
Happy Reading gais:)
Please like, comment, favorite and vote Okay!
follow ig @destiichz and @dedefff17 !
#
"Yaudah deh" Jawab Ana.
setelah itu, Ana berjalan kembali ke kamar nya dengan pikiran dan hati yang kacau. Sedangkan Yansyah memasuki dapur untuk membuat beberapa hidangan makanan untuk santapan nya dan Ana sebelum pergi kerumah kakak pertama nya, Agus.
***
Begitu memasuki kamar nya, Ana bergegas mencari handphone nya. Ia melihat handphone nya berada di atas meja rias dan segera menyalakan nya untuk menelpon Ben. Ana mencari kontak Ben di handphone nya.
Begitu menemukan nya, Ana langsung memanggilnya. Beberapa saat telpon berdering, Tapi tak ada jawaban dari Ben. setelah 3 kali mencoba dan tak ada jawaban, Ana mendengus kesal dan kembali meletakkan handphone nya di atas meja rias.
Ana berjalan mendekati lemari dan mulai menurunkan koper yang berada di atas nya. Ana memilih pakaian yang akan dia gunakan, ia menghabiskan waktu untuk membereskan barang-barang nya yang akan di bawa kerumah kakak pertama nya, Agus dengan kesal.
Disisi lain, Ben yang baru pulang bekerja langsung bergegas mandi. Ia merasa begitu lelah karena bekerja seharian. Setelah selesai Mandi dan berpakaian, Ben mengambil handphone nya yang berada di dalam tas kerja nya dan duduk di pinggiran kasur.
Begitu Ben menyalakan handphone nya, ia melihat 3 panggilan tak terjawab dari Ana. Ben tersenyum. kayak nya dia udah tau deh soal pernikahan yang akan di majukan, batin Ben.
Ben tau Ana pasti ingin membahas soal pernikahan mereka dan berniat untuk kembali menunda nya. Ben menelpon balik Ana. Setelah telepon berdering beberapa saat, Panggila pun di jawab oleh Ana.
"Haloo sayang" Sapa Ben Lembut.
"Ck. Ga usah basa basi deh" Decak Ana kesal dari seberang telepon.
Awalnya, Ana sudah akan bergegas keluar kamar dengan membawa koper yang berisi pakaian nya. Begitu mendengar handphone nya berdering, Ia bergegas mendekat dan menjawab panggilan yang tak lain dari Ben.
"Kenapa ga bilang dulu kalo pernikahan kita di majuin sih?" Tanya Ana kesal.
"Kan aku udah bilang waktu pas hari ulang tahun aku sayang" Jawab Ben sambil terkekeh geli.
"Tapi, aku kan ga pernah setuju Ben!" Bentak Ana yang semakin merasa marah.
"Yang penting aku udah bilang. Lagian, kita kan bakal tetep nikah, Jadi apa salah nya kalo dipercepat?" Ucap Ben santai.
__ADS_1
"Salah besar. Aku belum siap kalau harus dadakan kayak gini. Harus nya kamu tunggu aku setuju dulu kali" Ana merasa dipermainkan.
"Yang penting aku udah ngomong. Lagian, Aku kayak gini kan karena takut kamu bakal pergi lagi sayang" Jelas Ben di seberang telepon.
"Yaa gak gini juga kalii" Teriakk Ana sewot.
"Kemaren Kan cuma prank karena kamu ulang tahun Ben--" Lanjut Ana Geram.
"Ya mau gimana lagi sayang? Udah terlanjur juga. Lagian, Undangan udah disebar kok" Jawab Ben membela diri.
"Tapi, Harus nya kamu kasih tau aku dulu! Ya kalii tiba-tiba orangtua ku besok udah mau kesini sihh?!!! Udahlah terserah kamu aja. pasti nya aku ga mau pernikahan kita diadakan 3 hari lagi. titik." Teriak Ana Frustasi.
"Aku udah ngomong sama kamu, Dan soal pendapat kamu? aku gak peduli tentang itu. Yang pasti kita bakal tetep nikah 3 hari lagi. Ga ada penolakan" Ucap Ben Tegas pada Ana.
"Ohh Yaudahh!!! Okey!!! Kalo gituu kamu aja yang nikah sendirian atau ga cari Cewe lain Ga usah sama aku. Dah By!" Teriak Ana kesal.
Setelah menutup panggilan, Ana menghembuskan nafas berat dan mulai menenangkan diri nya yang sedang emosional. Begitu tenang, Ana berjalan Keluar kamar dengan membawa koper dan meletakkan koper nya di depan pintu apartemen.
"Masak Apa kak?" Tanya Ana mendekati Yansyah yang sedang berkutat focus di dapur.
"Mie sama telor dek" Jawab Yansyah membawa mangkok ke meja makan.
"Kita makan dulu baru kerumah Kak Agus" Ucap Yansyah yang dijawab Anggukan kepala oleh Ana.
Ana dan Yansyah mulai menyantap makanan mereka. Beberapa saat kemudian, Setelah selesai makan, Ana membawa piring kotor bekas diri nya dan Yansyah Makan ke wastafel dapur dan mencuci nya hingga bersih.
Selesai mencuci, Ana memeriksa pintu dan jendela-jendela, serta mematikan kompor beserta peralatan yang menggunakan listrik lainnya di matikan. Setelah merasa aman untuk meninggalkan apartemen nya, Ana berjalan medekati Yansyah yang sedang duduk di ruang tengah sambil memainkan Ponsel genggam miliknya.
"Ayo kak pergi" Ajak Ana pada kakak nya itu.
"Kamu udah siap?" Tanya Yansyah.
"Iyaa udah" Jawab Ana mendekati koper nya.
"Kompor, Kipas, Air Dan lain-lain udah di matiin?" Tanya Yansyah Lagi.
"Iyaa kak udah semua. tenang aja, aman kok" Jawab Ana meyakinkan kakak nya.
"Ya buat jaga-jaga aja. Takut nya ada apa-apa" Balas Yansyah mulai bangkit dari duduk nya.
__ADS_1
"Aku ga usah bawa mobil?" Tanya Ana begitu melangkahkan kaki nya keluar apartemen nya.
"Ga usah" Jawab Yansyah yang sudah berjalan ke arah lift sambil menyeret koper Ana.
Selesai mengunci pintu kamar apartemen nya, Ana berlarian kecil kearah lift yang sudah terbuka dan berdiri di samping kakak nya. Suasana di lift begitu sepi dan sunyi. Begitu lift terbuka, Ana menyeret koper nya berjalan keluar dari lobby didampingi Yansyah.
"Berhenti!" Deg. Deg. Deg. Ana secara spontan menghentikan langkah nya begitu pun dengan Yansyah. Mereka mengernyitkan dahi bingung menatap 2 orang di depan mereka.
"Kenapa ya pak?" Tanya Ana bingung. Ana tak mengenal mereka, Dan sudah jelas mereka bukan satpam di apartemen Ana. Mereka berdua memakai pakaian Jas yang formal.
"Kalian Mau kemana? kenapa membawa koper?" Tanya Salah seorang dari mereka.
"Kami mau pergi pak. kenapa ya?" Jawab Ana.
"Maaf nona. Anda tidak diizinkan meninggalkan apartemen ini" Jawab salah satu dari mereka yang sontak membuat Ana bingung.
"Kamu kenal mereka Na?" Tanya Yansyah.
"Nggak. Aku ga tau mereka siapa" Jawaban Ana membuat Yansyah menarik tangan Ana dan koper yang dipegang Ana keluar lobby.
"Maaf tuan. Anda tidak bisa membawa nona Ana kemana-mana" Tangan seseorang dari mereka mulai mencegah Ana dan Yansyah berjalan.
"Kalian siapa sih? Ana ga kenal sama kalian, Dan kemanapun Ana pergi itu ga ada urusan nya sama kalian" Teriak Yansyah Kesal.
"Maaf tuan. Tapi nona Ana tak boleh meninggalkan apartmen ini selangkah pun" Jawaban tak terbantahkan dari mereka.
Ana melirik ke sekitar nya dan melihat beberapa orang mulai berjalan mendekati Ana dan mengelilingi nya. entah kenapa, Ana merasa jika orang-orang disekitar nya sama seperti dua orang didepan nya yang merupakan suruhan seseorang. Apakah aku baru saja menyinggung seseorang tanpa disengaja? Pikir Ana bingung.
Ana memegangi erat tangan Yansyah. Yansyah yang awalnya akan melayangkan tangan nya pada orang di hadapan nya sontak saja menoleh pada Ana. Ana menatap ke sekitar nya dan membuat Yansyah mengikuti letak pandangan Ana.
Begitu paham dengan situasi sekitar, Ia mulai Menenangkan diri nya sendiri dan menatap waspada pada sekitar nya. Sialan! siapa mereka? apakah musuh Ben ataukah musuh perusahaan kak Agus? Batin Yansyah.
#
KALO ADA YANG SALAH ATAU GA SESUAI TOLONG KOMEN YA BIAR BISA AKU PERBAIKIN SECEPATNYA HEHE:)
MAKASIH UDAH BACA:v
Aku mencintai kalian semua:*
__ADS_1