Duda Itu Milikku

Duda Itu Milikku
Episode 42


__ADS_3

Happy Reading gais:)


Please like, comment, favorite and vote Okay!


follow ig @destiichz and @dedefff17 ya!


#


"Hiks iyaa, El hiks udah maafin mama kok" jawab El yang kemudian menenggelamkan kepala nya di leher Ana. Ana tersenyum mendengarnya, Hingga---


"Akhhhh Dasar gilaaa!!! ngapain peluk-peluk akuu?!!!" teriakan ana panik bersamaan dengan ana yang langsung melompat menjauh masih dengan El di gendongannya.


***


Ben Terkekeh geli karena reaksi Ana. Kenapa Ana begitu Kaget? Itu karena Ben memakai pakaian tepat dihadapan nya. Hal yang paling Bikin Ana panik adalah ketika Ben memeluk nya dari belakang dengan keadaan Ben hanya menggunakan dalaman nya saja.


"Kan biar keliatan romantis gitu" jawab Ben santai dengan senyuman manis menghiasi wajah nya.


"Dasar gila" ucap Ana pelan.


Ana membawa El keluar kamar dan menuju ke meja makan. Ana menarik kursi dan mendudukkan El di sana. ia pun duduk di kursi yang berhadapan dengan El dan mulai berusaha menenangkan jantung nya yang berdisko di dalam. Ana mengutuk Ben dibatin nya.


"Mama kenapa?" tanya El yang bingung melihat Ana hanya Diam daritadi.


"Eh iyaa, mama gapapa kok" Ana langsung tersadar dari lamunan nya.


El melihat Ana dengan tatapan bingung, sedangkan Ana Langsung mengambilkan El makanan. Saat Itu, Ben juga baru datang dan bergabung untuk sarapan dengan Anak dan istri-nya. Waitt, istri? seperti nya Ben sudah terbiasa memanggil Ana dengan sebutan itu.


"Wahh Harum banget nih nasi goreng nyaa" puji Ben yang baru mendudukkan diri di antara Ana dan El.


"Pastii Enakk dongg paa. Kan buatan mama" jawab El antusias. Ben tersenyum melihat nya. Ana mengambilkan Makanan untuk El dan juga diri nya sendiri.


"Buat aku mana?" tanya Ben yang merasa Di abaikan oleh Ana.


"Ambil sendiri" Jawab Ana Kesal. Tanpa kata-kata, Ben langsung mengambil nasi milik Ana.


"Heiii, itu punya ku" Ucap Ana sembari memandang Ben dengan tatapan permusuhan.


"Ambil sendiri" Ben bersikap acuh dan membalikkan ucapan Ana pada nya tadi.


Ck. Ana berdecak kesal. Ana mengambil lagi makanan untuk nya. Ana mendengus kesal sembari Mengomel pelan. El merasa bingung melihat Mama nya berbicara sendiri dan Papa nya Senyum-senyum sendiri. El berpikir, mungkinkah mama dan papa sakit?


Ana, Ben dan El pun menghabiskan sarapan pagi mereka dengan tenang. Setelah selesai sarapan, Ana langsung mencuci piring kotor. sedangkan, Ben dan El menunggu di ruang keluarga sambil menonton televisi.


"Aku mau ke kerja dulu" ucap Ana Begitu sampai Di ruang keluarga setelah mencuci piring kotor dan membersihkan meja makan.


"Aku ikut" Seru Ben.


"Ngapain?" tanya Ana Mengernyitkan dahi nya tanda Tak suka.


"Bahas Kontrak kemaren" jelas Ben.


"Kan kamu udah tau isi nya, ngapain lagi masih harus ikut aku?" tanya Ana.

__ADS_1


"Kan masih harus tanda tangan dan lainnya. lagian, udah diatur kok pertemuan nya buat jam 10 nanti" jawab Ben Menyeringai Menatap Ana yang Kesal.


"Terserah deh. Aku mau Siap-siap dulu" Ucap Ana sembari Memutar bola mata nya jengah.


Ana Berjalan kembali memasuki kamar nya. Ia menyiapkan barang-barang yang biasa nya di perlukan saat bekerja. Setelah semua nya siap, Ia Mengunci jendela kamar dan beranjak keluar.


"Sana pergi duluan" Usir Ana pada Ben.


"Terus kamu?" tanya Ben Bingung.


"Aku bawa mobil sendiri" jawab Ana dengan memamerkan kunci mobil di tangan nya.


"Ga. Barengan aja" Tolak Ben.


"Ck. Duluan aja kalii. Kan nanti di kantor juga kita ketemu" Ana Berdecak kesal.


"Ga. kalo kita ga barengan, aku ga bakal ke kantor kamu" Tolak Ben.


"Yaudah. Kan malah bagus buat aku" Balas Ana menyeringai.


Ana Berjalan meninggalkan Ben dan menuju Balkon. Ia mengunci pintu disana juga melihat keadaan didapur. Setelah merasa aman untuk meninggalkan apartemen nya, Ia kembali ke ruang keluarga dan menemukan El sendirian duduk menontin televisi disana.


"Papa mana El?" tanya Ana pada El yang langsung mendongak menatap nya.


"Papa Pelgi" Jawab El yang kemudian kembali menonton televisi.


Ana berjalan mendekati El dan mengambil remote yang berada di ssmping nya. Ana mematikan televisi yang sontak saja membuat El menatap nya dengan tatapan kaget.


"Mamaaa" rengek El.


"Hmmm" El terlihat bingung dengan pilihan yang diberikan mama nya itu.


"Nanti pas di kantor mama, El nonton Lewat Youtube aja" Seru Ana yang Akhirnya membuat El menganggukkan kepala nya.


Ana mengunci apartemen nya Dan Berjalan Bergandengan tangan dengan El menuju lift. Ana langsung memasuki lift dan menekan lantai 1. Begitu pintu lift terbuka di lantai 1, ana dikejutkan oleh kehadiran Ben yang berdiri tepat di depan pintu lift.


"Astaagaaaa" teriak Ana kaget.


"Ngapain sih? kayak Hantu aja" Lanjut Ana kesal.


"Gapapa dong. berarti, Aku hantu paling ganteng" Jawab Ben Sangat percaya diri.


Ana mengdengus kesal. Ia Tetap menggandeng tangan El dan berjalan maju mengabaikan keberadaan ben disana. Begitu sampai di basement tepat di depan mobil nya. Ana Membalikkan badan nya dan menatap kesal pada seseorang yang mengikuti nya.


"Ngapain sih ngikutin terus?!" Tanya Ana.


"Kan Mau ikut kamu" jawab Ben berjalan mendekati Ana dan mengambil kunci mobil Ana yang berada di tangan pemilik nya.


"Ga. Aku sama El aja. Kamu kan bawa mobil kesini, Pake mobil kamu sendiri aja sih" Tolak Ana.


Ben mengabaikan ucapan Ana dan berjalan memasuki mobil. Sial, Kok bisa sih kunci mobil nya di ambil gitu aja, bain Ana kesal. Ana menatap Ben dan mendengus kesal.


"Mama ayoo" Ajak El yang menarik-narik tangan Ana.

__ADS_1


Ana Menarik nafas dalam lalu menghembuskan nya pelan. Ia tersenyum pada El dan menggandeng El memasuki mobil. Ana masuk bersama El dan duduk di kursi belakang.


"Ngapain dibelakang?" Tanya Ben mengernyitkan dahi nya bingung.


"Yaa duduklah. Emang ga liat?" Jawab Ana sinis.


"Maksud aku ngapain duduk dibelakang?" Tanya Ben kesal.


"Ya terus? emang nya ga boleh? ada yang ngelarang? Lagian ya, Ini kan mobil ku, jadi terserah aku dong" Jawab Ana.


"Emang kamu kira aku supir?" Tanya Ben Sedikit menaikkan nada suara nya.


"Kan kamu yang mikir kayak gitu. Aku sama El nggak" Balas Ana santai.


Ana sengaja membuat Ben Kesal. Ana Menyeringai begitu mendengar Ben Menghembusan Nafas berat. anggep aja pembalasan buat tadi pagi, haha rasain, batin ana


"Papa ayoo jalan. Kenapa diem?" tanya El bingung. ada apa sih sama mama dan papa? pikir el bingung dengan orang tua nya hari ini.


"Buruan jalan" Ucap Ana dengan nada memerintah.


Ben mendengus kesal terlebih dahulu, baru kemudian menjalankan mobil meninggalkan apartemen Ana Dengan suasana hati yang panas. Ben mencoba menenangkan emosi nya dengan terus menarik nafas dan menghembuskannya pelan. ayoo semangat ben!!! 1 minggu buat dapetin hati Ana lagi, hehe aku pasti bisa dong, batin Ben yakin.


"Maa" panggil El. Sedaritadi, El terus bercerita dengan Ana. Sedangkan Ben memenuhi tugas nya sebagai supir dengan tetap diam di posisi nya dan sesekali melirik ke belakang.


"Iya sayang?" Tanya Ana lembut pada El.


"El mau adik maaa" minta El.


"Hah?" Ana kaget. apa-apaan ini?


"El mau adik maa" ulang El lagi.


"Ekhem. Memangnya El kenapa mau adik?" tanya Ana yang wajah nya mulai memanas. Ingat ya, Bukan karena malu, Akan tetapi Kesal Karena Melihat Ben yang tersenyum puas.


"Temen El punya adik maa. kata nya seruu, Ada temen main nya. El juga mau ada temen main" Jelas El pelan.


"Sayang, Kalo kamu punya adik, Kamu bukan cuma ngajak main doang, Tapi harus bisa kamu jaga, kamu Urus, dan juga kamu hibur kalo adiknya nangis. emang El bisa hmm?" Ucap Ana lembut.


"El bisa kok maa" jawab El yakin.


"Ga semudah itu sayangg" Tolak Ana lembut.


"Kamu tenang Aja ya El. Nanti mama sama papa bikinin" Celetuk Ben dengan senyuman lebar nya. cihh, dasar gila, ringis Ana.


"Bener yaa paa?" tanya El sangat antusias.


"Iya sayang. Tapi El janji ya bakal slalu sayang sama adiknya nanti" Jawab Ben.


"El janjii paa. Terus nanti mainan El buat adik aja juga gapapa kok" Balas El semangat.


Setelah itu El terus bercerita dengan antusias dan semnagat. Sedangkan Ana menanggapi Dengan semangat yang sama sambil sesekali melirik Ben dan menatap nya tajam. Lah emang aku salah? Lagian kan nanti kalo udah nikah juga pasti mungkin banget buat ngasih El adik, Pikir Ben. Ben kembali melajukan mobil sampai Di basement kantor Ana.


#

__ADS_1


BUAT SEMUA NYA KALO ADA YANG SALAH ATAU GA SESUAI TOLONG KOMENTAR YA BIAR AKU TAU HEHE:)


aku mencintai kalian semua:*


__ADS_2