Dinikahkan Dengan Pria Lumpuh

Dinikahkan Dengan Pria Lumpuh
Kalila & Brian


__ADS_3

Brian terseyum, dan memeluk Kalila yang sedang memasak dari belakang, pria itu tersenyum bahagia dengan apa yang sudah dia dapatkan.


"Kak, aku sedang masak." Ucap Kalila saat tangan Brian melingkar erat diperutnya.


Brian menyandarkan dagunya di pundak Kalila, dan mencium aroma tubuh wangi Kalila.


"Terima kasih sayang, sudah memberikan ku kesempatan." Ucap Brian yang terus melengkungkan senyumnya.


Kalila menoleh kesamping, dimana kepala Brian masih pada posisinya.


"Aku harap kak Bri selalu sabar menghadapi aku yang belum sepenuhnya_"

__ADS_1


"Ssstt." Brian mengecup bibir Kalila sekilas agar berhenti bicara. "Sampai kapan pun aku akan terus mencintaimu, dan membuatmu menyertakan hatimu sepenuhnya untuku." Brian melepaskan pelukannya, dan memutar tubuh Kalila agar menghadapnya. "Percayalah suatu saat pasti hatimu akan aku miliki sepenuhnya." Tangan Brian mengelus pipi Kalila, wanita itu tersenyum.


"Terima kasih kak mau mengerti aku dan menerima kekuranganku, kakak orang baik tapi mau dengan wanita yang sudah_"


Emph


Kalila kembali dibungkam dengan bibir tebal Brian, menyesap lembut disertai lumattan kecil Brian begitu candu dengan bibir Kalila.


"Mencintai tidak perduli kekurangan ataupun kelebihan yang dimiliki pasangan, karena mencintai bagaimana cara kita melengkapi kekurangan dan menerima kelebihan pasangan kita, jadi jangan pernah berpikir jika kamu wanita yang tidak pantas untuk dicintai." Brian terseyum, dengan tangan menyelipkan anak rambut dibelakang telinga Kalila.


Di Jakarta, Rayan baru saja selesai bertemu dengan klien di restoran Jepang, tanpa diduga saat keluar, Rayan berpapasan dengan wanita yang dia kenal sedang mengandeng pria tua yang memang Daddy-nya.

__ADS_1


Rayan tidak memperdulikan dua orang yang tidak penting, kakinya terus melangkah untuk segera keluar, karena dirinya ada urusan penting yang juga harus dia selesaikan.


Bahkan sindiran yang sempat keluar dari bubir Cantika tidak membuat Rayan menghentikan langkahnya, dan membuat wanita itu kesal sendiri.


"Cih, pria menyebalkan." Umpat Cantika yang melihat Rayan terus berjalan tanpa menoleh pada dirinya.


"Sudahlah kau terlalu sibuk mengurusi orang lain." Ucap Fred yang juga kesal, karena Cantika masih mau berhubungan dengan mantan suaminya.


Cantika mencebik dengan dengan wajah masam. Andai saja pria tua yang dia gandeng ini tidak kaya maka Cantika tidak akan sudi menjadi simpanan Fred yang berkedok anak angkat. Karena kenyataannya saat dia remaja Fred sudah menyentuhnya dan mengambil kesuciannya saat masih sekolah.


Rayan mengendarai mobilnya untuk kembali ke kantor, pria itu tidak perduli dengan orang sekitar. Rayan menjadi pria dingin bahkan semakin dingin hingga membuat orang yang disekitarnya seperti di gurun salju yang begitu dingin sampai ke tulang.

__ADS_1


Rayan bukanlah pria hangat lagi seperti sebelumnya, lima tahun banyak perubahan pada pria itu, termasuk dengan urusan ranjang. semenjak keluar dari rumah sakit dan di nyatakan sembuh setelah perawatan intensif, Rayan tidak lagi menyentuh wanita meskipun hanya untuk memenuhi kebutuhan biologisnya. Entahlah menurut Rayan tidak ada yang bisa membangkitkan gairahnya kecuali tubuh Kalila yang sudah sangat dia rindukan.


"Sampai kapan pun aku akan menunggumu sayang."


__ADS_2