Dinikahkan Dengan Pria Lumpuh

Dinikahkan Dengan Pria Lumpuh
Pernikahan yang dingin


__ADS_3

Kehidupan Kalila berjalan seperti air mengalir, keduanya begitu bahagia menikmati kehidupan pernikahan mereka, apalagi beberapa bulan kedepan buah hati mereka akan lahir, dan membuat Brian serta Daddy Jimmy begitu memperhatikan Kalila.


Meskipun jauh dari kedua orang tua, tapi Kalila tidak kekurangan kasih sayang, bahkan kasih sayang yang Kalila dapatkan dari sang suami dan mertuanya sama halnya dengan kedua orangtuanya, apalagi Brian yang begitu memberikan kasih sayang dan cintanya yang begitu besar.


Karena perlakuan baik dan perhatian Brian, Kalila bisa melupakan masa lalunya yang tak seindah sekarang yang dia nikmati.


"Kak sudah siang." Tangan Kalila mengelus rambut Brian lembut.


Jam sudah menunjukan pukul enam waktu setempat, tapi suaminya itu tidak biasanya bangun setelah pukul enam, karena Brian pasti akan bangun sebelum pukul enam.


"Kak.." Kalila kembali berbisik tepat disamping telinga Brian, membuat pria itu merespon dengan menggeliat dan bergumam.


Kalila tersenyum, "Daddy ayo bangun!" ucap Kalila sambil menirukan suara anak kecil.


Brian mencoba untuk membuka matanya, meskipun masih terasa berat.


"Engh, morning baby." Brian mencium perut buncit Istrinya, dan tersenyum saat menatap wajah cantik Kalila.


Brian menegakkan tubuhnya dengan tangan kiri menyangga agar bisa duduk.

__ADS_1


Cup


"Morning kiss." Brian tersenyum saat Kalila membuatkan kedua matanya.


"Ish, Daddy nyebelin." Ucap Kalila sambil tersenyum.


Brian memeluk tubuh Kalila dengan hangat. "I love you."


Setiap pagi Kalila selalu dihujani kata cinta dari Brian, sudah menjadi kebiasaan Brian untuk mengutarakan perasaannya selagi bibirnya masih bisa berucap.


"I love you more Daddy."


Jika sepasang suami Istri dibelahan negara lain sedang bahagia, maka tidak dengan sepasang suami Istri, Rayan dan Jia.


Seperti biasa Rayan akan keluar kamar dan langsung pergi ke kantor, tapi kali ini dirinya dengan tiba-tiba sudah duduk di meja makan yang berhadapan dengan Jia Istrinya.


Jia tersenyum senang melihat Rayan yang mau duduk di meja makan berdua, karena ini kali pertama setelah dirinya menikah Rayan mau duduk dan sarapan bersama.


Bahkan saat Jia sudah berpikir akan malam pertama, tapi kenyataanya Rayan sampai sekarang belum menyentuhnya sama sekali.

__ADS_1


"Mas, siang nanti aku antar makan siang ya." Ucap Jia sambil menikmati sarapan paginya yaitu roti lapis.


Rayan tidak menjawab, pria itu hanya berdehem.


Meskipun hanya mendapat respon tanpa suara tapi sudah membuat Jia senang.


"Aku akan bawakan makanan kesukaan mu." Ucap Jia dengan terseyum lebar.


Pernikahan mereka tetap jalan ditempat, tidak ada perubahan yang berarti, bahkan Rayan sendiri tidak perduli dengan wanita didepanya meskipun dia adalah istri sahnya.


Inilah kehidupan Rayan dalam rumah tangganya, dirinya yang tidak peduli dengan sekitar, bahkan Rayan tidak mengganggap Jia ada.


Biarkan wanita itu melakukan apapun, dan Rayan tidak akan ikut campur dengan masalah Jia, terserah wanita itu akan melakukan apapun yang penting tidak mengganggu dirinya.


Jia yang sebenarnya wanita baik dan juga cantik, tapi saat kehidupan pernikahannya seperti tidak ada kehidupannya untuk kedepan membuat Jia merasa frustasi sendiri.


Tidak hanya sekali Jia berusaha menggoda Rayan agar tergoda, alih-alih tergoda Rayan malah menatapnya jijik.


Dan hari ini dirinya mendapatkan angin segar, saat Rayan mengijinkannya untuk datang kekantor membawakan makan siang, dan Jia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas kali ini.

__ADS_1


__ADS_2