Duda Itu Milikku

Duda Itu Milikku
Episode 29


__ADS_3

mulai deh, jangan-jangan kak wanda kayak hamil zahra dulu lagi. kalian tau ga sih? dulu pas hamil zahra, kak iparku itu, yang ku tau pinter banget jadi kayak orang bodoh gitu sumpah deh. aku sampe bingung banget pas liatnya, kalo kak agus sih ga usah ditanya, dia udah kayak orang stres, wkwk.


"Sini. biar ana aja. kaka duduk aja, okey" ucapku pada kak wanda kemudian menggantikan hal yang dikerjakannya.


"Ck. Mulai deh overprotektif nya" decak kak wanda kesal menatapku. aku hanya terkekeh geli sebagai jawaban.


***


Aku memfocuskan diri sembari memasak, benar-benar tidak menegur mama sama sekali. aku hanya bingung harus memulai percakapan bagimana dan harus membicarakan apa.


aku yakin banget, kalo ngajak mama ngomong pasti bahas Soal Aku ga boleh nikah sama duda trus nikahnya sama pilihan dia aja, pikirku. ehh, Aku harus pastiin dulu kalo nanti pria yang diundang mama ga bakal dateng. kan ga enak sama keluarga ben kalo misalkan ada pria lain.


"Mah" panggilku


"Mm" jawabnya


"Kalo sampe mama ngundang pria lain nanti malem, aku janji seumur hidup ga bakal pernah Negur mama lagi" ucapku tegas.


"Dek" teriak kak wanda.


Aku yakin, kak wanda sama mama pasti kaget banget. Udahlah, masa bodo. mereka aja nggak pernah mikirin perasaan aku, buat apa aku mikirin mereka. sekali-kali egois gapapa kan?


"Kak, aku panggil yang lainnya dulu ya" ucapku mengabaikan panggilan kak wanda.


aku bergegas menaiki tangga sembari berteriak memanggil Papa dan kedua kaka lelakiku. masakan sudah selesai, tinggal dihidangkan saja. Aku harus menenangkan diriku dikamar. Aku harus bisa mengontrol emosiku.


Hufttt. Aku menarik nafas keras dan menghembuskannya pelan. aku mulai bersender dikepala ranjang dengan mata yang terpejam. kuat ana. kuat. jangan lemah. nangis cuma buat orang lemah. kakek, doain ana ya dari atas sana, batinku.


Aku bangkit dari kasur dan mencuci muka dikamar mandi. biar lebih keliatan fres**h gitu. Setelah selesai menenangkan diri, aku keluar dari kamar dan berjalan menuju meja makan untuk sarapan.


Dimeja makan, semuanya sudah duduk Ditempat masing-masing. Aku tersenyum hangat pada mereka semua disana, kemudian mengambil tempat duduk disamping kak wanda.


"Makan yang banyak kak" ucapku pada wanda begitu melihatnya mengambil sedikit sekali makanan


"Nggak nafsu" jawabnya


"Harus dipaksain. kasian nanti debaynya" ujarku sembari mengambil makanan untuk diriku sendiri.


"Iyaa--bawel banget sih" gerutu kak wanda pelan yang masih dapat kudengar dengan jelas


"Biarinn" balasku


Kami pun mulai menyantap makanan kami masing-masing. kak agus seakan tak ingin membahas sesuatu yang akan membuat kak wanda kepikiran mulai mengalihkan percakapan ke bisnis.


"Proposal jangan lupaa" ucap kak agus mengingatkanku. aku hanya menganggukkan kepalaku.


"Pah" panggilku tanpa mengalihkan pandanganku dari piringku


"Kalo misal nanti bakal ada cowo lain, mending lamaranku ditunda besok aja" lanjutku lagi sembari meletakkan sendok dan menatap lekat papa


"Nggak ada. Tetap Hari ini aja jam 7" jawab papa yang kemudian melanjutkan kembali makannya.


aku tersenyum. bukankah rasanya terlalu cepat untuk bahagia sekarang? pikirku. aku kembali melanjutkan sarapanku. mama sama sekali tidak bersuara selama sarapan berlangsung.


aku tak bisa menebak apa yang ada dipikirannya. aku tak terlalu ambil pusing. selesai semua makan, aku mulai bangkit untuk mencuci piring diwastafel dan merapikannya dirak.


Setelah sarapan pagi, Aku kembali naik kekamar untuk melanjutkan pekerjaanku. Kalo ngeliat proposal, rasanya pengen tidurr gitu, seketika ngantuk banget. aku mulai mengetik apapun yang penting dan harus ditambahkan disana.


Tepat pukul setengah sebelas, aku menjeda pekerjaanku sejenak. kemudian, aku turun kebawah untuk membantu kak wanda memasak. Saat sampai dibawah, aku tak melihat adanya siapapun.


mereka kemana ya? batinku bingung. kemudian, aku mencari mereka keseluruh ruangan dan menemukan mereka diruang bermain zahra. ngapain sih pada disini? batinku kesal. aku berjalan mendekati mereka dengan wajah kesalku.


"kenapa dek?" tanya kak agus tanpa dosa

__ADS_1


"Daritadi dicariin ihh. kirain ngilang gitu" jawabku kesal


"Lebay" celetuk kak yansyah yang kubalas dengan tatapan tajam.


"ini lagi nemenin zahra main aja kali dek" jawaban itu terdengar dari kak wanda.


"Ck. mau makan apa buat nanti siang? aku masak sekarang aja" ucapku kesal


"Apa aja deh. Bahan yang dikulkas coba cek ada apa aja" balas kak wanda


Mendengar ucapan kak wanda, kemudian, aku langsung berjalan kearah dapur. saat membuka kulkas. bahan makanan tinggal dikit. uhh, belum buat makan malem kan? kayaknya nanti aku harus ke mini market deh, pikirku.


Aku mulai memasak apapun yang masih bisa dimasak. Cuma goreng ayam dan bikin sambel merah. setelah itu, aku meletakkannya diatas meja makan. aku kembali keatas untuk bersiap.


"Mau kemana dek?" tanya kak wanda begitu melihatku sudah rapi dengan tas tangan yang kupegang.


"Ke mini market depan. mau beli bahan makanan. Ohya, kalo laper makan aja ya kak, makanan udah ada diatas meja" jelasku


"Yaudah hati-hati ya. mau pake apa pergi nya," tanya kak wanda


"Pake mobil kak yansyah. kuncinya masih di aku" ucapku kemudian berjalan keluar.


"Pergi yaa kak , Mah pah. kalo ada yang mau dititip, nanti telepon aja ya" ucapku yang kemudian hilang dari pandangan mereka.


aku mulai melajukan mobil meninggalkan halaman rumah kak agus dan berhenti disalah satu mini market terdekat. aku mengambil troli dan mengambil apa saja yang sekiranya dibutuhkan. setelah beberapa saat, handphoneku berdering.


"Halo , Dek" sapa dari seberang sana


"Iyaa kenapa?" tanyaku


"Wanda nitip duren, harus dapet ya. Ohya, sama mama nitip pepaya terus beliin bahan makanan buat ntar malem" jelas kak agus


"Iya iya udah paham, Dah" ucapku yang langsung memutuskan panggilan secara sepihak.


Sampai didepan mobil, aku langsung memasukkan semuanya kedalam. Troli kuletakkan dipinggir jalan. Aku langsung melajukan mobilku meninggalkan halaman mini market.


Beberapa menit kemudian, aku pun sampai dirumah kak agus. begitu turun dari mobil, aku langsung berteriak memanggil nama Kak agus dan kak yansyah. Tapi, yang keluar malah mama.


Aku membuka mobil dan memberikan dua kantong plastik pada mama yang kemudian berjalan masuk. aku pun membawa tiga kantong plastik berisi belanjaan kedalam dapur. tidak lupa aku mengunci mobil terlebih dahulu sebelum masuk.


"Kemana sih? Diteriakin juga" ucapku begitu melihat kak yansyah berjalan menghampiriku


"BAB" balasnya


"Dih jorok" sahutku. Dia mengambil air minum dan berjalan keluar dapur.


Aku langsung mengeluarkan bahan-bahan yang kubeli dan meletakkannya dimeja. Walau tiada obrolan diantara kami, Mama tetap membantuku untuk membersihkan bahan-bahan.


kami Makan siang bersama diiringi tawa dan canda seperti biasanya. setelah selesai makan, aku kembali keatas untuk menyelesaikan pekerjaan, eh malah ketiduran. jadinya, tidur siang deh.


Saat bangun dari tidurku, sudah menunjukkan pukul 4. aku sama sekali belum membuka handphone. Saat kubuka handphone, banyak sekali notif masuk dari ben. aku hanya membalasnya dengan satu pesan. 'Ditunggu dirumah' isi pesanku tersebut.


Aku Mencuci muka dikamar mandi dan segera turun kedapur untuk membuat makanan. sampai disana, Mama dan kak wanda sudah berkutat dengan beberapa makanan.


"Nyenyak tidurnya?" sindir kak wanda


"Nyenyak banget kak" jawabku sumringah


"Sini bantuin" ucapannya membuatku langsung mengambil alih pekerjaannya


"Mau buat apa kak?" tanyaku


"Mau buat nasi kebuli, ayam bumbu sama rendang, terus frozenfood goreng gitu" jawab mama.

__ADS_1


"Oke" jawabku tersenyum menatap mama.


Kami mulai memasak apapun yang ingin dibuat. Tidak terasa, pukul setengah 6 tepat, aku dan mama baru bisa menyelesai kan masakan untuk lamaran nanti malam. Kak wanda hanya membantu menyusunnya dengan rapi diatas meja makan.


"Kamu mandi dulu gih dek" ucap kak wanda saat aku sedang menunggu rendang


"Bentar lagi aja kak" jawabku


"Aduh, sekarang aja sana. nanti udah pada dateng keluarga calon kamu" balas kak wanda


"Kamu mandi dulu sana. biar ini mama aja" celetuk mama. aku menatap mama dan kak wanda bergantian.


"Oke deh. Kalian juga mandilah ya" ucapku yang kemudian melepaskan celemek dan meletakkannya dikursi.


"Iyaa udah sana" balasan kak wanda hanya kujawab dengan acungan jempol.


aku kemudian berjalan kearah kamar. saat membuka handphoneku, aku melihat jika ben memberi kabar sudah dijalan. aku bergegas kekamar mandi. Aku langsung membersihkan tubuhku yang seharian ga mandi. hehe, bukannya jorok atau gimana ya, tadi kan ketiduran jadinya lupa deh.


"Dek, Buruannn!" teriakkan dari kak wanda menggelegar didepan pintu kamar mandi


"Iya sebentar" balasku berteriak dan kemudian membuka pintu kamar mandi


"Itu calonmu udah dibawah" ucap kak wanda


"Iyaa. ini tinggal pake dress doang" jawabku


"Kaka sama mama udah mandi?" lanjutku bertanya


"Mama lagi mandi. kamu buruan" ucap kak wanda


Ia kemudian berjalan meninggalkan kamar anaknya ini. aku bergegas mengambil dres yang sudah kupersiapkan, dan memakainya. aku mempoles wajahku dengan raisan natural biasanya.


Aku memperhatikan diriku. Rambut yang Dijepit rapi, dress sebawah lutut, dan polesan wajah yang pas. Perfect. aku gugup. Jantungku berdetak kencang begitu pintu kamar ini diketuk oleh mama sebentar yang kemudian langsung masuk kedalam. Mama menatapku.


"Kenapa ma?" tanyaku begitu mama tidak membuka suara


"Kamu cantik, sayang" ucap mama yang lansung berjalan mendekat dan memelukku


"Makasih" jawabku.


"Yaudah, Ayo turun. Jangan gugup ya" ujar mama


"Mama tau darimana aku gugup?" tanyaku


"Setiap wanita kalo mau dilamar sama yang mereka suka pasti gugup" jawaban mama membuatku terdiam. aku suka? sama ben? beneran? huh semoga aja sebelum nikah deh, batinku.


"Mama seneng kalo kamu bahagia" ucapan mama membuatku kembali mematung.


sedetik kemudian, aku tersenyum sangat lebar. Mama mengulurkan tangannya untuk memegangiku. aku menerima ulurannya kemudian berjalan bersamanya menuruni tangga.


Mah, sepertinya bukan wanita yang dilamar sama orang yang dia suka baru gugup, aku yakin, kalo setiap wanita pasti gugup saat acara lamaran kayak gini, batinku. aku berjalan bersama mama. Saat sampai diruang tamu, semuanya sibuk dengan obrolan masing-masing, sampai---


"Mama" teriakkan dari el yang kemudian langsung berlari menghampiriku dan memelukku, membuat semua orang mengalihkan pandangannya padaku.


#


PLIS BANTU LIKE, COMMENT SAMA VOTE.


gini, aku diajakin nulis di aplikasi sebelah. Kalo misal masih ada yang mau baca kelanjutannya tolong like, comment, and vote ya, biar aku ada semangat buat ga pindah:)


~Yang kamu Lihat baik belum tentu baik. Terkadang, penglihatan kita suka kabur~ destiichz


aku mencintai kalian semua:*

__ADS_1


__ADS_2