Duda Itu Milikku

Duda Itu Milikku
Episode 22


__ADS_3

ANA POV


"Ngapain disini?" tanyaku begitu melihatnya sudah sadar dari tidurnya.


"Kamu bidadari?" tanyanya sambil menatapku seperti orang bodoh.


"Udah bangun. Tidur didalem aja" Ajakku.


"Kamu ana?" tanyanya lagi.


"Iyaa buruan. jangan lupa tutup pintunya" ujarku seraya berjalan meninggalkannya.


"Tunggu" teriaknya berjalan mengikutiku.


Dia seperti orang bodoh. Terus berjalan mengikutiku dan hanya diam. aku lelah dan malas berdebat dengannya. aku pun hanya diam sembari terus berlalu kekamar.


"Kamu ngapain?" tanyaku sambil melihatnya yang masih mengikutiku.


"Hah?" jawabnya. menyebalkan.


"Mau sampe kapan ngikutin sama ngeliatin aku terus?" tanyaku ketus.


"Sampe kapan ya? selama nya deh kayaknya" jawabnya sembari tersenyum menggoda menatapku dan duduk dipinggiran kasur.


"Udah sana keluar. aku mau ganti baju" ucapku sembari mengambil pakaian dari dalam lemari dan mendengus kesal.


"Ga mau tuh" Sambil tiduran dikasur.


"Terserah!" Jawabku. lalu, bergegas memasuki kamar mandi dan menguncinya.


Aku mengganti pakaian kantorku dengan pakaian rumahanku. Sumpah , nih orang berisik banget sih, batinku kesal. gimana coba ga kesel? dari tadi pintu terus diketokin. cuma ganti baju doang sampe segitu berisiknya. Dasar bawel banget.


"Berisik banget sih" ucapku ketus sembari berjalan keluar dari kamar.


"Kan kirain kamu kenapa-napa didalem" ucapnya sambil terus menerus mengikutiku.


Aku Memasukkan Pakaian kotorku kedalam plastik. Aku ga ada waktu buat nyuci, jadinya aku sih laundry. Lalu, aku Berjalan kearah dapur, mengambil susu serta cemilan dan membawanya keruang Tengah, Tempat menonton TV. Aku duduk didepan tv dan diikutinya.


"Kamu ngapain tadi tidur diluar?" tanyaku.


"Nungguin kamu" jawabnya seraya mengambil susu. ohh, batinku.


"Kamu marah?" tanyanya. marah? biasa aja.


"Nggak" jawabku sambil mengganti chanel-chanel di Tv.


"Bener? kalo gitu kenapa telponku ga diangkat tadi?" tanyanya lagi.


"Batreku lowbat. lupa ku charger semalem" ucapku sambil menatapnya.


"Gegara nungguin balesan chat orang jadi nya lupa deh" lanjutku lagi sengaja menyindirnya.


"Maaf deh" Ucapnya sambil merentangkan tangan memelukku. hangat.


"Iyaa, biasa aja. Ini buruan lepas" Jawabku berusaha melepaskan pelukannya.


"Kalo pelukannya ga dilepas dan Ngelakuin hal aneh, Lamarannya kupastikan ditolak" lanjutku lagi karena dia mengabaikan perkataanku.


"Cuma peluk bentar kali" Ucapnya kesal dan langsung melepaskanku.


"Alah bohong" jawabku.


"Kamu kenapa? sakit?" tanyanya padaku setelah aku membersihkan tanganku dan berbaring dipahanya.


"Mungkin" jawabku sambil memejamkan mataku.


"Kita kerumah sakit ya. badan kamu panas sayang" paniknya berusaha membantuku bangkit begitu memegang dahiku yang panas.


"Ga usah. cuma pusing dikit. tiduran bentar juga sembuh" jawabku sembari memeluknya erat. aku suka, hangat.


"mau ngapain sih? turunin nggak?" tanyaku Sambil terus memukulinya saat kusadar , aku sudah didalam gendongannya.


"Sumpah, aku ga bakal macem-macem. aku cuma mau bantu biar kamu ga pusing lagi" Jawabnya. mendengar janjiku, seakan percaya , aku langsung berhenti memukulnya.


"Kamu ngapain sih?" tanyaku kesal begitu dia membaringkanku dikasur dan ikut tidur memelukku.


"Please, bentar aja. Menurut beberapa dokter, kalo lagi sakit terus pelukan kayak gini bisa ngebantu ngilangin demam juga" jelasnya semakin memelukku erat.

__ADS_1


"Awas kalo ngambil kesempatan dalam kesempitan" ucapku tegas.


"Iya, janji" jawabnya meyakinkanku.


Aku membalikkan badanku. gugup kalo saling hadapan. Dia semakin puas memelukku dengan erat. Beberapa saat kemudian, dia melepas pelukannya dan Memijat ringan bahuku.


"Kamu ngapain aja? kayak capek banget?" tanyanya.


"Kerja. Nyiapin Berkas buat presentasi dadakan. Eh malah tadi CEO nya ga ada ditempat" jawabku kesal


"Emang berapa hari disuruh bikin?" tanyanya.


"Emang dikasih waktu berapa hari?" tanyanya lagi masih sambil memijat bahuku.


"2 hari. gila kan? capek banget sumpah. terus yang paling bikin kesel, ternyata Orang yang minta ga ada dan malah nyuruh senin" Ucapku dengan menggebu-gebu. marah.


"Gila tuh. Perusahaan mana si? berani banget bikin kamu capek sampe sakit kayak gini" Jawabnya kesal. seolah-olah dia juga ikut marah.


"Ga tau deh, lupa" jawabku ga perduli


"Besok Kasih tau aku, apa nama perusahaannya. Awas aja kalo ternyata partner perusahaanku, bakal aku bikin bangkrut perusahaannya itu. Kuajak baku hantam sekalian" ucapnya marah.


alah, palingan kalo aku bilang, malah nanti perusahaannya yang bangkrut. kalo ga salah menurut kak agus sih, itu salah satu perusahaan terbesar diasia, batinku.


"Bawel deh" jawabku


"Nanti kalo kita udah nikah, kamu ga usah kerja lagi. biar aku aja yang menuhin semua kebutuhan kamu dan anak-anak nanti" ucapnya sambil kembali memelukku erat.


"Lamarannya juga belum tentu kuterima. jadi jangan Gr" balasku pelan.


"Udah ga usah lamaran lagi. langsung nikah aja" ucapnya.


"Ga usah lamaran? Ya udah nikah sama yang lain aja sana" balasku santai.


"Ihh kan kandidatnya cuma kamu" rengeknya


"Bawel deh. aku capek mau tidur. tolong dong ,perutku dielusin biar aku cepet tidur" mintaku padanya sembari mendekatkan tangannya keperutku. Hangat.


"Tidurlah. mimpi indah sayang" Ucapnya sambil mencium rambutku dan terus mengelus perutku.


***


Aku berjalan Kedapur untuk mengambil minum. Kulihat disana, ada sebuah kertas. Aku menaruh gelasku dan mulai mengambil kertas itu. Itu kertas Yang ditinggalkan ben untukku.


"Hai sweetheart,


Kalo udah bangun Jangan lupa telpon aku ya:* Jangan lupa juga soal lamaran kita lusa, okay? aku pulang dulu. ga tahan. hehe. I love You❤ " isi dalam kertas tersebut. aku tersenyum.


Setelah minum , aku memutuskan untuk menelpon keluargaku untuk memberitahukan masalah lamaran lusa. Aku menuju kamar. Handphoneku sudah terisi penuh. pasti tadi ben yang nge-chargerin, batinku. Aku langsung mengambil handphoneku.


H.SANUSI FAMILY!


"Assalamualaikum semuanya. Aku cuma mau bilang, kalo besok aku bakal pulang ke palembang" Isi pesanku yang langsung kukirim ke grup keluarga besarku.


"Pulang ngapain? Ga bisa ya hari senin libur. Inget, ada proyek penting" jawab kak agus.


"Hmm, aku ga tau sih, apa semua yang ada disini bakal dateng kerumah apa nggak, tapi ini bagiku juga sangat penting. Ohya, kak @agus , nanti malem senin juga aku udah pulang kok" Balasku lagi.


"Emang mau ngapain sih?" tanya kak yansyah, mama, dan sepupuku


"Aku dilamar, dan lusa, mereka sekeluarga akan dateng kerumah:)" jawabku lagi.


Setelah mengatakan itu, aku langsung membalas pesan ben yang hanya berisi menanyaiku dimana? sedang apa? sudah bangun? lagi apa? dan sebagainya. spam.


"Iya, aku baru bangun. besok aku kepalembang. Aku mau mandi dulu" isi pesanku untuk ben.


Aku Melihat, sudah banyak pesan chat grup keluargaku. aku juga melihat mama dan kakakku mengechatku secara pribadi. kak agus langsung menelponku. Mama juga. Aku mengabaikannya dengan menaruh hp ku diatas meja dan bergegas menuju kamar mandi.


Selama mandi dikamar mandi, aku memikirkan apa yang sebaiknya kukatakan pada orang tuaku. aku bingung. Apakah semua orang merasa bingung sepertiku? Dan juga Merasa takut saat akan lamaran? batinku.


Setelah selesai mandi dan berpakaian. aku kembali membuka handphoneku. banyak sekali panggilan tak terjawab dari mama, kak agus, kak yansyah, dan juga ben. Bahkan, dari sepupuku Gilang juga ada. Saat ingin menelpon balik, Hp ku berbunyi.


"Haiii" sapaku pada semuanya. Barusan, panggilan video call gabungan dari gilang.


"Akhirnya diangkat juga nih sama pembuat orang susah" ucap gilang


"Maksud Lu tadi apaan?" tanya kak yansyah

__ADS_1


"Serius mau lamaran? awas aja kalo prank" ancam kak agus.


"kamu jelasin dulu sama mama sama papa. Gimana bisa kamu ngilang setelah bilang mau dilamar hah?" teriak mama


"Emang siapa sih yang mau ngelamar?" tanya kak agus


"Emang ada ya? sama cowok aja, lu kayak alergi gitu" celetuk gilang


"Jangan bilang cowok kemaren" jawab kak yansyah


"Hah siapa?" teriak mama


"Duda anak 1 kemaren kan?" tanya kak yansyah


"What?! serius? Yaallah dek, sih kevin yang perfect aja kamu tolak, lah ini duda dek?" teriak kak agus


"Lu kayak ga laku aja sih nikah sama duda" ucap gilang


"Apa jangan-jangan tuh duda juga udah ubanan?" tanya gilang. Gila.


"What? serius kamu dek? Papa kamu aja belum ubanan, ya masa menantu mama ubanan sih" teriak tidak terima dari mama


"Eh, Sembarangan lu ngomong" Ucap kak yansyah


Banyak sekali perdebatan yang mereka bicarakan. Aku hanya tersenyum dan sesekali tertawa mendengar mereka. inilah kenapa tadi aku mutusin bua mandi dulu, karena pasti kalo ngobrol bakal lama, baitnku.


"Udah stop. kalian ini berisik banget sih. Ana nya aja ga ngomong apa-apa daritadi" Teriak papaku membuat semuanya bungkam


"Coba kamu jelasin ,Nak" ucap papa padaku. aku tersenyum.


"Udah selesai debatnya?" tanyaku


"Udah buruannn" teriak mereka berempat kecuali papa. aku terkekeh geli mendengar teriakan kesal mereka.


"Okee---Jadii tuhh gini---" ucapku pelan


"Kelamaan deh. Keburu pasien gw ga tertolong nih nungguin lu ajee" teriak kak yansyah


"Jangan dipotong ihhh" kesalku.


"Yaudah buruan" teriak kak agus gak sabaran membuatku terkekeh geli lagi.


"Minggu kemaren sebenernya aku udah dilamar, tapi aku masih belum ngasih jawaban. Aku minta Sesuatu sama dia sekalian aku juga memastikan sesuatu, setelah itu, aku nggak langsung menerimanya, melainkan bilang, kalo aku akan menjawab lamarannya saat dia melamarku didepan keluargaku. Terus dia bilang lusa bakal dateng ngelamar. udah deh gitu" jelasku panjang


"Kamu minta apa sama dia?" tanya kak agus


"Dia Kaya pastikan? makanya lu mau nerima duda tua kayak tuh orang" celetuk gilang. dasar gilang, mulutnya pengen banget gue sambelin, batinku kesal.


"Kamu yakin sayang?" tanya mama pelan


"Aku yakin mam. tapi biarkan aku menjawabnya nanti saat lamaran ya" ucapku lembut


"Yaudah deh dek, kalo lu udah yakin. ntar abis gw jaga, gw langsung keapartemen lu. Babay semua, sekaran lagi ada pasien" ucap kak yansyah sembari menutup telepon.


"Bilangin sama calon Pria nya, dia ga usah ke palembang. besok mama dan papa akan kejakarta" ucap papa.


"Iya pa" jawabku.


"Yaudah, papa tutup dulu ya. Mama udah ngantuk" ujar papa.


aku tau. mama sedang bersedih. mama selalu seperti itu. disaat kak agus nikah juga mama nangis diem-diem dikamar didalam pelukan papa. Aku menganggukkan kepalaku seraya tersenyum hangat pada papa dan mama.


"Dek" panggil kak agus begitu telepon mama papa tertutup


"Kalo kamu nikah, nanti yang bakal jadi sekretaris kaka siapa?" tanya nya.


"Gila ya lu kak. gw kira lu bakal sedih adek lu mau nikah. eh malah mikirin sekretaris doang" ucap gilang kesal.


"Aku usahain ga akan berhenti kerja kak, aku juga kan mau jadi wanita karir" jawabku


"Ya tuhan, sumpah sedih banget gw, ya kali ntar gw ga ada temen nya lagi" ucap gilang.


"Makanya, cari Pacar sana. Jangan manfaatin gw mulu" jawabku yang dibalas gelakan tawa oleh kak agus.


#


Bantu like, komen, favorite, and vote ya trims:)

__ADS_1


Aku sebenernya bingung mau lanjut apa nggak. aku tuh sedih ga ada yang nyemangatin. Buat yang pernha nyemangatin aku walau dengan like doang, makasih banyak:v aku seneng:"


aku mencintaii kalian semua:*


__ADS_2