Dinikahkan Dengan Pria Lumpuh

Dinikahkan Dengan Pria Lumpuh
Hilang tujuan hidup


__ADS_3

Brian yang mendapat lampu hijau langsung melucuti pakaian yang melekat ditubuhnya, kembali Kalila melihat sesuatu yang pernah dilihatnya.


Kalila menelan ludah, jantungan berdebar kencang saat melihat produk impor milik suaminya.


Brian yang melihat reaksi Kalila hanya terseyum tipis.


"Dia tidak sabar untuk merasakan rumah barunya sayang." Ucap Brian sambil mengelus produk impornya.


Wajak Kalila kembali bersemu, mendengar ucapan Brian yang mampu membuatnya malu.


"Emm.." Kalila kembali meleguh saat merasakan sentuhan yang membuat bulu kuduknya meremang, padahal bukan untuk yang pertama kali, tapi Kalila merasakan untuk pertama kali disentuh oleh Brian.


"Kak maafkan aku." Kalila menatap sendu wajah Brian yang sejajar dengan wajahnya, hatinya tak menentu, meskipun dirinya juga merasakan sedikit kebahagiaan dengan adanya pria seperti Brian yang bisa menerimanya dengan sepenuh hati.


Tangan Brian terangkat untuk mengelus wajah cantik Kalila, wajah yang dia puja sejak dahulu sampai sekarang. Cintanya yang begitu besar membuat Brian menerima apapun yang terjadi pada wanita yang dia cintai ini.


"Ssttt, jangan katakan maaf lagi."


"Engh.." Kalila mengigit bibir bawahnya saat kepala Brian berada dibawah sana, memporak-porandakan bagian miliknya yang sudah sensitif.


"Eung kak akuh arrghh."

__ADS_1


Napas Kalila tersengal merasakan ledakan yang membuat sekujur tubuhnya terasa lemas tak bertenaga, sedangkan Brian mendongak dengan ekspresi mengusap sudut bibirnya dengan lidahnya.


Kalila kembali merona dengan membuang wajahnya.


"Enak?" Tanya Brian sambil mengusap dada Kalila lembut.


Jujur Kalila baru pertama kali mendapat perlakuan berbeda,.jika bersama Rayan_ Ah tidak Kalila tidak ingin mengingat apa yang sudah pria itu lakukan padanya.


"Sekarang giliran ku." Brian meraup bibir Kalila dengan rakus, melumatt dan menyesapnya dengan kasar dan dalam.


Kalila yang tadinya lemas kini kembali bergairah saat sekujur tubuhnya kembali dijamah oleh sentuhan Brian yang memabukkan.


"Ughh sshh." Kalila mencekram erat bahu Brian dengan mengigit bibir bawahnya.


"Ahhh."


Keduanya kembali beradu desahann dan irama penyatuan yang mengatasnamakan pasangan halal. Meskipun Brian belum mendengar Kalila membalas cintanya, tapi bagi Brian memiliki Kalila sudah cukup untuk menemaninya.


"Kak, ah." Kalila tak kuasa untuk tidak berekspresi dengan apa yang dia rasakan, ini sungguh nikmat dan melenakan, Brian sungguh-sungguh membuatnya melupakan hal yang ingin dia luapkan dengan permainannya yang lembut tapi melenakan dan keenakan.😩


Jika sepasang suami Istri sedang memadu kasih, lain halnya dengan Rayan yang sedang mengurung dirinya didalam kamarnya, pria itu hanya duduk diam dengan tatapan lurus kedepan, hanya saja tangannya kembali menyentuh minuman yang selama hampir lima tahun ini dirinya tinggalkan.

__ADS_1


Tujuan hidupnya sudah tidak ada, wanita yang dia harapkan kini benar-benar sudah tidak bisa dia dapatkan.


Setes air matanya jatuh dipipi, diikuti dengan tetesan lain yang membasahi pipinya.


Apakah Tuhan sedang menghukuminya?


Dan apakah ini balasan dari kejahatan yang dia perbuat semasa dulu?


Menyakiti fisik dan hati Istrinya?


Memperlakukan Kalila sebagai pembantu dan pemuas nafsu?


Sungguh Rayan menjadi pria bejat yang tidak bisa dimaafkan, dan karena itu selama kurang dua bulan Kalila bersamanya hanya memanfaatkan kesamaan mereka.


"Hiks..hiks..."


Untuk pertama kali Rayan menangis terisak dengan bahu yang bergetar hebat, dirinya tidak bisa membendung rasa sakit hantinya yang membuat dadanya semakin sesak.


Tidak perduli dengan kesehatannya yang sudah dia jaga, Rayan kembali menyentuh minuman yang seharusnya dia jauhi dan tidak akan mengulanginya lagi. Tapi sekarang dia tidak perduli karena hidupnya seperti sudah terampas saat wanitanya lepas dari genggamannya.


.

__ADS_1


Dukung terus karya author... jangan lupa tinggalin jejak kalian 🥰🥰🥰


__ADS_2