Duda Itu Milikku

Duda Itu Milikku
Episode 10


__ADS_3

Happy Reading gais:)


please like, comment, vote and favorite ya!


Follow Instagram @destiichz and @dedefff17


#


"Oke saya ulangi ya buk. 3 nasi goreng, 3 Es jeruk, seafood mix saos padang, dan es krim paket keluarga, ada lagi buk?" jelas pelayan itu.


"Ga ada, udah itu aja" jawab Ana. pelayan itu menganggukkan kepala nya dan mulai berjalan menjauh dari pandangan Ana, Ben dan El.


Selama menunggu, El sibuk mengobrol dengan Ana yang masih mendiamkan Ben. Ben merasa bingung harus melakukan apa. Apa Ana ngambek? tapi kenapa? Pikir Ben. Dari tadi juga, El sibuk berfoto dengan Ana. Ben Dari tadi ingin ikut tetapi di abaikan oleh Ana dan El. Ben merasa terasingkan.


"Udah dong marah nya. galak banget sih" Ucap Ben pada Ana dengan raut wajah sedih.


"Sayang---maaf yaaa, aku tau aku salah" Lanjut Ben dengan suara cukup keras membuat beberapa pengunjung menoleh ke arah Mereka.


"Bisa diem ga sih? berisik banget dari tadi. malu tau gak" Bentak Ana kesal pada Ben.


"Hehe, akhirnya ngomong juga" Ben hanya cengir tidak jelas sambil terkekeh geli. sedangkan Ana hanya memutar bola mata nya malas.


Setelah beberapa saat kemudian, makanan pesanana mereka pun datang. Ben bersorak senang dalam hati nya. Ia sudah merasa lapar dari tadi. Ben menatap Ana yang sedang menata makanan di atas meja dengan sangat lekat.


Setelah selesai ,Ana menaruh sendok yang sudah dibersihkan nya dengan tisue ke Atas piring makan Ben dan El. Dengan cepat, Mereka menghabiskan makanan masing-masing. Ben merasa sangat lapar. Ia bahkan memesan nasi tambahan. Ben tidak cukup makan beberapa hari ini.


"Kamu nggak makan dari kapan?" tanya Ana yang menatap Aneh Ben makan dengan lahap.


"kemarin pagi" jawab Ben tersenyum manis.


"kenapa bisa sampe ga makan sih Ben? udah gede juga, ga perlu kali diingetin" Omel Ana.

__ADS_1


"lagi sibuk aja kok kemaren" jawab Ben ngeles. ga mungkin kan aku bilang kalo aku lagi move on? ya gak lah. gila aja kali, Pikir Ben.


"Sesibuk apapun kamu, jangan sampe lupa makan. kalo sakit gimana? kalo ada apa-apa gimana? kamu ga kasian sama El?" tanya Ana pada Ben menggunakan El sebagai alasan. Ben tersenyum.


"Iya deh iya, hehe" Jawab Ben senang.


"iya-iya doang, nanti kalo udah terjadi baru nyesel, bisa aja tiba-tiba mati" ucap Ana sangat sadis. Ben merinding seketika mendengar nya.


"kamu jangan terlalu perhatian gitu dong" ujar Ben menatap El yang antusias memakan ice cream.


"Kenapa? Takut baper?" tanya Ana menantang.


"Ihh papa , ini kan punya El. papa beli lagi aja" Rengek El kesal saat Ben mengambil ice cream nya. Anak siapa sih? kok pelit banget, Batin Ben.


"udah baper kok" jawab Ben terkekeh geli. Ana mengalihkan pandangan nya dari Ben.


"Mama liat tu papa ngambil ice cream El lagi" rengek El memberitahu pada Ana saat Ben kembali mengambil ice cream nya lagi.


"ihh ga mauu, ini kan punya El" rengek El yang seperti nya akan menangis. Ana menatap Ben.


"Udah ya, nanti kita beli lagi ice cream nya. lagian kan ga baik banyak-banyak makan ice cream. nanti kalo gigi nya sakit gimana?" Jelas Ana pada El pengertian sambil menatap Ben dengan tajam.


Ana mengelus puncak kepala El yang sedang bersedih gara-gara Ben dengan lembut. Ana kembali menatap Ben tajam. gimana bisa dia berantem sama anak nya cuma karena berebut ice cream. kan bisa pesen lagi. dasar, Pikir Ana.


"Dasar iseng" ucap Ana pada Ben yang hanya terkekeh geli tanpa merasa bersalah sama sekali.


"Udah ah, itu masih banyak ice cream nya, nanti papa beliin lagi. jadi ga mau ke dufan nya?" tanya Ben pada putra semata wayang nya itu.


"Jadi ihh, papa jahat deh" Jawab El cepat.


"Oh gitu, papa jahat ya kan? yaudah ga jadi aja ke dufan nya" ucap Ben pura-pura marah.

__ADS_1


"ihh nggak. papa kan yang paling baik sedunia, paling ganteng dan paling El sayang" Jawab El antusias sambil berjalan mendekat. El memeluk Ben membuat Ben tersenyum bahagia.


"Yaudah buruan habisin ice cream nya. abis itu baru kita pergi ke dufan yaa" ucap Ben


Ana tersenyum hangat melihat percakapan antara ayah dan anak itu. hati Ana terasa hangat. Setelah ice cream El abis, Ben bergegas memanggil pelayan untuk membayar makanan mereka. Awalnya Ana ingin membayar sendiri makan nya. Tetapi Ben---


"Dimana-mana yaa , kalo lagi makan bareng sama cowok kayak gini harus nya cowo yang bayarin. mau ditaruh di mana harga diri cowok kalo masih minta bayarin cewek"Ucap Ben pada Ana.


Sebenar nya Ana hanya merasa trauma. Dulu cerita nya ada mantan pacar Ana saat Sma. waktu itu, saat Ana sedang berulang tahun, Mantan pacar nya memberikan nya kado boneka dan uang. begitu Ana putus dengan nya, Pria itu meminta kembali pemberian nya. kalian tau alasan mereka putus?


karena bagi Ana, Mantan nya itu mirip orang gila. Siapa coba yang mau di kekang? dan yang paling gila kalian tau? setelah putus dia bener-bener gila dengan ngancem ga jelas, jangan lupakan gimana dia minta kado dan uangnya balik, haha. Kalian bisa bayangkan segimana gila nya cowo itu.


Jika kalian berpikir mantan Ana yang itu ganteng? Maka jawaban nya salah besar. Jauh banget dari kata mungkin ganteng. Kalo kata temen- temen ku, dia itu jelek, item, idup lagi, haha kayak upil. Aneh nya Ana yang cantik bisa mau, Haha. itu sebenernya karena mantan Ana itu kakak kelas yang sedikit berguna lah untuk Ana saat itu.


Mereka bertiga segera kembali ke dalam mobil. Ben pun melajukan mobil meninggalkan restoran itu dan menuju tujuan awal mereka yaitu ke dufan. selama perjalanan mereka terus bercanda tawa karena tingkah El yang sangat menggemaskan.


Setelah beberapa saat, Mereka sampai di dufan. Sekarang, mereka sedang mengantri untuk mendapatkan tiket VIP agar nanti nya memudahkan mereka bermain permainan. Harga tiket masuk nya lumayan mahal, tapi menurut Ana cukup lumayan lah. lagian, Bagian bayar-membayar, Ben tugas nya. Ana tersenyum.


Setelah mengantri cukup lama, Mereka pun mendapatkan tiket dan langsung masuk ke dalam kawasan secara beriringan. Ana terus menggandeng tangan El. Ia takut El menghilang dari pandangan nya. Mungkin karena hari ini weekend, dufan menjadi sangat ramai.


"Mau naik apa dulu nih?" tanya Ben pada Ana dan El. Ben berada disamping Ana.


"Mobil-mobil an itu aja yuk paa" ajak El dengan Antusias sambil menarik tangan Ana dan El mendekati wahana itu dengan semangat.


"Yaudah kita naik baku toki dulu aja sebagai permulaan" Ucap Ana. Akhir nya Ana memutuskan dan El menurut dengan tetap mengikuti Ana. Berbeda dengan El yang merasa sangat antusias. Ben malah merasa sebalik nya. Ben merasa cukup gelisah dan tidak tenang.


#


KALO ADA YANG SALAH ATAU GA SESUAI KOMEN YA:)


Aku mencintai kalian semua:*

__ADS_1


__ADS_2