brian menyuruh Kalila untuk duduk di meja yang tidak jauh darinya.


Kalila mengangguk, bahkan sebelum pergi, Brian sempat mencium pucuk kepala Kalila.

__ADS_1


Rayan mengedarkan matanya kembali, saat wanita yang dia lihat sudah tidak ada di tempat yang dia lihat.


"Tuan Rayan, Anda mencari siapa?" Tuan Deleo menyapa lebih dulu.


Sebenarnya disini mereka bicara menggunakan bahasa asing atau bahasa Inggris, tapi Otornya yang malas translate 😂


"Oh, tidak tuan." Rayan terseyum dan menyalami pria paruh baya yang sudah lama menjadi rekan bisnisnya.


"Apa anda sendiri? kenapa anda betah sekali menyendiri." Ucap Tuan Deleo diiringi kekehan. Banyak yang tahu jika Rayan belum pernah menikah.


Karena Rayan memang belum pernah mengumumkan pernikahannya bersama Kalila dulu, dan Rayan sempat menyesali hal itu.


"Mungkin jodoh saya belum datang tuan." Jawab Rayan dengan tersenyum masam.


Mereka sedikit berbincang mengenai bisnis, padahal Rayan sudah tidak sabar untuk pergi dan mencari Kalila, tapi pergi begitu saja itu sama saja tidak menghormati tuan Deleo.


Tak lama acara pun dimulai, semua tamu undangan duduk di meja yang sudah tertera nama masing-masing pembisnis.


Satu meja terdiri dari dua sampai tiga perwakilan dan Rayan duduk di meja bagian tengah-tengah. Sedangkan Brian bagian depan bersama dengan tuan Deleo dan sang Istri.


Kalila mulai bisa beradaptasi dengan istri rekan bisnis Brian, wanita cantik itu banyak mendapat pertanyaan dari istri tuan Deleo tantang kesehatan, karena rupanya beliau memiliki orang tuan yang sedang mengalami struck.


Acara penghargaan mulai dibicarakan, mereka bertepuk tangan ketika delapan besar pembisnis sukses sudah terpanggil, dan kini tersisa tinggal dua yang menduduki tersukses paling tinggi.


"And now for the number two award, given to the number one successful businessman in his country, namely, Mr. Rayan Ardhana from Indonesia, the representative of the ARDHANA GROUP"


Semua bertepuk tangan untuk menyambut Rayan.


Brian pun sempat terkejut, jika Rayan berada di pesta yang sama dengannya.

__ADS_1


"Selamat tuan." Ronal terseyum senang, melihat pencapaian bos-nya yang luar biasa. Selama lima tahun terkahir Rayan memang benar-benar bisa memajukan Ardhana Grub dengan pesat, bahkan tuan Roy sampai tidak percaya dengan apa yang Rayan lakukan untuk perusahaan yang semakin besar dan berkembang pesat.


Rayan berjalan untuk menaiki podium, memberikan beberapa pidato dan sambutan terimakasih untuk apa gang dia dapat selama ini, dan Rayan juga memberikan sedikit perjalananya bisa sampai seperti ini, apalagi Rayan melalukan ini demi seseorang yang dia cintai yang sudah lima tahun menghilang.


Mendengar penuturan Rayan banyak yang merasa iba, dan juga salut dengan apresiasi yang Rayan dapatkan.


Tapi tidak dengan Brian yang tahu siapa wanita yang Rayan bicarakan.


Beruntung Kalila pamit kekamar mandi sebelum nama Rayan disebut, dan itu cukup membuat Brian sedikit lega, karena sejak naik ke atas podium Rayan selalu menatap kearahnya duduk.


Brian bukan takut jika Kalila bertemu dengan Rayan, tapi sebaliknya Brian takut jika Rayan akan berbuat nekat pada Kalila. Karena Kalila yang Brian kenal, Kalila tidak akan mengingkari janji ataupun ucapanya.


"Maaf kak lama." Kalila terseyum dan langsung duduk disamping Brian.


Tangan Brian langsung menggenggam tangan Kalila.


Saat Rayan turun dan kembali kemejanya, Kalila baru saja tiba dan mereka tidak saling melihat.


"The moment we've been waiting for, the award for successful businessman or business king in the world goes to..?"


Suara riuh kembali terdengar semua nampak penasaran siapa yang dijuluki raja bisnis untuk tahun ini.


"And the king of business for tonight falls to.....


.


.


Dahlah nanti dilanjut lagi 😂

__ADS_1


__ADS_2