
"tapikan el sama mama udah ada papa?" tanya el bingung. bener tuh sayang. aku menatap el dengan tatapan memelas.
"papa tadi tega sama mama. Jadi, mama mau cari papa baru aja yang lebih sayang sama mama yaa" jawab ana santai sembari menciumi puncuk kepala el.
"Sayanggg" rengekku dihadapan ana.
"El mau kan papa baru?" tanya ana pada el mencoba mengabaikanku.
aku menatap el dengan tatapan memelas. ayoo anakku tunjukkan pesonamu. jangan mau papa baru atau apalah itu. papa mu dan suami mamamu itu aku, dan hanya bisa aku, batinku.
***
Hatiku berdetak sangat cepat. dag. dig. dug. deg. deg. mereka seakan berdisko didalam sana. aku menarik nafas dan menghembuskannya pelan. Terlihat sekali aku sangat ketakutan.
"El mau ma" JDEUARRRR. harapan tak selalu sama dengan realita :) . jawaban el seakan membuat duniaku runtuh.
"El mau kok kalo papa baru nya sayang sama mama dan el. terus juga ga jahat sama mama" ucap el. ga boleh----
aku panik. badanku keringat dingin. bahkan, suasananya sudah sangat mencekam sekarang. Kami disini sudah seperti acara yang ditayangkan secara live. oh my ghost, huhu, batinku menangis.
"Sayangg" rengekku lagi sembari berjalan mendekati mereka dengan cepat.
"Pokoknya kamu ga boleh cari yang baru. dan el, kalo sampe kamu terima papa baru, papa ga bakal beliin el mainan sama es krim lagi" ucapku yang sekarang sudah berada dihadapan mereka.
"Ihh papaaa" teriakk el merengek padaku.
"udah gapapa sayang. biar mama yang beliin ya" balas ana sembari mengelus rambut el.
"bener ya ma?" tanya el antusias. what?!
"bener dong" jawab ana menciumi seluruh permukaan wajah el.
"sayangg jangan gitu" rengekku sembari memohon pada ana dengan menggenggam erat tangannya.
"Lepas!" ucap ana menatapku tajam.
"sayang maaf" aku menatap matanya dengan tatapan memohon. ana mengalihkan pandangannya dariku.
"Ayo maa kita pergi" ucap ana mengajak ana mamaku.
"ayoo sayang" balas mama sembari menghentakkan keras tanganku yang sedang memegangi tangan ana dengan kasar.
"kakak mau ikut ga?" tanya ana.
"mauu!" jawabku cepat.
"gw ga ngajak lu" balas ana menatapku sinis.
"ga deh. mau rapat dulu kan?" ucap kak agus sembari terkekeh geli. jahat banget sih. ketawa diatas penderitaan adik iparnya, batinku kesal.
"sayangg" aku terus merengek memanggil ana.
__ADS_1
"kakak pulang aja kan nanti sore mau nganter mama sama papa. ana sama el nyusul ntar" ucap ana pada kak agus. aku terus merengek dengan tatapan memohon pada ana.
"Kerja sama nya?" tanya kak agus tersenyum manis. dasarr, grrrrr.
"Udah ga usah dipikirin. CEO nya udah tau isi nya kok. lagian, CEO nya pasti sibuk mau main sama para wanita penggodanya" jawab ana berjalan melewatiku diikuti mama.
"Sayangg" bentakku.
"apa?!" teriak ana menjawabku sembari menatap tajam kearahku. kok jadi galakkan dia sih?
"sayang maaf" ucapku pelan kembali berjalan mendekatinya dan langsung memeluknya erat.
"aku ga kenal sama mereka. aku juga ga tau sejak kapan ini perusahaan jadi tempat bernaungnya wanita-wanita itu" jelasku dengan memeluk ana erat.
aku seakan tak memperdulikan el yang memberontak karena masih berada digendongan ana. kudengar suara tarikan nafas berat dari ana. aku semakin mengencangkan pelukanku saat ana berusaha melepaskannya. el trus mengeluh. aku hanya takut dia beneran---
aduh kan bisa gawat! baru aja diterima kemaren, ya kali sehari setelah lamaran ending sih, jangan sampe ya tuhan. kali ini aku beneran serius sama ana. aku, dan hanya aku yang boleh memiliki ana, batinku berdoa.
"Iyaaa udah. ini lepas dulu ihhh. susah nafas" mendengar ucapan ana, aku mulai merenggangkan pelukanku.
"papa ihhh lepasss" teriak el yang terus memukuliku.
"kalo ga dilepass, gw bakal marah selamanya" ucapan ana yang membuatku langsung melepaskan pelukanku. aku menyengir tidak jelas sembari menciumi pipi el. menggemaskan.
"Maaf ya sayang" ucapku. saat aku ingin menciumi pipi ana, dengan gerakan cepat ana sudah mendorongku dan mundur menjauh. ana menatapku tajam.
"Ayoo maa, kak" ajak ana yang mulai berjalan keluar.
"mama aja yang bawa" ucap mamaku saat berada didepan mobilnya yang kemudian masuk kekursi kemudi.
"Kakak langsung pulang yaaa. jangan lama-lama disini. kalo sampe lama, aku bakal potong burung kaka, dan kalo sampe kakak selingkuh karena godaan wanita penggoda disini, kakak bakal kujadiin daging cincang. ngerti?!" teriak ana pada kak agus.
serem banget gilaaaa---- bisa gawat kalo sampe burung gw dipotong. nanti ga bisa dong buat adek untuk el, ringis batinku. aku mengernyitkan dahiku. itu sindiran keras untukku.
ana menatap tajam kearahku. sangat menyeramkan. kemudian, ana masuk kedalam mobil. duduk disamping kemudi dengan el dipangkuannya, lalu pergi meninggalkan perusahaanku.
"yang sabar ya dek" ucap kak agus menepuk bahuku sembari terkekeh geli dan berjalan keluar dari perusahaanku.
setelah mereka semua pergi. aku menarik nafas dalam dan menghembuskannya pelan. aku membalikkan badanku dan menatap tajam kearah mereka semua yang ada disini.
"Tuan maafkan sayaa" ucap wanita yang tadi membuat masalah sembari terus berlutut dikakiku.
"berani sekali kalian!" teriakku sembari menghempaskan tangan kotornya yang memegang kakiku.
"tuann maaf. tolong jangan pecat saya" wanita tersebut terus menangis sembari meminta maaf.
"cih. menjijikkan" ucapku pelan.
"mulai hari ini, kamu saya pecat" lanjutku dengan lantangnya menatap wanita itu yang mulai menangis tersedu-sedu.
"Alex!" geramku. alex mendekatiku dengan menundukkan kepalanya.
__ADS_1
"sejak kapan perusahaan ini menjadi tempat wanita penggoda hah?!" teriakku.
"maaf tuan" jawab alex pelan.
"Kalian!" teriakku pada wanita yang berdiri ketakutan dan merupakan teman wanita yang sedang menangis dihadapanku.
"mulai hari ini, kalian semua dipecat!" teriakku lantang menatap kearah mereka semua.
"Dengar baik-baik! jika sampai ada diantara kalian yang menggunakan pakaian kurang bahan seperti mereka lagi. maka, silakan kalian langsung angkat kaki dari sini. cihh menjijikkan" Teriakku menatap tajam kesekitarku. aura dingin dan kemarahan jelas terpancar dariku.
"Dan anda, saya pecat" teriakku sambil menatap salah satu pria yang biasanya meng interview karyawan baru.
"tuann saya--" balasnya.
"diam!" teriakku memotong ucapannya.
"saya tidak bodoh yaa. Saya sudah tau, jika kau hanya bisa memperkerjakan wanita penggoda disini. perusahaanku bukan tempat yang cocok. ini tempat bisnisN bukan club malam. sekarang, pergi dari sini. jika sampai aku melihat kalian dalam radius pandanganku, aku takkan membiarkan kalian pulang dalam keadaan utuh" Seru ku panjang lebar sembari menatap tajam kearah semuanya.
aku berjalan menjauhi mereka semua dengan menuju lift alex yang mengikuti dibelakangku. aku menatap tajam kearah semuanya. gara-gara mereka ana jadi semarah itu denganku, batinku geram.
"Ingat baik-baik wajah wanita tadi. wanita itu istriku. Dia tak perlu janji apapun untuk menemuiku. apa kau mengerti?" ucapku tajam menatap dua wanita yang sedang duduk dimeja resepsionis saat aku berada tepat didepan pintu lift.
"baik tuan" jawab mereka yang menunduk gemetar ketakutan.
aku tak menjawab lagi. aku langsung masuk kedalam lift dan menuju ruanganku. alex masih tetap mengikutiku. aku masuk kedalam ruanganku dan mulai memijat keningku yang terus berdenyut.
"tu-tuan, anda baik-baik saja?" tanya alex menatapku. aku menghembuskan nafas berat.
"aku gapapa. alex, tolong kamu Atur rapat untuk besok. kita akan keperusahaan mereka untuk menerima kerja sama. aku sudah tau semua isi dari presentasinya" jelasku pada alex.
"Baik tuan. jika tidak ada lagi saya permisi" ucap alex.
"Sebentar. Tolong bawakan semua berkas-berkas yang harus diselesaikan hari ini dan besok" ujarku.
"baik tuan. kalo begitu, saya permisi" jawab alex.
kemudian, alex keluar dari ruanganku. aku mulai memijit keningku. aku membuka hadphoneku dan mulai mencari kontak ana menelponnya. aku juga menelpon mama untuk bertanya.
Sampai sambungan berakhir, tak ada dari mereka yang menjawab panggilanku. aku mengerutkan dahiku. mereka kemana? apa handphone mereka sedang dam mode diam? atau mereka masih marah ya? batinku bertanya. aku sibuk dengan pikiranku sendiri.
aku tidak sadar jika terus melamunan hingga tak mengetahui alex sudah berada diruanganku. aku langsung menyadarkan diriku dan mulai mengecek berkas-berkas yang alex taruh dimejaku. kemudian, alex kembali kemeja nya, mengerjakan tugasnya. aku pun mulai mengecek semua berkas yang ada.
#
~diamlah jika anda tak mengetahui apapun. terkadang, perbuatan akan dibalas sebagaimana mestinya~ destiichz
Happy Reading:)
Follow IG @destiichz ya!
Bantu like, comment, favorite and vote ya:"
__ADS_1
aku mencintai kalian semua:*