
Happy Reading gais:)
Please like, comment, favorite and vote Okay!
follow ig @destiichz and @dedefff17 !
#
Setelah selesai menelpon Kakak pertama nya, Agus. Ana bergegas Mencari kontak Ben dan memanggil nya. Hingga dering terakhir telpon tidak terjawab. Ana menoleh pada Yansyah yang menatap nya terus menerus sambil menggelengkan kepala nya tanda tak terjawab.
"Coba telpon lagi" Perintah Yansyah.
"Aghhh males bangetttt kak"Teriak Ana kesal.
"Udahlah nanti aja marah nya, Sekarang bukan saat nya kamu ga jelas gini. mending buruan telpon Ben deh daripada kamu ga bisa kemana-mana kan?"Seru Yansyah pada Ana.
"Iya iyaa ini di telpon" Jawab Ana malas. Setelah mencoba menelpon kembali 3 kali, Ben masih tetap tak menjawab panggilan nya. Kemana sih tuh orang? ngeselin banget ihh tiba-tiba ngilang kayak gini, Batin Ana Kesal.
"Masih ga diangkat kak" Beritahu Ana pada Yansyah.
"Mmm---Coba kamu telpon El" Saran Yansyah.
"Oh iyaa, Kenapa ga kepikrin dari tadi aja sih ya buat telpon El" Ucap Ana yang membuat Yansyah memutar bola mata nya malas menatap Ana. Ana kemudian Mencari kontak El dan Memanggil nya.
"Haloo maa" Sapa El begitu menerima panggilan dari Ana.
"Halo sayang" Sapa Ana lembut.
"Kamu lagi apa?" Lanjut Ana Bertanya.
"Lagi nonton sama bik jum, Maa" Jawab El.
"Mm nonton apa? Cuma berdua aja?" Tanya Ana.
"Iyaa cuma belduaa, Maa. Kami nonton film spombob Hehe" Jawab El bersemangat.
"Lucu loh maa. kasian swidwet nya" Lanjut El bercerita.
"Oh gituu" Ana menanggapi sambil melirik kakak nya yang sudah tak sabaran di tempat nya.
"Papa mana, El?" Tanya Ana to the point.
"Mama cali papa?" Tanya El balik.
"Iya sayang. Ada yang mau mama bicarain sama Papa penting banget" Jawab Ana.
"Bental ya maa" Ucap El.
"Bibik liat papa nggak?" Tanya El di Sisi lain nya pada Bik Jum yang berada di samping nya.
"Tuan diruang kerja nya, Den" Jawab Bik Jum.
"Mamaa, Papa lagi di ruang kerja nya" Teriak El bersemangat di telpon. Ana secara refleks menjauhkan handphone nya dari telinga. Ia merasa begitu terkejut mendengar suara El yang begitu melengking.
__ADS_1
"Mama bisa minta tolong ga sayang? bisa tolong kasih handphone nya ke papa dulu ga?" Minta Ana pada El.
"Oke maa. bental yaa" Jawab El.
Ana terdiam di tempat nya masih dengan telepon di telinga nya. Ia dan Yansyah menikmati keadaan dalam ke hening an. Sedangkan di sisi lain, El langsung berjalan menaiki tangga menuju ke tempat Papa nya, Ben berada sekarang.
"Tok. Tok. Tok. Papaaa" Teriakan El di luar pintu ruang kerja papa nya.
"Iyaa El kenapa?" Balas Ben bertanya.
"Mama telpon" Teriak El lagi.
"Mana mama sayang?" Tanya Ben begitu membuka pintu menatap ruangan nya dan menatap putra semata wayang nya yang sedang memegang HP.
"Nih papa" Jawab El sambil menyodorkan HP nya.
"Makasih ya sayang" Ucap Ben.
"Iyaa papaa" Balas El yang langsung berlari kecil kembali mendekati Bik Jum di lantai bawah.
"Halo" Sapa Ben.
"Halo" Balas Ana datar.
"Kenapa sayang?" Tanya Ben langsung.
"Kamu punya banyak musuh ya? Atau kamu lagi nyinggung orang berpengaruh akhir-akhir ini?" Tamya Ana balik.
"Musuh dalam bisnis ya pasti banyak lah sayang. Tapi kalo buat nyinggung orang aku ga inget tuh" Jawab Ben bingung.
"Emang nya ada apa Hmm?" Tanya Ben yang bingung dengan mengernyitkan dahi nya dalam.
"Ada orang di lobby. kayak nya sih musuh kamu yang mau nyandra aku" Jawab Ana santai.
"Apaa?!!!" Teriakan Ben begitu besar hingga membuat Ana melepaskan pegangan nya pada Handphone nya. Astagaa, Sekarang aku akhirnya tau kalo suara El nurun nya dari siapa, Batin Ana.
"Kamu gak apa-apa kan?? kamu sekarang ada dimana Hah??!" Tanya Ben panik.
"Aku masih di apartemen" Jawaban Ana terpotong.
"Kamu tunggu disitu. Aku bakal on the way kesana. Tunggu bentar" Teriak Ben panik hingga tanpa sadar memutuskan panggilan telpon.
Ben langsung menelpon seseorang dan dengan panik berlarian menuruni tangga, Menyerahkan Handphone El pada El. lalu, Ben bergegas keluar rumah dan mengendarai mobil nya dengan cepat menuju ke apartemen Ana.
Di tempat nya, Ana merasa sangat Kesal dan marah pada Ben yang langsung mematikan panggilan nya. Ia terkejut hingga tertegun sebentar. Ana kembali memanggil El sampai diangkat oleh El.
"Halo El, Papa mana?" Tanya Ana langsung begitu panggilan di angkat. Di tempat nya, El merasa bingung. bukan nya tadi mama udah ngomong sama papa ya? Pikir El. tapi, pada akhirnya El tetap menjawab.
"Papa balusan pergi Ma. El ga tau kemana" Jawab El.
"Oh yaudah sayang. Makasih yaa. kamu tidur nya jangan kemaleman yaa" Ucap Ana pada El.
"Siap Maa" Jawab El antusias.
__ADS_1
"Mama tutup dulu yaa. inget, Jangan tidur malem banget" Ucap Ana mengingatkan lagi.
"Okee maaa. Dahh" Ujar El sambil mematikan panggilan.
Ana kembali mencoba menelpon nomor Ben tetapi tak ada jawaban. Ana merasa pasrah dan berdoa, Semoga Ben tetap Aman-Aman saja. Ana menatap Yansyah yang sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi apapun yang akan terjadi.
"Kak, Ben Lagi on the way kesini" Beritahu Ana.
"Hah? Ngapain?" Tanya Yansyah kaget.
"Ga tau" Jawab Ana pelan dengan raut wajah khawatir.
"Ehh buruan sana telpon Ben. Kalo kamu emang bakal disandra karena Ben, Bukankah Ga aman buat Ben kesini? Dan juga mungkin juga Hal ini yang di tunggu-tunggu oleh mereka di luar sana" Jelas Yansyah yang merasa gelisah.
"Udah kak dari tadi kaliii. Tapi masalah nya telpon nya ga diangkat sama sekali. Kata El tadi, Ben langsung pergi selesai teleponan sama Aku. Berarti sekarang dia udah dijalan" Jawab Ana.
"Yaudahlah, Doa aja semoga Dia ga kenapa-napa dek" Putus Yansyah.
Ana dan Yansyah mencoba menenangkan diri masing-masing. Ana merasa sangat gelisah dan tidak tenang. bagaimanapun , semarah apapun Ana pada Ben, Ben tetaplah calon suami nya. Jadi bagaimana mungkin Ia tak merasa cemas.
"Tok. Tok. Tok" Setelah beberapa saat, terdengar suara ketukan pintu. Ana dan Yansyah tersentak dan langsung saling menatap.
"Kak" Panggil Ana.
"Mungkin itu Ben" Jawab Yansyah yang sudah mengerti pemikiran adik nya itu.
"Ga mungkin Ben kak" Seru Ana.
"Bisa aja kan Dek. Coba deh buka dulu" Minta Yansyah dengan menggertakkan gigi nya berusaha menyembunyikan kegelisahan nya dari Ana.
"Paling cepet dari Rumah Ben kesini itu 30 menitan kak. ini baru beberapa menit Setelah Ben berangkat dan ga mungkin banget dia udah sampe sekarang" Jelas Ana mencoba Berpendapat.
"Tok. Tok. Tok. Nonaaa" Ketukan pintu beserta teriakan terdengar kembali dari luar.
Deg. Deg. Deg. Ana dan Yansyah memiliki irama jantung yang sama. mereka merasa panik dan juga takut. mereka saling menatap beberapa detik. Ana dengan cepat memegang erat pisau dan gunting yang di bawa nya dari dapur. Ana ketakutan.
"Ekhemm, Ka-kakak bakal telpon Kak Agus dulu" Ucap Yansyah yang kemudian menelpon Agus dan dengan cepat di jawab oleh Agus.
"Gimana dek?" Tanya Agus.
"Mereka ngetuk pintu kak. Gimana nih?" Tanya Yansyah yang mulai merasa panik.
"Kalian tenang dulu ya. Telpon nya jangan si mati-in. Trus kalian bukain pintu nya. Handphone simpen jangan sampe ketahuan. Kalo misalkan kalian beneran di culik kakak bisa cek Gps kalian" Jelas Agus memberi Intruksi pada kedua adik nya dengan panik.
"Oke oke" Ucap Yansyah dan Ana yang setuju. Ana mengambil handphone yang ada pada tangan Yansyah dan memasukkan nya ke dalam dada nya.
Setelah merasa cukup Aman, Ana berjalan mendekati pintu bersama dengan Yansyah. Jantung Ana dan Yansyah sama-sama berdetak begitu cepat. ya tuhan lindungi kami, Doa Ana dalam hati nya. Ana memutar Kunci pintu pada rumah nya perlahan. Lalu, Ia memutar gagang pintu nya Dan DEG----
#
KALO ADA YANG SALAH ATAU GA SESUAI KOMEN YA BIAR BISA DI PERBAIKIN:)
MAKASIH UDAH BACA:)
__ADS_1
Aku mencintai kalian semua:*