
Happy Reading gais:)
Please like, comment, favorite and vote Okay!
follow ig @destiichz and @dedefff17 !
#
Ben melajukan mobil nya dengan cepat. Begitu sampai di hotel swarna, Jam sudah menunjukkan pukul 12 kurang 15 menit. Hampir tengah malam. Ben berlari memasuki lobby membuat satpam memandang nya terkejut.
Ben mengabaikan semua orang dan terus memfocuskan pandangan nya untuk menemukan Ana. Begitu tak menemukan orang yang di cari nya di lobby, Ben menelpon Anak buah nya untuk memastikan keberadaan Ana.
"Dimana dia?" Tanya Ben cepat.
"Nona Ana ada di lantai 5 ,Tuan" Jawab Seseorang di seberang telepon.
Tanpa menjawab Anak buah nya, Ben bergegas memasuki Lift dan menekan angka 5. Lift berjalan dengan pelan membuat Ben yang berada didalam Lift bergerak gelisah karena tak nyaman.
Ting. Begitu sampai di lantai 5, Ben beregas keluar dari lift. Ben mengedarkan pandangan nya keseluruh penjuru arah untuk mencari Ana. Begitu tak menemukan Ana, Ben melihat Ada sebuah pintu tepat di hadapan nya. Ben berjalan mendekati pintu dan membuka nya.
"Suprise!!!" Begitu Ben membuka pintu, terdengar suara teriakan yang begitu menggema di telinga nya. Ben terkejut dan tertegun sejenak. Ia mengedarkan pandangan nya ke seluruh orang yang ada di ruangan ini.
Hari ini saat bahagia untukmu
Bertambah satu tahun usiamu
'Ku nyanyikan sebuah lagu
Agar istimewa harimu
Happy birthday to you (Happy birthday)
Happy birthday to you (Happy birthday)
Happy birthday to you, oh
Uh-woah
(Happy birthday, happy birthday)
(Happy birthday, happy birthday) Oh-woah
Hari ini istimewa (Hari ini)
Karena ini ulang tahunmu (Ulang tahunmu)
Hari ini berbahagia (Hari ini)
Nikmati saja
Happy birthday to you
Happy birthday to you (Hari istimewa, nikmati saja)
Happy birthday to you (Berbahagia, hari istimewa)
__ADS_1
(Happy birthday, happy birthday)
Happy birthday to you (Happy birthday to you)
Happy birthday to you
Happy birthday (Berbahagia, hari istimewa)
(Happy birthday, happy birthday)
Semua orang menyanyikan lagu yang sama saat ini. Ben menatap Ana yang tersenyum manis ke arah nya. Ben berpikir apa yang terjadi sekarang? Begitu lagu selesai, Ana menghampiri Ben yang terdiam di tempat dengan membawa sebuah kue ulang tahun yang di atas nya terdapat lilin angka 29.
"Haii" Sapa Ana begitu tiba di hadapan Ben.
"Kamuu--" Lidah Ben terasa keluh. Sebelum nya, Ben berniat membicarakan banyak hal dengan Ana, akan tetapi, sekarang Ia bingung akan mengatakan apa. Ben menatap Ana yang memakai dress putih dengan rambut yang jepit.
"Tepat jam 12 dong. sekarang, tiup lilin nya dulu yaa" Ucapan Ana membuat Ben mengalihkan pandangan nya pada kue di hadapan nya. Ben bahkan lupa dengan hari ulang tahun nya sendiri. astagaa kok aku bisa lupa tanggal lahir ku sendiri sih? Batin Ben.
Ben menatap Ana yang terus tersenyum sembari melirik ke arah lilin. Ben maju selangkah semakin mendekati Ana. Begitu Ben Akan meniup Lilin, Ana menghentikan pergerakannya.
"Ehh ntar dulu" Seru Ana yang sontak saja membuat Ben bingung.
"Doa dulu buat keinginan kamu di tahun ini" Lanjut Ana yang membuat senyum Ben mengembang.
Terima kasih tuhan karena selama ini sudah memberikan aku kehidupan yang nyaman. terima kasih juga atas keluarga yang selalu mendukungku. semoga semua orang senantiasa bahagia. Semoga Ana adalah jodoh yang tuhan kirimkan untukku dan El, Batin Ben. setelah Ben meniup lilin, Tepukan tangan meriah terdengar di sekitar nya.
"Happy Birthday Papa" Ucap El yang sekarang sedang memeluk kaki Ben.
"Makasih sayang" Ben mengangkat El dan membawa nya kedalam pelukan nya.
"Makasih semua nya" Ben mengucapkan terima kasih atas semua ucapan dan doa yang dia terima dari orang terdekat nya.
"Heii" Panggil Ana yang berjalan mendekati Ben.
"Happy Birthday Ben. Semoga panjang umur, Sehat selalu, diampuni segala dosa, Di banyakan rezeki nya, so, wish you all the best my big boy" Ucap Ana.
Ana mendekati Ben. Lalu, Ana mengecup kedua pipi Ben yang membuat Ben tertegun sejenak. Ben menatap Ana yang juga menatap nya. Otak Ben pun mulai berpikir keras.
"Kamu kemana 6 hari ini?" Dari seluruh banyak pertanyaan di kepala nya, Hanya ini yang bisa Ben ucapkan saat ini.
"Aku ke bali kemaren ada kerjaan" Jawab Ana dengan senyum mengembang.
"Sama siapa?" Tanya Ben dengan raut wajah datar nya.
"Kak Agus" Jawab Ana santai.
"Pyuhh" Ben menghembuskan nafas lega.
"Berarti kemaren cuma prank doang kan?" Tanya Ben lagi.
Ana terdiam. Senyuman di wajah Ana menghilang yang sontak membuat Ben merasa panik. Ana menatap ke arah mama Ben membuat Ben juga mengalihkan pandangan nya pada Mama nya. ada apa ini? pikir Ben.
"Pernikahan kita beneran di batalin kok kemaren" Setelah keheningan yang cukup lama, Ana pun menjawab pertanyaan Ben.
"A--apa?" Ben terdiam. Lidah nya terasa keluh. Berarti semua nya bukan prank?
__ADS_1
"Pernikahan kita beneran batal kok" Jelas Ana lagi.
Ben yang merasa pendengarannya tak salah bergegas menurunkan El dari gendongan nya. Ben dengan cepat berjalan menghampiri Ana. Ia memeluk Ana dengan erat hingga membuat Ana kesulitan bernafas.
"Ga. Pernikahan kita ga bakal batal" Bentak Ben tepat di telinga Ana.
"Kamu milikku dan akan selalu begitu" Teriak Ben lagi. Nafas Ben memburu karena emosi.
"Ughh Se--sesakk" Ucap Ana terbata-bata.
Ben melonggarkan pelukan nya sedikit tanpa melepaskan Ana. Ben memejamkan mata nya mencoba meresapi jika Ana benar-benar berada di hadapan nya saat ini. Jam 12 sudah lewat. Apakah aku kalah? Batin Ben sedih.
Sebelumnya Ben sudah berjanji tidak akan melepaskan Ana. Ana hanya milik nya dan akan selalu begitu. Tak ada orang lain yang boleh memiliki Ana. Ben tak masalah jika diri nya harus menjadi seorang psikopat demi cinta nya. Yaaa, cinta. Ben sadar jika sejak awal bertemu dengan Ana, Ben sudah mulai mencintai nya.
"Kamu ga boleh pergi lagi. Aku ga bakal biarin kamu pergi bahkan Semeter Aja dari pandanganku" Ucap Ben tegas.
"Iyaaa ihh lepas duluuu susah nafasss" Ana terus mendorong dan memberontak dari pelukan Ben.
"Nggak. Nanti kamu pergi lagi" Teriakan Ben begitu menggelegar di ruangan Ini. El bahkan sudah ketakutan berada di pelukan Tante nya, Alda.
"Lepas dulu ihh. aku belum selesai ngomong" Teriak Ana melengking kesal pasa Ben.
"Nggak" Jawaban Tegas Tanpa bantahan Dari Ben.
"Aku ga akan pergi. Aku janji" begitu mendengar ucapan Ana yang berjanji, ben berangsur-angsur melepaskan Ana. Ana langsung mundur sedikit menjauhi Ben.
"Dasar gilaa" Ucap Ana lirih sambil mengambil oksigen dan membuang karbon dioksida.
"Ga tepatin janji banget sih. Kemaren kan sesuai kesepakatan kayak gitu" Ucap Ana pada Ben.
"Nggak ada kesepakatan apapun" Balas Ben Sinis.
"Kemaren kan udah janji. harus ditepatin dong" Ucapan Ana kembali menggelegar.
"Nggak. Kamu yang mengkhianati kesepakatan itu. Berarti, kesepakatan itu udah ga berlaku" Jawab Ben marah. Ben memegang tangan Ana kencang yang membuat Ana meringis.
"Lah gimana sih. Kan kamu yang ga berhasil buat aku jatuh cinta dalam seminggu" Ucap Ana sembari memegangi tangan Ben yang memegang pergelangan Tangan nya kasar.
"Tapi Kamu yang kabur selama seminggu ga ada kabar" Bentak Ben. Yansyah Yang awal nya diam bergerak mendekati Ana dan menyentak tangan Ben serta mendorong nya kasar.
"Ga usah kasar sama adek gue" Teriak Yansyah.
"Tapi kan intinya kamu ga berhasil buat aku jatuh cinta dalam satu minggu" Ucap Ana yang memegangi Yansyah Agar tak memukul Ben.
"Licik" Ucap Ben sembari kembali menarik tangan Ana kasar.
"Lepas" Teriak Yansyah yang akhirnya menonjok Rahang Ben membuatnya terhuyung ke belakang. Bibir Ben Berdarah.
#
KALO ADA YANG SALAH ATAU GA SESUAI KOMEN YA BIAR BISA DI PERBAIKIN HEHE:)
MAKASIH UDAH BACA:)
Aku mencintai kalian semua:*
__ADS_1