Dinikahkan Dengan Pria Lumpuh

Dinikahkan Dengan Pria Lumpuh
Nasib Rayan


__ADS_3

"Hahaa..aku yakin dad, jika Rayan sekarang sedang memakiku dan ingin mencekikku." Cantika tertawa puas melihat berita yang beredar serentak di semua stasiun televisi dan media masa lainya, Cantika juga menambah foto syur mereka saat didalam kamar hotel, dan yang melihat itu semua pasti tidak bisa berasumsi jika berita viral pagi ini adalah sebuah kebohongan belaka.


Cantika puas dengan apa yang dilakukannya, sebuah peringatan untuk Rayan dengan apa yang sudah pria itu lakukan, Rayan sudah membuat Cantika marah dan sakit hati dengan perlakuannya.


"Ayolah beby.." Fred terseyum pada Cantika. Dan dengan senang hati Cantika membalas senyum itu.


"Em,Daddy memang terbaik." Cantika duduk diatas pangkuan papa angkatnya dengan wajah menggoda.


.


.


Plak


Plak


Rayan menyentuh pipinya yang terasa kebas, dirinya kembali mendapatkan sentuhan tangan sang papa untuk kedua kali setelah yang pertama dipukuli habis-habisan saat mengetahui Kalila diperlukan tidak baik olehnya.


"Kau sungguh pria bre*gsek Ray, kau memang pria baj*ngan.!!" Tuan Roy menatap nayalang Rayan dengan napas memburu, tatapan tajamnya mampu membuat Rayan tidak berani menatapnya. Sungguh Rayan tidak tahu jika wanita gila itu akan melakaukan hal seperti ini, Rayan pikir Cantika tidak akan berani mengumbar apa yang sudah mereka lakukan dikhalayak publik, dan sekarang dipenjuru kota dan negara mengetahui apa yang sudah mereka lakukan.


"Pah Ray_"

__ADS_1


"Pergi kamu sekarang dari rumah ini..!!" Tuan Roy berbicara keras dengan tatapan tajamnya. "Mulai sekarang angkat kaki dari rumah ini, dan saya Roy Ardhana mencoret kamu dari daftar kelaurga dan ahli waris..!!"


Jederr


Rayan menggeleng dengan tatapan tak percaya, "Pah, ini tidak_"


"Keluar..!!" Tuan Roy kembali membentak, dan menunjuk pintu keluar. Mereka sedang berada diruang kerja tuan Roy, bicara empat mata dengan tatapan yang sengit.


"Pah jangan_"


"Saya bilang keluar..!!" Tuan Roy, tidak ingin mendengar lagi apa yang Rayan katakan. Beliau sudah sakit hati dan tidak bisa mentolerir perbuatan Rayan yang diluar dugaan mereka.


Keluar dari ruangan kerja papanya, Rayan menghentikan langkahnya ketika melihat Mamanya berdiri dengan menutup mulutnya dan air mata yang mengalir.


Rayan mengepalkan tangannya, gejolak dalam dirinya seketika melebur melihat wanita yang melahirkannya menangis, dengan tatapan penuh kekecewaan.


"Mah," Rayan menatap sendu wanita yang sudah melahirkannya, dan menyayanginya tanpa pamrih sampai dirinya dewasa hingga sekarang. Tapi melihat wajah Mamanya yang terpukul dan kecewa membuat Rayan tak bisa lagi berkata, dia sudah menyakiti kedua orang tuannya.


Rayan ingin mendekat dan memeluk Mamanya, tapi Nyonya Saras langsung menghindar dan berjalan meninggalkan Rayan.


Rayan yang mendapat penolakan begitu membuat hatinya perih, dirinya sudah tidak punya tempat lagi dikeluarga ini. "Maafin Ray, Pah mah." Ucapnya dengan penuh penyesalan, Rayan melangkah pergi meninggalkan rumah yang sejak kecil memberinya banyak kenangan dan kasih sayang. Rayan benar-benar tidak ada tempat lagi.

__ADS_1


"Kak tolong.." Kalila menatap sendu pria yang duduk didepannya, sedangkan wanita yang sejak tadi diam menyimak menatap tajam pria yang sejak tadi tidak memberi jawaban.


"Tapi nona, permintaan anda cukup berisiko." Ucap Ronal yang ditatap Kalila dengan penuh permohonan.


"Saya yakin kak Ronal pasti bisa, saya tidak mau menjalani hidup seperti ini," Kalila menundukkan dengan sedih.


"Sabar Kal, dia pasti mau menuruti permintaanmu." Karina mengelus punggung adiknya.


Setelah Kalila meninggalkan Rayan, wanita itu pergi dan mencari tempat untuk bisa menghilangkan penatnya, dan ketika memasuki sebuah kafe, tanpa sengaja Kalila bertemu dengan Karina kakanya dengan asisten suaminya.


Ronal sudah melakukan sesuatu untuk berita yang beredar tadi, tapi pria itu tidak yakin bisa menghilangkan jejak digital yang sudah beredar luas di dunia Maya, apalagi bukan hanya media televisi, tapi media sosial dengan akun-akun yang tidak bertanggung jawab sudah menyebarkan juga, dan kemampuan Ronal tidak bisa menghapus satu-persatu dari mereka dengan waktu yang cepat, karena pasti akun bodong itu sudah melakukan perintahnya untuk menyebarkan berita trending pagi tadi.


Kalila kembali menatap Ronal, dengan tatapan yang sama, meminta Ronal untuk mau membantunya.


"Lakukan saja apa yang dia suruh, berapapun yang kau mau akan saya bayar." Tegas Karina yang langsung mendapat tatapan tajam Ronal.


"Saya tahu ini sangat berat untuk kak Ronal, tapi saya hanya ingin menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi." Ucap Kalila dengan mengutarakan keresahannya. "Kak Ronal pasti tahu Cantika wanita seperti apa."


Ucapnya Kalila membuat Ronal, kembali terdiam dengan segala pemikiran yang, dia merasa dilema dengan permintaan istri dari atasannya, tapi dia juga tidak tega melihat Kalila wanita baik jika terjadi sesuatu pada wanita itu.


"Baik nona, akan saya usahakan." Jawab Ronal pada akhirnya. "Tapi saya tidak janji jika tuan akan mudah di kelabui, dan saya menerima itu bukan semata-mata karena uang." Ronal menatap tajam Karina, tapi yang ditatap hanya bersikap masa bodoh. "Tapi karena anda."

__ADS_1


__ADS_2