Duda Itu Milikku

Duda Itu Milikku
Episode 71


__ADS_3

Happy Reading gais:)


Please like, Comment, Vote And Favorite ya:)


Follow Instagram @destiichz dan @dedefff17


#


"Sini Tuan Biar saya yang bawa" Ucap Pak supir berjalan cepat mendekati Ana dan Ben.


"Ga usah Pak. Biar Ben aja" Jawab Ana lembut.


Alex tersentak kaget mendengar Suara Pak supir. Ia langsung menatap kantong belanjaan yang berada di tangan Ben. Alex yang salah karena lengah pun dengan cepat berjalan mendekati Ana juga Ben. Ia berjalan menjauh dari Sinta Juga pria tua Itu.


"Sini tuan biar saya saja" Ucap Alex yang sudah berdiri di hadapan Ben dengan tangan yang akan mengambil kantong belanjaan dari tangan Ben.


"Ga usah. Kamu urus mereka berdua aja. Pastikan Pria tua itu mendapatkan pelajaran yang setimpal karena sudah berani berteriak di hadapan Ana" Perintah Ben sambil tersenyum Mengerikan.


"Baik Tuan" Jawab Alex sambil menundukkan kepala nya menahan senyum. Ana berdecak.


"Cih. Gengsi banget sih jadi orang. Jelas banget tadi Bela Alex. Bisa-bisa nya malah ngalihin ke aku" Ucap Ana melirik Ben sinis karena kesal.


"Apa?" Tanya Ben pura-pura gak tau.


"Udahlah. Padahal belain Alex tapi ngalihin nya ke Aku" Jawab Ana sembari memutar bola mata nya malas pada Ben yang gengsi Akut.


"Ekhem. Belain Alex itu sekalian sayang" Balas Ben.


"Udah deh Terserah. Ayo buruan" Ajak Ana.


Ana menarik tangan Ben menuju mobil mereka. Pak Supir membukakan bagasi mobil untuk Barang belanjaan mereka. Alex sudah siap dengan membukakan pintu mobil untuk Ben juga Ana.


Ana tersenyum sekilas pada Alex, Setelah itu Ia masuk terlebih dahulu ke dalam mobil. Ben yang sudah selesai nengatur belanjaan di bagasi belakang dengan cepat masuk ke dalam mobil dan duduk di samping Ana yang sedang memainkan HP. Ben juga membuka Hp nya mengecek Sesuatu.


Alex dan Pak supir yang bernama Fajar pun dengan cepat juga memasuki mobil. Alex duduk di samping pak Fajar. Tanpa disadari oleh Ana juga Ben, Alex merasa terharu atas pembelaan Ben dan Ana tadi. Pak Fajar mulai melajukan mobil, Berlalu Meninggalkan halaman supermarket tersebut.


Tuan, Saya tak menyangka jika tuan membela saya. Biasa nya Tuan Hanya marah kembali pad saya. Sekarang saya tau yang sebenarnya, Saya Akan slalu mengabdi kepada keluarga Tuan Juga nyonya bahkan sampai saya tiada, Batin Alex yang terharu.


"Kamu ngapain sih?" Tanya Ben yang merasa kesal karena sedari tadi Ana hanya Focus pada Hp saja.

__ADS_1


"Ga ngapa-Ngapain" Jawab Ana tanpa melirik Ben yang semakin membuat Ben bertambah kesal.


"Bohong. Sini-in" Ucap Ben marah sambil menarik Hp Ana secara paksa. Ana sontak saja terkejut.


"Apaan sih?" Teriak Ana kesal. Ana kembali menarik HP nya yang berada di tangan Ben.


"Tuh kan. Chatan sama siapa hah?" Tanya Ben.


"Kamu selingkuh Hah? Iya?!" Lanjut Ben bertanya. Ia sudah berpikiran sangat negatif sekarang.


"Astagaaa" Teriak Ana frustasi.


"Emosional banget sih jadi orang. Nih liattt" Lanjut Ana sambil menunjukkan layar Hp nya pada Ben. Ben masih merasa tak percaya dengan Ana yang menunjukkan layar yang berisi Online Shop.


"Bohong. Pasti tadi kamu ga buka yang ini" Seru Ben masih dengan pikiran negatif nya.


"Terserah deh. Cek Aja kalo ga percaya" Ucap Ana santai sembari menyodorkan Hp nya pada Ben.


"Pasti udah dihapus tadi!" Seru Ben setelah mengambil HP Ana dan Memeriksa nya sejenak.


"Ga pernah kuhapus. Ga percaya banget sih. Denger ya, Kalo jadi suami istri tuh harus saling percaya. Kalo cuma masalah Hp Aja kamu ga percaya, gimana ke depan nya?" Jelas Ana.


"Berlebihan Kayak gimana sih? Ga kebalik? Kan yang berlebihan itu kamu" Jawab Ana Malas.


"Tadi kenapa pas aku pengen liat malah ga boleh hah? Mau alasan apa lagi?" Tanya Ben.


"Astagaa. Tadi bukan nya ga boleh, Tapi Aku cuman Kaget. Jadi nya refleks Sayang" Jawab Ana sambil tersenyum. Ia menggelengkan kepala nya karena Ben yang sangat cemburuan tak jelas pada nya.


"Bohong" Seru Ben sambil mengalihkan pandangan Nya ke luar jendela agar tak melihat Ana, juga Agar tak dapat dengan mudah di rayu Oleh Ana.


"Terserah deh mau percaya apa nggak" Jawab Ana yang sudah pasrah dengan suami nya itu.


"Tuh kan keliatan banget kalo bohong. Dimana-Mana yaa suami nya tuh di bujuk, Lah ini ga sama sekali!" Seru Ben yang masih ngambek pada Ana. Pak Fajar dan Alex yang duduk di depan hanya bisa mendengarkan sambil menggelengkan kepala melihat kelakuan tuan mereka itu.


"Terserah" Ucap Ana yang dengan kesal menarik Hp nya kembali. Ana mulai melihat-lihat barang-barang yang di jual secara online di sana.


"Sibuk aja sana sama selingkuhan" Seru Ben dengan Nada Kesal karena merasa cemburu. Ana mengabaikan Ben. Ia tetap melihat-Lihat Hp nya.


"Alex, Ukuran pakaian kamu berapa?" Tanya Ana.

__ADS_1


"Saya Ukuran L, Nyonya" Jawab Alex. Ia merinding sekarang. Ia juga bertanya-tanya, mengapa nyonya nya melibatkan nya dalam masalah besar dengan tuan nya itu. Ana menganggukkan kepala nya.


"Cowo Lain di tanya. Suami sendiri di abaikan" Seru Ben tak terima. Alex di posisi nya langsung merinding seketika. Fajar menahan tawa nya begitu menyadari Alex yang tegang di sebelah nya.


"Alex, Kamu suka warna biru?" Tanya Ana lagi.


"Mmm, I-iyaa nyonya" Jawab Alex Gugup.


"Ana!" Teriak Ben kesal karena di abaikan sedari tadi. Alex Berjengit kaget di depan. Ana dengan santai nya men scroll beranda Online shop.


"Ck. Ga usah teriak kali! Telinga aku masih berfungsi dengan sangat baik!" Ana berdecak kesal. Ia kembali memainkan HP nya yang malah membuat Ben semakin Marah. Ana Tersenyum.


"Hei!" Teriak Ana terkejut karena Ben lagi-lagi menarik HP nya dengan hentakan yang cepat.


Fajar tetap melajukan mobil dengan tenang. Alex Terdiam dan mendengarkan Tuan maupun Nyonya nya. Ana mengalihkan pandangan nya keluar jendela. Ia membiarkan Ben menjelajahi Isi Hp nya agar Ben puas dan tak berprasangka pada nya.


"Sayang" Ana mengaikan panggilan Ben.


"Ana" Panggil Ben lagi dengan sangat lembut.


"Apa?" Tanya Ana tanpa mengalihkan pandangan Nya. Ana sudah terlalu malas untuk berdebat.


"Kamu ngapain beli ini?" Tanya Ben bingung sambil menunjukkan layar Hp Ana pada Ana.


"Dimana-mana ya, Orang kalo beli pakaian tuh ya buat di pake. Ga ada orang beli pakaian buat di makan!" Jawab Ana kesal. Ia menatap layar Hp nya.


"Maksud Aku ini buat Apa?" Tanya Ben lagi sambil menunjuk sisi Kanan layar Hp Ana. Ana yang tak paham dengan maksud Ben hanya mengerutkan dahi bingung. Apa yang salah? tanya batin Ana.


"Apa nya sih?" Tanya Ana kesal.


"Ini buat apa banyak banget" Jawab Ben.


"Ya ga buat apa-apa. Cuma Buat di pake. Lagian tenang Aja, Aku beli pake uangku sendiri. ga bakal pake uang kamu kalo itu yang kamu khawatirin" Balas Ana.


#


KALO ADA YANG SALAH ATAU GA SESUAI KOMEN YA GAIS:)


Aku mencintai kalian semua:*

__ADS_1


__ADS_2