
"Intinya abis mandii kebawah , makan bareng. Kakak udah masak capek-capek masa ga dihargain sih? lagian ini keinginan ponakanmu juga nih, katanya mau makan bareng tantenya" cerocos kak wanda panjang
"Yaudah liat nanti ya kak" balasku sembari bangkit dari tidurku dan berjalan mengambil handuk serta pakaian ganti kemudian berjalan meninggalkan kak wanda memasuki kamar mandi.
***
oke waitt. Tadi kak wanda bilang 'keinginan keponakan?' aku langsung berlari keluar kamar mandi. Disana, kak wanda sudah berdiri didepan pintu dan baru akan memutar gagang pintu, tetapi aku--
"kakak hamil?" teriakku dari depan pintu kamar mandi. kak wanda menoleh kearahku dan tersenyum sangat manis
"Wahh bener nih? aku bakal dapet keponakan lagi dong?" tanyaku sembari berjalan mendekat dan langsung memeluknya
"Iyaaa. Ini peluk nya jangan kenceng-kenceng dong. ntar anak gw kegencet" ucapan kak wanda membuatku melonggarkan pelukan dam terkekeh geli.
"Iya dehh. selamat ya kak" ucapku melepaskan pelukan kak wanda
"Iya makasih ya adikku sayang" balasnya
"Udah sana buruan mandi. abis itu turun kebawah. kita makan malem bareng sekalian kakak mau ngasih pengumuman perihal kehamilan kakak" ujar kak wanda saat aku mengelus perutnya
"Kaka belum kasih tau yang lainnya?" tanyaku
"Belum. udah sana buruan. kakak mau masak" jawabnya melepaskan tanganku diperutnya
"Eh tunggu. kaka jangan masak. tunggu aku bentar. 5 menittt" teriakku langsung mengajak kak wanda duduk di kasur.
aku langsung berlari kekamar mandi dan bergegas mandi. saat keluar kamar mandi, aku sudah tak melihat kak wanda disana. aku panik dan langsung memakai pakaianku dengan cepat.
aku buru-buru turun kebawah mencari keberadaan kak wanda tanpa memperdulikan orang tuaku beserta kedua kakkaku yang menatapku dari saat aku menuruni tangga. aku melihat kak wanda didapur.
"Ga bisa apa kak tunggu bentar?" celetukku begitu sampai dibelakangnya
"Yahh abis kamu lama banget. kan jadinya gw bosen. mending kebawah duluan kan sambilan masak" jawab pembelaannya
"iyaa terserah deh" jawabku kemudian membantunya memasak.
aku membantu kak wanda masak. atau bisa dibilang aku yang memasak. aku menarik kak wanda untuk duduk dikursi dan hanya melihatku saja. soalnya kan, kehamilan diusia muda itu rentan banget, jadi aku takut kalo nanti ada apa-apa, batinku.
aku mulai memasak sayur asam. ikan goreng. ayam goreng. sambal geprek buat ayam. setelah semua menu selesai, aku meletakkannya diatas meja makan. kak wanda juga membantu membawanya kemeja makan.
setelah semua selesai, kak wanda berjalan keluar dapur untuk memanggil semuanya. aku langsung bergegas meletakkan panci atau kuali yang kotor ke wastafel. tidak lupa juga, aku mulai me-lap dapur.
aku membersihkan minyak-minyak yang ada dipinggiran kompor. setelah itu, aku mulai memcuci piring, kuali dan juga panci yang kotor. setelah hampir selesai, kak wanda berteriak memanggilku. aku yang kaget pun jadi panik.
"Kenapa kak?" tanyaku berteriak setelah berlarian keluar dapur untuk mengecek keadaan kak wanda.
"Buruan. Kita makan dulu" jawab kak wanda. aku berdecak kesal.
"Ck. Iya bentar lagi" jawabku sembari kembali memasuki dapur. Kirain ada apaan, ini sabun cuci di tangan aja belum dibersihin, batinku.
setelah selesai mencuci piring dan merapikannya di rak piring. aku mencuci tanganku lagi agar bersih. kemudian, aku berjalan ke meja makan, dan duduk disalah satu kursi kosong disamping kak wanda. semuanya menatapku.
"Ada yang mau aku kasih tau kekalian semua" ucap kak wanda membuat semua orang mengalihkan pandangan padanya
__ADS_1
"Sebenernya aku lagi hamil" semuanya terdiam beberapa detik. hingga--
"What?! seriuss?! aku bakal punya anak lagi?!" pertanyaan beruruntutan disertai teriakan terdengar dari kak agus.
"Iyaa" jawab kak wanda dengan senyuman manisnya.
Kak agus langsung memeluk kak wanda. Semua yang ada dimeja makan mulai mengucapkan selamat untuk kak wanda. aku tersenyum. apakah jika aku yang hamil kalian akan sesenang ini? batinku.
"Kamu ga ngucapin kakak ipar-mu?" pertanyaan sinis terdengar dari mama
"Zahra tadi udah ma" jawab kak wanda
"pantes tadi lu turun langsung cari kak wanda" balasan kak yansyah yang tak kuhiraukan.
Keadaan kembali sunyi. Hanya ada kak agus yang sibuk menaruh makanan dipirjng kak wanda. kalo aku hamil, apa ben juga bakal kayak gitu? batinku. kami mulai mengambil makanan dan memakannya. aku, dan mereka yang ada dimeja makan, sibuk dengan pikiran masing-masing.
"Mama udah ajak anak temen mama buat makan malam kita besok" ucap mama membuka suara. semuanya terdiam beberapa saat.
"Buat apa ma?" tanya kak wanda
"Biar besok Ana pilihnya anak temen mama aja. jadi, ada alasan buat nolak duda itu" balas mama yang membuatku langsung meletakkan sendokku.
"Mama mau nikah lagi?" pertanyaanku membuat semuanya langsung menatapku
"nggak lah" jawab mama cepat
"terus ngapain ngajak anak temen mama? mama udah tau kan kalo besok malam aku lamaran? apa udah lupa? atau pura-pura ga denger?" Bentakku kesal.
masih aja ga peduli pendapat orang lain, batinku. semuanya terdiam mendengarku. aku tak pernah semarah ini. sekesal apapun aku, aku hanya akan diam. ya gimana ga ngebentak coba? punya orang tua ga pernah banget ngertiin anaknya.
"Yaudah mama aja nikah lagi sana. apa urusannya sama aku? mama yang ngajak berarti mama yang nikahin lah. kecuali aku yang ngajak, baru aku yang nikahin" jawabku tegas
"ANA" teriakkan dan tatapan tajam ditujukan papa padaku.
"apa?" tanyaku menantang
"Kamu tuh ya, kayak ga ada sopan santun lagi sama orang tua" teriakan marah dari papa menggelegar dimeja makan
"Orang tuanya aja ga punya hati, ngapain dipikirin?" tanyaku lagi seraya bangkit dari dudukku. sumpah, aku ga pernah sampe segininya, batinku.
"Dek, duduk" ucapan kak agus membuatku menoleh sebentar.
"kaka lanjut makan aja. aku mau nyelesaiin Proposal presentasi buat lusa" jawabku dan mulai berjalan menjauh
"Ana ihh, temenin kaka dulu" ucapan kak wanda membuatku berhenti berjalan.
aku mengingat ucapan kak wanda waktu dikamar tadi. kemudian, aku kembali berjalan kemeja makan dan duduk disamping kak wanda. dari pada nanti ponakanku ileran , mending aku disini aja dulu, batinku.
"Buruan kak makannya" ujarku pada kakak iparku itu
"Pelan-pelan aja. nanti keselek gimana?" pertanyaan sinis terdengar dari kak agus
"Kalo mau bahas soal pria yang kalian pilih nanti aja. lagian, aku ga bakal mau. aku udah capek, semuanya selalu menurut kalian. aku ga mau kalo pasangan hidupku yang harus bersamaku sampai maut memisahkan juga terserah kalian. kalo emang kalian ga restuin, yaudah gampang, aku ga usah nikah" jelasku begitu melihat mama akan bersuara lagi.
__ADS_1
"Mah, udah ya" jawaban kak agus sambil melanjutkan makannya
"Kamu makan juga lah , dek" perintah kak wanda
"Ga nafsu kak. Mual. enek. Rasanya pengen muntah" jawabku langsung
"Yaudah deh kalo gitu" balas kak wanda
semuanya menatapku begitu mendengar aku berbicara seperti tadi. aku bosan. dari tadi nungguin kak wanda makan aja. makannya pelan banget lagi, jadi nya kan lama, batinku kesal.
"Kak. makannya buruan dong" celetukku ditengah kebeningan
"Iyaa nih udah" jawabnya
"Kok ga abis sih?" tanyaku
"Ga nafsu. mual gitu" jawab kak wanda lagi
"Yaudah, aku duluan ya keatas" balasku yang langsung bangkit dari dudukku. aku hanya malas jika harus berhadapan dengan keluarga menyebalkan ini.
"Besok malam. Jam 7. Minta pria itu datang bersama keluarganya" ucapan papa membuat kami semua kembali menatapnya
"Siapa?" tanyaku
"Pria duda itu. Papa terima pilihanmu. tapi, kamu harus janji bakal selalu bahagia" jawaban papa
"Tapi pahh" teriakan tidak terima terdengar dari mama
"biarin lah ma. Dia juga pengen kali nentuin pilihannya sendiri" celetuk kak yansyah membelaku. jarang-jara**ng.
"Makasih" ucapku kemudian kembali melangkah kekamar.
Aku berjalan menaiki tangga dan kembali menuju kamar zahra. aku menyender dikepala ranjang dan mulai membuka laptopku. aku membuat ulang proposal untuk kegiatan presentasiku lusa.
Sembari membuat proposal. aku mengambil handphoneku yang sedang di-charger. kemudian, aku mencari kontak ben dan menelponnya. Belum sampai didering ketiga, telepon sudah diangkat oleh yang punya.
"Haloo" terdengar sapaan dari seberang telepon
"Hai juga" jawabku
"Kamu lagi ngapain?" lanjutku lagi
"Ini lagi periksa email" jawabnya
"kamu sendiri lagi ngapain?" lanjutnya bertanya
"Lagi bikin proposal" jawabku
#
Bantu like, comment, favorite and vote. trims:)
Jangan lupa follow ig @destiichz ya!
__ADS_1
~Disaat batin sudah lelah, Pemberontakan pasti akan terjadi secara terus~ destiichz
aku mencintaii kalian semua:*