
Happy Reading gais:)
Please like, Comment, Vote And Favorite ya:)
Follow Instagram @destiichz dan @dedefff17
#
Deg. Deg. Ana yang sedaritadi tak menghiraukan Ben langsung menatap nya tajam. Wajah Ana memerah. Bahkan jika Ana tau Ben berbohong, Wajah nya masih saja memerah karena malu. Uhuk. Uhuk. lain hal nya dengan Alex dan Fajar. Mereka terkejut mendengar ucapan Tuan mereka yang berbeda dari biasa nya. Biasa nya Ben akan bersikap keras di depan pegawai nya. Apakah ini hanya bisa terjadi jika ada Nyonya? batin Alex.
"Gembel!" Ucap Ana sambil memukul lengan Ben.
"Kamu lupa apa gimana sayang? suamimu ini kan udah kaya banget. masa masih di bilang gembel sih?" Rengek Ben seperti Anak kecil.
"Gombal!!!" Teriak Ana kesal. Ben yang melihat Ana bertambah kesal pun dengan cepat membawa Ana ke dalam pelukan nya dan terkekeh geli. Ben terus menciumi puncak kepala Ana dengan lembut.
"I love you" Ucap Ben tepat di telinga Ana yang wajah nya sudah sangat memerah.
"Bisa ga sih ga usah bikin orang malu!" Ucap Ana kesal. Ia semakin menenggelamkan wajah nya dalam pelukan Ben. Ia sadar wajah nya sudah panas. Akan semakin memalukan jika wajah nya di lihat oleh orang lain. Ben masih terkekeh geli.
"Ga bisa tuh! Aku suka liat kamu malu-malu kayak gini. dulu kan sebelum nikah kamu ga pernah segemesin kayak gini, Sekarang udah nikah kamu jadi bikin gemes banget" Beritahu Ben pada Ana.
"Ya kan Beda!" Kesal Ana memukul dada Ben.
Alex dan Fajar yang berada di kursi depan hanya bisa diam dan pura-pura tak mendengar apapun yang terjadi di kursi belakang. Berbeda dengan Alex yang merasa sedih karena masih jomblo, Fajar merasa bahagia melihat Ben yang juga bahagia.
"Udah Ah lepas. Panas" Ucap Ana sembari mendorong Ben menjauh. Ana mulai mengalihkan pandangan nya ke luar jendela.
Ben tersenyum bahagia melihat Ana. entah kenapa, Rasa nya setelah menikah, Aku merasa begitu bahagia, Pikir Ben. Ben menyandarkan diri nya di bahu Ana. Ana langsung saja merasa keberatan.
"Berat ihhh" Rengek Ana kesel.
Ben tak memperdulikan ketidaksetujuan Ana. Ia semakin menyamankan diri nya dengan tangan yang melingkar di pinggang Ana. Karena tak mendapatkan respon apapun dari Ben, Ana membiarkan Ben menyandar pada bahu nya.
"Biarkan aku istirahat di tempat ternyaman sejenak" Ucap Ben setelah bersandar beberapa saat.
Ana tak menanggapi ucapan Ben. Ia juga ikut menyadar di kepala Ben. Ana melihat ke jalanan dan sadar jika sebentar lagi mereka sudah akan sampai di rumah suami nya itu. Ana masih belum terbiasa. bukankah rumah suami juga rumah istri? berarti itu juga rumah Ana. Benar kan?
"Eh iyaa!" Ana berteriak dengan kaget sembari mengangkat kepala nya.
Fajar yang kaget langsung memberhentikan mobil membuat Alex sontak saja menabrak dashboard mobil. Ben juga langsung terlempar ke depan. mereka semua yang ada di dalam mobil terkejut mendengar suara Ana yang berteriak tiba-tiba.
"Awww" Ben dan Alex mengeluh secara bersamaan. para mobil di belakang mereka juga membunyikan klakson secara serentak. Ana hanya bersikap biasa.
"Kenapa berhenti mendadak sih pak?" Tanya Ben kesal pada Fajar sambil mengelus dahi nya.
"Hehe maaf tuan. saya kaget tadi" Jawab Fajar.
"Yaudahlah. Ck. udah buruan jalan lagi pak. yang di belakang udah berisik tuh dari tadi" Perintah Ben kesal. Alex yang juga merasa kesal hanya bisa diam.
"Baik Tuan" Jawab Fajar yang dengan cepat langsung kembali melajukan mobil menuju rumah.
"Hehe. maaf ya" Ucap Ana yang teruntuk Alex, Ben, dan Fajar sambil terkekeh geli.
"Kamu kenapa sih ,Yang?" Tanya Ben dengan raut wajah kesal sambil terus mengelus dahi nya.
"Hehe maaf ya. Sini mana yang sakit?" Tanya Ana sembari meraba dahi Ben dengan tangan nya.
"Ini nih sakitt" Rengek Ben cepat.
"Oh ini ya?" Ucap Ana sambil menekan dahi Ben.
__ADS_1
"Iyaa. Sakit banget. kayak nya butuh di kasih obat deh" Rengek Ben kembali bersandiwara.
"Yaudah. Bentar lagi sampe rumah. Nanti aku obatin" Ucap Ana pada Ben dengan sangat lembut.
"Obatin nya sekarang Aja" Rengek Ben manja pada Ana yang mengernyitkan dahi nya bingung.
"Hah? Mau obatin gimana? emang di mobil kamu ada obat? salep?" Tanya Ana beruntun.
"Pak Fajar, di mobil ada kotak obat ya?" Lanjut Ana.
"Ga ada Nyonya" Jawab Fajar secara langsung setelah memikirkan nya beberapa saat.
"Bukan obat itu sayang" Rengek Ben lagi. Ana, Fajar dan Alex mengernyitkan dahi bersamaaan.
"Emang ada berapa macem sih? yang bisa nyembuhin sakit kan obat doang" Ucap Ana kesal.
"Cium deh disini. Pasti sembuh" Ucap Ben genit sembari menunjuk bibir nya. Ana kembali menatap Ben kesal. Sedangkan Alex dan Fajar langsung mengalihkan pandangan dan pendengaran mereka.
Plak. Plak. "Kalo ngomong yang bener. orang lagi serius di ajak bercanda" Ucap Ana kesal setelah menampar dahi dan bibir Ben cukup kencang.
"Aww sakit sayang" Rengek Ben Manja pada Ana.
"Tuh kan. Berarti 'obat' nya harus double loh. sekarang yang ini sakit juga" Ucap Ben genit sembari menunjuk bibir ya dengan mata yang nakal.
"Terserah kamu" Ujar Ana yang merasa marah.
"Kok gitu sih? Cium dulu dong" Ucap Ben cepat.
"Kalo kamu masih bertingkah kayak gini, Aku ga bakal kasih kamu jatah" Bisik Ana di telinga Ben.
Ben sontak saja langsung terdiam. Ia menatap Ana dengan senyuman manis nya. Ana menghembuskan nafas berat dan menatap kejendela ke arah jalanan. Fajar dan Alex penasaran dengan Apa yang di ucapkan Nyonya mereka hingga membuat Tuan mereka menurut.
"Oh iyaa" Ana secara tiba-tiba berteriak membuat Mereka yang berada di mobil terlonjak kaget. Ben mengusap telinga nya yang berdengung karena suara Ana dengan menatap Ana kesal. Ben tak berani mengeluarkan suara demi hidup nya.
"Kamu kenapa sayang?" Tanya Ben dengan lembut.
"Titipan Aku tadi kamu beli kan?" Tanya Ana balik.
"Yang Mana?" Tanya Ben yang Lupa.
"Roti jepang tadi loh" Jawab Ana sembari tersenyum tipis karena merasa cukup malu menyebutkan nya di hadapan Alex dan Fajar.
"Udah. Tadi aku ga tau ukuran kamu dan lupa nanya, Jadi nya aku beli semua ukuran di merk terbaik menurut salah satu pegawai wanita" Jelas Ben sambil memutar bola mata nya meningat rasa malu yang dia rasakan sebelum nya. Aku ga akan pernah lagi pergi ke supermarket, Batin Ben.
"Banyak banget sih. Yaudahlah, Lain kali inget beli yang 28 aja" Ucap Ana tanpa sadar.
"Ga ada lain kali. Nanti kalo kamu mau beli suruh Alex aja" Celetuk Ben cepat. Alex di depan yang mendengarkan hany bisa diam sambil membatin. Roti jepang bukan nya makanan? emang ada ukuran? batin Alex. Fajar tertawa merasa geli.
"Iya nyonya. Kalau ada yang mau di beli biar saya saja yang membelikan. Atau Nyonya bisa minta pembantu di rumah untuk membelikan nya" Ucap Alex menyetujui ucapan Ben sebelum nya.
Ana yang merasa malu pun hanya berdehem seolah tak ada yang salah. Pak Fajar tersenyum karena sadar jika Alex tak tau apa yang dimaksud roti jepang oleh Ana. Ana menyandarkan tubuh nya pada kaca mobil. Ben yang melihat itu dengan cepat menarik Ana untuk bersandar di bahu nya.
"Nanti kepalamu sakit sayang kalo nyender di kaca" Jelas Ben saat Ana akan menarik diri nya.
Ana diam dan menuruti Ben. Ia menyandarkan diri nya yang tiba-tiba merasa lelah di bahu Ben. Beberapa saat kemudian, mereka sampai di kediaman mereka. Ana disambut dengan hangat oleh Bik Jum. Begitu turun dari mobil, Ben langsung merangkul Ana memasuki rumah. Alex mengikuti dari belakang. Sedangkan barang-barang mereka di turunkan oleh Fajar dan di bawa oleh pembantu yang lain masuk ke dalam rumah.
"Nyonya mau makan siang dulu?" Tanya Bik Jum pada Ana sambil tersenyum hangat.
"Nanti Aja bik. Saya ke atas dulu beres-beres" Ucap Ana menjawab Bik Jum.
"Kami ke atas dulu bik" Ucap Ben menarik Ana menuju ke kamar mereka berdua.
__ADS_1
"Baik Tuan, Nyonya" Seru Bik Jum.
Ana berjalan dengan Ben yang terus merangkul nya. Ana menghentakkan cepat tangan Ben karena merasa keberatan. Ia menatap Ben kesal dan berjalan lebih dulu menuju kamar mereka. Ana berhenti di depan sebuah pintu yang berwarna hitam.
"Silakan Masuk istriku" Ucap Ben dengan senyuman di wajah nya sembari membukakan pintu Kamar mereka. Ana dengan perlahan masuk ke dalam kamar. Ia menatap ke seluruh sudut ruangan. Kamar mereka begitu polos dan gelap.
Ben Berjalan ke arah ruang ganti dan mengganti pakaian nya menjadi kaos di dalam sana. Ia juga mengeluarkan dress untuk Ana pakai. Ana menatap satu persatu gambar yang ada di kamar itu sambil duduk di pinggiran ranjang.
"Nih sayang ganti dulu" ucap Ben sambil menyodorkan Dress yang dia ambil dari ruang ganti. Ana menatap Sinis Dress yang Ben berikan.
"Kok bisa ada baju cewe?" Tanya Ana kesal.
"Kamu pasti sering ajak cewe nginepkan? Pokok nya aku mau pindah kamar. aku ga mau tidur disini" Lanjut Ana yang berpikiran buruk.
"Aku ga pernah ajak cewe manapun. deket sama cewe aja ga pernah" Jawab Ben cepat.
"Trus ini punya siapa?" Tanya Ana penasaran.
"Ini punya almarhum istriku" Jawab Ben lirih.
"Maaf" Ucap Ana pelan. Ben mendongak menatap Ana yang merasa bersalah pada nya.
"Udahlah gapapa. Sekarang kan udah ada kamu. Ganti baju dulu sana" Seru Ben pada Ana.
Ana tersenyum dan mencium pipi sebelah kanan Ben cepat. Kemudian, Ana berlarian kecil memasuki kamar mandi meninggalkan Ben yang tersenyum kecil melihat nya. Ana berganti pakaian selama beberapa menit. Saat keluar, Ia melihat Ben sedang tiduran di kasur dengan mata terpejam.
"Kamu Tidur?" Tanya Ana pelan. Ben membuka mata nya tersenyum melihat Ana yang sudah tampil cantik di hadapan nya.
"Sini" Ucap Ben sambil menepuk-nepuk tempat tidur di samping nya. Ana tersenyum dan melangkah mendekati kasur. Ia menidurkan diri nya di samping Ben yang langsung memeluk nya dengan erat. Ana tersenyum lembut karena itu.
"Besok kita jemput El ya" Ucap Ana memecah keheningan di antara mereka.
"Nanti Aja sayang. Kita masih harus bikin adik buat El dulu" Jawab Ben membantah ucapan Ana.
"Mending jemput El sekarang Aja. bikin adik buat El nanti aja soalnya lagi ga bisa dan ga bakal jadi juga" Jelas Ana yang sontak membuat El melepas pelukan nya dan sedikit bangkit karena bingung.
"Kenapa?" Tanya Ben cepat dengan raut kesal.
"Aku lagi haid sayang. Harap bersabar ya" Jawab Ana sambil menarik Ben untuk kembali tiduran.
"Serius?!" Tanya Ben yang merasa tak percaya.
"Iyaa. Kalo ngga ngapain aku minta kamu beli Pembalut hmm?" Tanya Ana Balik sambil tersenyum manis dan memainkan alis nya. Mencoba Menggoda Ben yang menatap nya Emosi.
"Ya berarti gagal dong semalem?" Tanya Ben frustasi sambil mengusap wajah nya kesal.
"Iyaa. Jadi Sabar ya sayang" Jawab Ana.
"Yaudahlah gapapa. Bisa bikin lagi kan?" Ucap Ben pasrah dengan senyum genit dan mata mengerling nakal menatap Ana.
"Udah deh. Besok kita jemput El ya?" Tanya Ana.
"Iyaa deh. Apa sih yang nggak buat istriku" Jawab Ben sembari mengecupi wajah Ana.
"Gombal aja trus!" Balas Ana Malas.
"Hehe. Yaudah ayo tidur siang. good sleep ny wife" Ucap Ben yang kembali mempererat pelukan nya pada Ana.
#
KALO ADA YANG SALAH ATAU GA SESUAI KOMEN YA GAIS OKE:)
__ADS_1
Aku mencintai kalian semua:*