Duda Itu Milikku

Duda Itu Milikku
Episode 62


__ADS_3

Happy Reading gais:)


Please like, comment, vote and favorite ya!


don't forget to follow instagram @destiichz and @dedefff17 okey:*


#


Ben tak menjawab pertanyaan Ana. Ana yang awal nya memberontak ingin diturunkan mulai menenggelamkan kepala nya di dada bidang Ben. Ia benar-benar merasa malu di bawah tatapan semua orang. Ben berjalan turun dari pelaminan.


***


"Sebentar" Ucap Ben pelan di telinga Ana.


"Mau kemana sih?" Tanya Ana kesal pada Ben.


Ben menggendong Ana memasuki ruang makan VVIP. Semua keluarga mereka menatap mereka dengan senyuman yang Aneh. Ben melewati Yansyah dan Agus yang sedang menyantap makanan dan menatap Aneh pada Ben.


"Udah ga sabar apee woi buat ntar malem? Sabar kalii bentar lagi nih acara selesai" Ledek Yansyah.


Ben mengabaikan ledekan Yansyah dan terus focus melanjutkan langkah nya menuju tempat tujuan nya. Ben berhenti di salah satu meja yang kosong di ruang VVIP sambil menggendong Ana ala bridalstyle. Ia secara perlahan menurunkan Ana dari gendongan nya. Ana berdiri dengan perlahan.


"Udah sampe deh" Ucap Ben sambil tersenyum manis pada Ana yang wajah nya memerah karena malu. Ana menatap ke sekeliling nya.


"Ngapain sih?!" Tanya Ana kesal merasa marah.


"Kita makan dulu" Jawab Ben.


"Bukan ituu" Geram Ana.


"Ya trus ngapain lagi selain makan disini?" Tanya Ben mengerutkan dahi nya merasa bingung.


"Ngapain harus di gendong? Kan bisa jalan aja. Tau ga sih orang tuh malu bangett. Ga bisa apa ngasih tau dulu?" Ucap Ana Merasa Emosional.


"Ya ga apa-apa, Hehe. Keren aja kan? kayak so sweet gitu" Jelas Ben sambil terkekeh geli.


"Hah? Keren? Gila kali yaa. Orang malah malu dibilang keren? Sana jauh-jauh" Teriak Ana kesal.


"Kenapa sih ribut-ribut?" Tanya Mama Ratna yang berjalan mendekati Ana dan Ben bersama Yansyah, Agus dan Wanda juga Zahra. Ana berdecak kesal.


"Baru juga nikah" Ucap Yansyah.

__ADS_1


"Ga tau nih ma. Marah-marah aja kerjaannya" Jawab Ben cepat sambil memasang wajah sedih.


"Gini loh Ma, Tadi kan lagi di pelaminan, Trus orang masih ngantri tuh mau salim-saliman. Eh sih Ben tiba-tiba Gendong Aku kayak tadi kan jadi nya malu Ma di liatin orang. Ga sopan juga kayak gitu asal ninggalin tamu" Jelas Ana Kesal.


"Kan tadi kamu bilang nya capek. Lagian, Para tamu kan udah di urus sama Alex sayang" Ben berucap memberikan pembelaan.


"Ya kan ga gitu juga kaliii" Teriak Ana mulai marah.


"Udah udah. Kamu sih Ben, harus nya kamu bilang dulu sama Ana biar dia ga malu kayak gitu. kan kasian muka nya jadi merah banget" Ledek Mama Ratna menyalahkan Ben sambil terkekeh geli melihat Ana yang memalingkan wajah nya.


"Udah mendingan Kalian makan dulu baru istirahat" Ucap Wanda Menengahi perdebatan yang terjadi.


"Nah maksud aku gitu. Kita makan dulu baru nanti kita balik ke hotel" Jelas Ben lagi pada Ana.


Ana mengabaikan ucapan Ben dan duduk di kursi meja makan yang ada di dekat nya. Ben mendudukkan diri di samping Ana. Sedangkan Zahra, Wanda, Yansyah Dan Agus Duduk di meja yang sama dengan Ben dan Ana.


"Yaudah Kalian makan dulu aja. Mama bakal minta orang buat bawa-in kalian makanan" Ucap Mama Ratna yang kemudian berjalan menjauhi meja makan tempat Ana, Ben dan yang lain nya berada.


"Sayang" Panggil Ben. Ana menatap Ben lembut.


"Kenapa?" Tanya Ana pelan pada Ben.


"Ga apa-apa, Hehe. kirain kamu marah" Jawab Ben sambil tersenyum lebar. Ana mengabaikan Ben dan mulai mengambil buah di hadapan nya.


"Suapin dong" Rengek Ben manja.


"Makan sendiri" Ucap Ana sambil meletakkan jeruk yang telah ia kupas di hadapan Ben.


"Ihhh suapinn" Rengek Ben lagi.


"Manja banget sih. El aja ga segitu nya" Ucap Ana marah dengan tingkah laku Ben.


Ben dengan cemberut memakan Jeruk nya. Ia tak berani menjawab Ana karena takut Ana kembali marah dan membuat Ben harus menerima hukuman. Ben tak ingin puasa lagi, dia Sudah lelah.


"El kemana kak?" Tanya Ana pada kakak-kakak nya yang sekarang berada di hadapan nya.


"Sama Papa tadi" Jawab Ben.


"Aku tanya sama kakak-kakakku bukan kamu Atau kamu udah berubah jadi kakakku? Bukannya suamiku?" Ucap Ana sambil menatap Ben tajam.


"Udahlah Dek. Ga baik bertingkah kayak gitu sama suami. Harus nya kamu itu tiru dong sikap kakak ipar kamu ini" Ucap Agus memperingati Ana.

__ADS_1


"Iyaa kak. Maaf. Maaf ya suamiku" Ucap Ana tersenyum tipis pada Ben yang terdiam.


tanpa Ana sadari, Ben merasa hati nya berbunga-bunga karena senang mendengar ucapan 'Suamiku' Dari mulut Ana. Ana yang merasa Ben marah pun langsung saja mencium pipi Ben.


"Udah deh. Pengantin baru kalo mau bermesraan ntar malem aja" Celetuk Yansyah kesal.


"Iri aja sih kak. Maka nya abis aku, kak Yansyah langsung nikah juga" Ledek Ana membuat Yansyah memutar bola mata nya kesal. Agus terkekeh geli.


Perlakuan Ana membuat Ben tersenyum bahagia. Ben memegang tangan Ana dari bawah membuat Ana melupakan kemarahan nya sebelum nya. Setelah beberapa saat, Makanan mereka tiba. Ben dan Ana langsung menyantap makanan mereka masing-masing. Setelah selesai makan, Ben mengajak Ana kembali ke hotel untuk istirahat.


"Kami duluan ya kak. Nanti tolong sampein sama semua nya. Udah capek banget ini soal nya seharian dari pagi" Pamit Ben pada Kakak Ana yang semeja makan dengan nya.


"Yaudah Hati-hati yaa dijalan" Ucap Agus sambil tersenyum Aneh menatap Ben.


"Jangan terlalu kasar yaa Ben. Awas Aja kalo adik gw kenapa-napa" Ucap Yansyah secara blak-blakan membuat Ana dan Wanda memerah secara bersamaan. Ana dan Wanda berdehem berusaha menghilangkan ke gugupan mereka tersendiri.


"Dasar gila" Desis Ana pada Yansyah dan kemudian berjalan lebih dulu meninggalkan kakak-kakak nya.


"Siap kak tenang aja" Jawab Ben sambil tersenyum dengan sumringah.


Ben berlarian menyusul Ana yang sudah menjauh. Mereka sama-sama memasuki lift. Ana yang gugup pun hanya bisa terdiam selama perjalanan. Ana dan Ben beriringan Menuju ke kamar mereka.


"Ini kan kamar nya?" Tanya Ana pada Ben.


"Kayaknya" Jawab Ben sambil Mencoba Id-card yang di terima nya dari Orangtuanya. Ctek.


Pintu terbuka. Ana memasuki ruangan dan langsung melihat-lihat kedalam. Ruangan ini cukup luas dan sama besar nya dengan apartemen Ana. Ana memasuki kamar tidur di ikuti dengan Ben dari belakang setelah mengunci pintu.


"Kamu mandi dulu sana" Perintah Ana pada Ben.


Ben tersenyum mengerti jika Ana ingin melepas hiasan kepala nya terlebih dahulu. Ben berjalan Mendekati Ana dan secara cepat mencuri ciuman dari bibir Ana. setelah itu, Ben melesat memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri meninggalkan Ana yang mematung seketika.


Ana tersenyum lembut dan mulai melepas hiasan kepala nya. Setelah beberapa saat, Hiasan yang melekat pada diri Ana pun terlepas. Ana menunggu Ben selesai mandi. Setelah Ben selesai, Ana dengan cepat Memasuki kamar mandi karena malu melihat Ben yang hanya memakai handuk saja.


Ben tersenyum melihat Ana dan memakai pakaiannya. Ben tidur menyender di kepala ranjang. Setelah 15 menit, Ana baru keluar dari kamar mandi dengan keadaan yang begitu segar. Ana terlihat begitu menggiurkan dimata Ben.


Begitu Melihat Ana, Ben tersenyum dan berjalan mendekati Ana. Ben dengan lembut membawa Ana ke dalam pelukan nya. Seterus nya yang terjadi adalah mereka melakukan kewajiban masing-masing sebagai suami istri. Mereka akhir nya memulai kehidupan baru mereka bersama.


#


KALO ADA YANG SALAH ATAU GA SESUAI TOLONG KOMEN YA BIAR BISA DI PERBAIKIN SECEPETNYA HEHE:)

__ADS_1


MAKASIH UDAH BACA:)


Aku mencintai kalian semua:*


__ADS_2