
Happy Reading gais:)
Please like, Comment, Vote And Favorite ya:)
Follow Instagram @destiichz dan @dedefff17
#
Dengan Kesal, Ana mendorong Pintu ruang makan dengan keras membuat Semua keluarga mereka yang berada di dalam menatap nya terkejut. Ana menarik Ben mendekati Meja saudara nya. Disana, Ia langsung mendudukkan diri di samping Kak Agus, Sedangkan Ben duduk di samping Ana.
Di meja itu, Hanya terdapat Ana, Ben, Agus, Yansyah, Wanda, Zahra, dan El juga Alda. Sedangkan para orangtua duduk di meja samping mereka sambil berbincang-bincang. Ana mendengus kesal mengingat wanita di lift.
"Kurang lama ya turun nya" Sindir Yansyah.
"Ngapain Aja sih?" Tanya Agus menatap Ben.
"Kayak ga tau aja sih kak. Mereka kan pasti sibuk bikin Adik buat El" Jawab Yansyah sambil melirik sinis pada Ana.
"Emang cara bikin adik gimana ma?" Tanya El langsung setelah mendengar ucapan Yansyah.
"Ck. Mulut tuh di saring dulu dong. Ada anak kecil disini" Decak Ana kesal pada Yansyah.
"Iya deh iya maaf" Ucap Yansyah pada Ana.
"El mau makan apa sayang?" Tanya Ben lembut pada El sekaligus mengalihkan perhatian.
"El mau nasi gorang aja pa" Jawab El yang sudah tak memikirkan ucapan Yansyah lagi.
"Mbak--" Teriak Wanda memanggil pelayan.
"Mau pesan apa mbak?" Tanya pelayan itu yang langsung bergegas menghampiri meja Ana.
Setelah pelayan mencatat semua pesanan yang disebutkan. Pelayan mengulangi nya dan memastikan tidak ada yang salah kemudian pergi. Agus dan Yansyah menatap Ana yang terus memasang wajah marah nya. Mereka mengalihkan pandangan mereka dan menatap pada Ben.
"Apa?" Tanya Ben yang menyadari sedang di tatap oleh kedua kakak ipar nya.
"Ana kamu apain?" Tanya Yansyah menyelidik.
"Ngga di apa-apain kok" Jawab Ben.
"Hah Serius ga di apa-apain? semalem gimana? ga jadi? Yahh kasian banget sih Lu harus puasa lagi" Celetuk Yansyah kaget.
"Apaan sih kak?! Bisa ga sih ga usah bikin ambigu? Berisik banget dari tadi" Teriak Ana marah.
"Yeee sensi banget sih Dek. Kan cuma nanya doang. Lagian juga harus nya kamu tau kan kalo semalem itu sunnah" Beritahu Agus pelan.
"Apaan sih kak? Udah. Semalem udah. Bisa diem kan? Aku lagi badmood banget" Jawab Ana.
"Dia kenapa sih Ben?" Tanya Yansyah pada Ben. Semua yang ada di meja makan menatap Ben terkecuali El, Zahra Dan Ana.
"Ini loh kak, Tadi Di lift---" Mengalirlah cerita Ben tentang kejadian di lift sebelum nya.
"Yaudah sih dek, biarin aja" Saran Wanda.
__ADS_1
"Kalo cowok nya ga tergoda mah aku biasa aja kak. Kan ga lucu kalo baru sehari nikah udah cerai" Bentak Ana kesal sambil menatap Ben.
"Sayangg" Teriak Ben karena terkejut mendengar Ana yang menyebut kata 'cerai'.
"Apaan?!" Jawab Ana tak kalah kencang.
"Kapan aku tergoda hah? Dari tadi aku juga bersikap biasa aja" Balas Ben memberitahu Ana.
"Terus yang tadi kamu minta maaf ngapain?" Tanya Ana menatap Ben dengan tajam.
"Ya tuhann" Ucap Ben merasa frustasi.
"Ternyata karena itu? denger yaa, Aku tadi minta maaf cuma karena ga enak aja di liatin orang-orang di dalam lift sayang" Jelas Ana.
"Alah bohong" Jawab Ana langsung.
"Sumpah Demi tuhan" Ucap Ben lantang.
"Udahlah dek. Kamu ini kenapa sih? Ben minta maaf kan juga bener. lagian sekarang Istri Ben itu kamu, bukan wanita itu. Ga usah di bahas lagi. Kamu itu baru nikah, Ga baik kalo asal ngomong kayak gitu" Agus terus mencoba menyarankan Ana.
Ana menarik nafas dalam dan menghembuskan nya berat. Ia menatap Ben yang entah mengobrolkan Apa dengan Zahra sambil tersenyum. Ana kemudian mengalihkan pandangan nya menatap Ben yang memasang raut wajah cemas karena Ana hanya diam.
"Maafin aku yaa" Ucap Ana sambil tersenyum hangat menatap Ben tepat di bola mata nya.
"Iya ga apa-apa" Suasana hati Ben dengan cepat kembali berubah menjadi bahagia. Ben memegangi tangan Ana dengan erat dan merasa damai.
"Kamu sebenernya kenapa sih dek?" Tanya Yansyah.
"Aku ga kenapa-kenapa tuh kak" Jawab Ana.
"Sabar tuh ada batas nya kak" Jawab Ana santai.
"Kamu lagi dateng?" Tanya Wanda. Ana hanya mengedikkan bahu nya tanda tak tau.
"Apa Kamu hamil dek?" Tanya Yansyah yang membuat semua orang terdiam secara serentak.
"Ehh enak aja. Baru juga semalem kok, masa cepet banget sih kak? Kak wanda dulu hamil nya Zahra aja beberapa bulan setelah nikah kan" Jawab Ana cepat.
"Ben" Panggil Agus pada adik ipar nya itu. Ben menatap Agus dengan tatapan bingung.
"Jujur sama kakak" Ucap Agus. Sekarang keadaan di meja makan sungguh hening.
"A--apa?" Tanya Ben dengan gugup karena Agus nenatap nya dengan tatapan yang serius.
"Apa kamu sama Ana udah ngelakuin Hal itu sebelum nikah?" Tanya Agus dengan wajah serius.
"Eh gilaa! Sabar dikit kenapa hah!" Teriak Yansyah.
"Ga nyangka Gw Ben, Kalo ternyata Lu udah ga sabaran banget" Ucap Agus menatap Ben.
"Kalian pasti udah tau kan kalo Ana Hamil? Pasti karena itu juga kalian langsung mempercepat pernikahan kalian" Tebak Yansyah.
"Eh kak sembarangan banget sih" Teriak Ana kaget.
__ADS_1
"Nggak Kak. Astagaa sumpah deh. Semalem aja aku baru coblos kok" Ben langsung membela diri.
"Uhh, Aku kaget banget loh kak. Tapi ga apa-apa sih kalo aku bakal dapet ponakan lagi" Seru Alda.
"Nggak dek. Beneran deh. Sumpah!" Seru Ben yang merasa ia tak di percaya sekarang.
"Ya kalo emang bener sih juga gapapa Ben. Lagian Kalian udah nikah sekarang, Berarti ga lama lagi El bakal punya Adik dong" Ucap Agus.
"Nggak Kak. Udahlah ga usah ngomong aneh dan sembarangan lagi" Seru Ana tenang.
"El bakal punya adik kayak Zahla ya ma?" Tanya El Yang langsung menatap Mama dan papa nya saat tanpa sadar mendengar ucapan Agus.
"Kamu doain aja ya El. Semoga mama kamu cepet isi kayak Tante Wanda biar kamu bisa punya adik juga kayak Zahra" Ucap Yansyah.
"El berharap El bisa secepetnya punya adik kayak Zahla, Bial nanti kalo main El ga sendilian" Beritahu El dengan sangat Antusias.
"El doain Mama aja ya sayang" Ucap Ana lembut sambil menatap El yang bersemangat.
"Sini sayang duduk sama mama. Biar mama yang suapin" Lanjut Ana sambil menarik Ben untuk duduk di pangkuan nya.
"Sini. Biar Aku aja yang pangku El. Sini El sama papa" Ucap Ben mengambil Alih El.
"Yaudah" Jawab Ana sambil tersenyum lembut.
"Dek. Kakak serius" Seru Yansyah.
"Aku juga serius kak. Mungkin mau dateng aja dan bukan nya hamil. Jadi stop bahas Tentang Hamil atau sejenis nya" Ucap Ana pada Yansyah.
"Yee kan kali aja gw bisa dapet ponakan lagi" Ucap Yansyah dengan Lesu.
"Udahlah Dek" Peringat Agus.
"Yaudah sekarang kita makan" Ucap Alda yang bersemangat begitu melihat makanan mereka yang di bawa oleh beberapa pelayan.
Para pelayan mendekat dan menaruh makanan di hadapan mereka masing-masing. Ana mendekatkan piring Ben dan El. Ia membersihkan sendok terlebih dahulu sebelum memberikan nya pada El dan Ben. Ana tersenyum bahagia.
"Selamat makan" Ucap Mereka bersamaan secara serentak.
"Mama suapin" Rengek El pada Ana.
"Sini" Jawab Ana sambil tersenyum pada El.
"El makan sendiri aja ya. Mama kan juga harus makan" Ucap Ben pengertian pada El.
"Gapapa. Biar Papa sama El, mama yang suapin ya" Jawab Ana. Semua orang di meja makan tersenyum bahagia melihat Hal itu. Ana menyuapi El dan Ben secara bergantian. Ben tersenyum senang.
Ternyata, Kebahagiaanku yang sebenarnya adalah ketika melihat mereka yang kusayangi tersenyum dan tetap bersamaku, Pikir Ben.
Ternyata, Kebahagiaan hanya sesederhana ini. Bukan Karena materi ataupun fisik, Melainkan melihat suami dan anakku terus tersenyum bahagia di dekatku dan selalu bersamaku, Pikir Ana.
#
KALO ADA YANG SALAH ATAU GA SESUAI KOMEN YA BIAR BISA DI PERBAIKIN SECEPAT NYA:)
__ADS_1
TRIMS:)
Aku mencintai kalian semua:*