
Happy Reading gais:)
Please like, comment, favorite and vote Okay!
follow ig @destiichz and @dedefff17 !
#
"Licik" Ucap Ben sembari kembali menarik tangan Ana kasar.
"Lepas" Teriak Yansyah yang akhirnya menonjok Rahang Ben membuatnya terhuyung ke belakang. Bibir Ben Berdarah.
***
"Udah stop" Teriakan Mama Ben terdengar.
"Lu ga usah ikut campur. Ini ga ada urusan nya sama Lu!" Bentak Ben sambil memandang sinis ke arah Yansyah.
"Jelas ada. Dia adek gue. apapun yang jadi urusan nya juga urusan gue!" Balas Yansyah dengan nada suara yang cukup tinggi. Ana diam di posisi nya sambil memegangi Kakak nya, Yansyah agar tak memukul Ben lagi.
"Cihh" Ben dengan gerakan cepat melayangkan pukulan ke rahang Yansyah.
"Sialan!" Yansyah Kembali membalaa serangan Ben.
Suasana yang tadi nya tenang dan damai sekarang menjadi sangat menegangkan. Ben dan Yansyah terus bergulat dan saling memukul. Semua orang kecuali mama Ben tampak tenang menyaksikan adegan Saling Pukul-memukul antara Ben dan Yansyah.
"Udah cukup!" teriakan Mama Ben yang sama sekali tak di hiraukan oleh mereka yang berkelahi. Mendengar teriakan itu, Ana berjalan menghampiri Mama Ben dengan santai.
"Udah maa gapapa" Ucap Ana menenangkan.
"Itu ntar mereka bonyok semua. aduhh gimana sihh kamu ini Naa?" Ucap Mama Ben panik.
"Mereka cowok maa. jadi sekali-kali gapapa lah" Balas Ana kembali menenangkan.
"Dek, Pisahin dulu ihh. ga baik kayak gini" Ucap Wanda, Kakak ipar Ana.
"Iyaa kak, Bentar lagi yaa" Jawab Ana pelan.
"Mama tenang aja, Okey" Ucap Ana sambil tersenyum manis menenangkan Mama Ben.
Ben dan Yansyah terus saling memukul. Mereka bahkan sampai bergulat dan berguling-guling di lantai. Ana masih menatap tenang ke arah mereka. Begitu mereka saling mengunci gerakan masing-masing, Ana bertepuk tangan dengan keras membuat semua orang yang ada juga ikut tepuk tangan.
"Udah cukup. ntar lanjut lagi aja kalo masih mau berantem" Seru Ana lantang.
Ben dan Yansyah sudah melepaskan kunci gerakan mereka masing-masing. Mereka berdiri dan menatap ke semua orang dengan mengernyitkan dahi karena bingung bersamaan. Ini apaan sih? kok pada tepuk tangan, Pikir Ben dan Yansyah Bersamaan.
"Apa-apaan ini dek?" tanya Yansyah sinis pada Adik nya, Ana.
"Kakak tenang dulu yaa" Jawab Ana lembut.
__ADS_1
Ana berjalan mendekati Ben dan Yansyah. Lalu, Ana menarik tangan mereka berdua dan mendudukkan mereka di salah satu kursi yang ada. Ana berjalan maju ke pusat perhatian mengambil microfon dan tersenyum menatap Ben dan Yansyah yang menatap bingung ke sekeliling mereka.
"Kak Yansyah" Panggil Ana.
"Makasih ya buat semuanya. selama ini Walaupun kakak yang paling nyebelin, Tapi kakak selalu jagain aku. Aku tau kok soal janji kakak sama kakek. sekarang aku mau bilang, Kalo tanggung jawab kakak dari kakek sama nenek buat jagain aku cukup batas sini, Hehe. sekarang kakak ga perlu terbebani lagi oleh aku kan. makasih ya kak" Lanjut Ana menatap Yansyah dengan mata berkaca-kaca.
"Ck. ngomong apaan sih Lu?!" Decak Yansyah kesal dengan ucapan Ana yang menyebalkan.
"Makasih banyak juga buat Kak Agus yang selalu support Ana, Nurutin kemauan Ana, trus pasti nya Paling Jarang marah. Inti nya, Kak Yansyah sama Kak Agus itu kakak Ana paling the best deh. Ana sayang banget sama kalian " Ucap Ana tulus sembari menatap kedua kakak nya. Agus tersenyum mendengar ucapan Ana, Sedangkan Yansyah memutar bola mata nya jengah.
"Buat Kak Wanda juga terima kasih udah mau nerima kakakku yang jelek dan Jahat ini" Ucap Ana pada Wanda yang sontak saja membuat beberapa orang tertawa dan Agus menatap tajam kearah nya.
"Aku juga ucapin terima kasih buat semua orang yang udah ikut berpartisipasi dalam acara ulang tahun Ben yang ke 29 tahun ini" Lanjut Ana untuk semua orang yang ada.
Mereka semua diam mendengar apapun hal yang akan diucapkan Ana. Mata Ana berkaca-kaca karena terharu. Ben terus memfocuskan diri nya menatap Ana yang sekarang juga menatap nya dengan senyuman manis. Deg. Senyuman itu, Senyuman yang akan slalu membuat Ben diabetes dadakan.
"Ben" Panggil Ana. Ben menatap Ana.
"Makasih ya" Ucap Ana.
"Makasih udah cari aku selama beberapa hari ini" Lanjut Ana tulus.
Deg. Deg. Deg. Jantung Ben bergemuruh kencang. Ben merasa takut dengan apa yang akan Ana sampaikan Pada nya. Dia merasa bingung. Ben Sangat gelisah di tempat duduk nya. Ingin rasanya Ben bangkit dan memeluk Ana kembali. Pasti nya, Ben ga akan melepaskan Ana.
"Sesuai perjanjian kita, Kamu udah kalah Ben" Ucap Ana sembari menatap lurus ke bola mata Ben.
"Aku belum selesai ngomong kali" Teriak Ana yang kaget dengan reaksi Ben.
"Kalo kamu cuma mau ngomong pernikahan kita batal, mendingan ga usah ngomong" Bentak Ben. Yansyah Yang melihat Adik nya di bentak pun bergegas maju tapi di halangi Agus. Agus menggelengkan kepala nya, tanda untuk tak ikut campur terlebih dahulu.
"Aku belom selesai ngomong Woi. Bisa ga dengerin dulu?" Teriakan Ana kesal.
"Ga" Jawab Ben tak terbantahkan.
"Ga bisa apa ngakuin kekalahan gitu?" Teriak Ana lagi.
"Ga" Jawab Ben lagi.
"Ga bisa apa kamu mencintaiku dengan tulus?" Tanya Ana pelan.
"Ga" Teriak Ben lagi. Deg. Deg. Deg. apa tadi? mencintai apa? Batin Ben. Jantung Ben berdetak sangat kencang.
"Hah? Kamu ngomong apa tadi?" Tanya Ben yang secara refleks tersadar.
"Oh gitu, ternyata kamu ga tulus sama aku" Jawab Ana mengabaikan Ben dan menatap Ben dengan Mata yang menampilkan kesedihan di dalam nya.
"Kirain kamu beneran cinta sama aku" Lanjut Ana pura-pura bersedih.
"Ehh nggak gitu" Ben membuka suara lagi.
__ADS_1
"Tadi Aku refleks sumpah. Aku beneran cinta banget sama Kamu ,Na. Tulus" Jelas Ben.
"Trus kenapa tadi bilang Ga? Biasa nya ucapan yang pertama kali iu adalah yang sebenarnya" Balas Ana lagi.
"Ga. Sumpah demi tuhan Na, aku beneran tulus sama kamu" Ben mulai menyesali Ucapan refleks nya. Ana tertegun sejenak dan terdiam. Lalu kemudian Ia tersenyum.
"Please, Kasih aku waktu lagi. kumohon" Ucap Ben sambil melepaskan pelukan nya dari Ana dan berlutut di hadapan Ana.
"Kamu ga perlu waktu apapun Lagi Ben" Jawab Ana pelan. Ben memegangi Tangan Ana sambil menundukkan pandangan Nya.
"Aku minta maaf. Kumohon kasih aku sekali lagi kesempatan" Mohon Ben pada Ana.
"Karena ga perlu seminggu buat aku jatuh cinta sama kamu. cukup 5 menit aja, Aku udah jatuh cinta lagi sama kamu" Ucap Ana lantang yang sontak membuat semua orang tertawa bahagia Dan Ben tersentak kaget.
"Ka--kamuu ngomong apa?" Ben sontak langsung berdiri dan memegangi bahu Ana.
"Ga ada pengulangan" Jawab Ana tegas.
"Kamu serius?" Tanya Ben yang masih tak percaya dengan Apa yang terjadi sekarang.
"Iyaa" Jawab Ana sambil tersenyum lebar.
"Beneran?" Ana mengangguk.
"Ga bohong kan?" Ana mengangguk lagi.
"Berarti kita jadi nikah kan?" Ana yang jengah pun memutar bola mata nya malas.
"Kita nikah kan minggu depan?" Tanya Ben lagi.
"Ehh enak aja. masih 3 minggu lagi kali" Suara Tinggi Ana langsung mengalun.
"Tapi kita nikah kan?" Tanya Ben lagi yang masih merasa seolah ini tak nyata.
"Iyaaa Ben" Jawab Ana sambil mencubit tangan Ben.
"Awww. sakitt. kok di cubit sih sayang?" Teriak Ben.
"Biar sadar kalo ini bukan mimpi. jadi, Stop nanyain hal yang sama" Jawab Ana.
Ben bergegas memeluk Ana erat seolah takut kehilangan Ana lagi. oh my gosh, thanks. ini hadiah terindah di ulang tahun ku yang ke 29, Batin Ben. Ana membalas pelukan Ben yang sontak membuat Semua orang bertepuk tangan bahagia, Juga El.
#
KALO ADA YANG SALAH ATAU GA SESUAI KOMEN YA BIAR BISA DI PERBAIKIN HEHE:)
MAKASIH UDAH BACA:)
Aku mencintai kalian semua:*
__ADS_1