Dinikahkan Dengan Pria Lumpuh

Dinikahkan Dengan Pria Lumpuh
Takdir yang menentukan


__ADS_3

Didalam mobil Brian tak henti mencuri pandang pada wanita cantik yang duduk disebelahnya, sesekali Brian terseyum kecil. Dirinya seperti mimpi bisa meraih wanita yang sejak dulu sudah mengisi hatinya.


Brian sungguh beruntung, meskipun memiliki Kalila setelah dimiliki pria lain, karena cinta Brian untuk Kalila benar-benar tulus, tanpa ada sesuatu yang Brian inginkan.


Status Kalila yang sudah janda tak membuat Brian mundur, justru pria itu semakin gencar untuk bisa merebut hati Kalila, lain saat Kalila masih berstatus istri, Brian sedikit menjauh untuk menjaga jarak.


Mungkin benar seperti pepatah bilang 'Jika jodoh maka tak akan lari'.


"Kenapa negeliatin aku terus sih kak." Ucap Kalila yang sadar jika Brian selalu memerhatikan dirinya meskipun dalam keadaan menyetir.


Brian hanya terseyum. "Aku bahagia sayang." Ucap Brian jujur.

__ADS_1


Kalila ikut tersenyum, hatinya menghangat melihat tatapan penuh cinta dari pria yang dulu selalu dia anggap sebagai kakak.


"Kenapa bisa begitu?" Tanya Kalila dengan wajah pura-pura.


Brian malah terkekeh. "Kamu tahu karena apa? tapi karena kamu bertanya maka aku akan jawab." Brian terseyum sekilas pada Kalila dan kembali fokus menyetir. "Bahagia bisa menjadi bagian orang terpenting dalam hidup kamu, aku seperti mimpi, tapi aku tidak mau jika yang aku rasakan hanya sebuah mimpi belaka."


Kalila menatap wajah Brian dari samping, pria itu begitu tulus saat mengatakannya.


"Maaf kan Kalila kak, mungkin kita ditakdirkan harus melalui kehidupan seperti ini." Ucap Kalila dengan pelan.


"Tidak apa sayang, justru aku bersyukur bisa diberi kesempatan untuk bersama mu disisa umurku."

__ADS_1


Ucapan Brian kembali membuat Kalila tidak suka. "Hidup kak Bri masih panjang, aku akan selalu disamping kak Bri. Kita akan bersama-sama menjalani kehidupan baru yang akan kita jalani."


"Semoga sayang, karena umur manusia tidak ada yang tahu, jika Tuhan sudah berkehendak." Brian mengecup punggung tangan Kalila dengan lembut.


Tak lama mobil Brian berhenti diparkiran hotel paling mewah dinegara itu, dimana mereka disambut dengan beberapa kilatan lampu Blitz dari wartawan yang meliput kedatangan pengusaha yang sukses dari manca negara.


Brian merangkul pinggang Kalila untuk berfose didepan kamera yang memang semua tamu harus bersedia untuk foto terlebih dahulu sebelum masuk.


Tatapan Brian menatap wajah Kalila yang sedang tersenyum anggun didepan para awak media, tatapan Brian begitu dalam dengan pancaran kedua mata yang penuh cinta. Seolah Brian menujuk siapa pemilik wanita cantik dan anggun yang sedang tersenyum manis itu.


"Sorry and thanks you." Brian membawa Kalila masuk kedalam aula yang begitu megah dengan dekorasi yang memukau para tamu yang datang. Ini adalah acara tahunan yang dengan mendatangkan pembisnis sukses dunia, mereka akan mendapatkan penghargaan bagi yang menduduki posisi paling teratas.

__ADS_1


Sebuah mobil hitam mewah baru saja berhenti, Rayan keluar setelah Ronal membukakan pintu untuknya.


Rayan menatap jauh kedepan dimana dirinya sangat yakin jika akan bertemu sang pujaan hati yang sudah lima tahun menghilang.


__ADS_2