Duda Itu Milikku

Duda Itu Milikku
Episode 25


__ADS_3

ANA POV


"Lagi dijalan nih. semangat ya sayangg" jawabnya


"Iyaa. hati-hati aja ya, Dah" jawabku yang langsung mematikan telepon.


***


setelah telpon terputus, aku segera mengirim pesan yang berisi semua ukuranku yang dipertanyakan ben ditelpon. Terserahlah buat apaan. kemudian, aku meletakkan handphoneku diatas meja dan kembali melanjutkan kegiatan memasakku.


aku menggoreng beberapa potong ayam goreng. Tidak lupa juga, aku membuat Sambal biar saat makan nanti akan terasa lebih nikmat. aku juga membuat sup super cepat.


setelah selesai memasak, ayam goreng, sop dan sambal kuletakkan dimeja makan, kemudian aku bergegas menuju kamar untuk membangunkan kak yansyah. Ceklek. aku berjalan mendekatinya yang tertidur nyenyak.


"Kak bangun" Ucapku mencoba membangunkannya


"Hmm. Lu udah selesai masak?" tanyanya.


"Udah. sana duluan makan kedapur" ujarku padanya


"Okey" kak yansyah bangkit dari tidurnya dan berjalan keluar kamar. tanpa cuci muka ya, hehe. kalo jadi dokter ya gini, udah biasa keadaan darurat, batinku.


Setelah kak yansyah keluar, aku segera mengunci pintu kamar. Aku merapikan kasurku yang tadi berantakan akibat ulah kak yansyah, setelah itu aku mulai mengambil pakaian serta laptopku dan memasukkannya kedalam tas ranselku.


Aku bergegas mandi, tidak lupa membawa pakaian ganti. setelah selesai mandi, aku membawa keluar sikat gigi dan juga sabun cuci mukaku didalam pouch dan memasukkannya kedalam tas ranselku.


Setelah kurasa semuanya sudah siap, tidak ada yang kulupakan. Aku menutup dan mengunci Balkon, lalu keluar kamar dengan menggendong tas ranselku dan memegang tas tangan kecilku, isinya cuma handphone dan dompet.


"Kak" Panggilku begitu melihat kak yansyah duduk sambil menonton televisi


"Udah mandi nya?" tanyanya sembari menghadapku


"Udah" jawabku.


"Nitip" Lanjutku sambil meletakkan tasku diatas sofa samping kak yansyah.


"Mau kemana?" tanyanya begitu aku berjalan kearah dapur


"Mau makan" Jawabku


"Buruan" ucapnya


"Iyaa" balasku.


kemudian duduk di kursi yang ada dimeja makan. aku mulai menyantap makananku. aku menghabiskan ayam dan juga sop yang ada. kan aku bakal nginep. kalo ini dibuangkan sayang, jadi ya mau ga mau harus habis, pikirku.


Selesai makan, aku merapikan meja makan dan mencuci piring dan gelas yang kotor. setelah selesai, aku memastikan dulu jika apartemenku sudah aman untuk ditinggalkan. kemudian, aku berjalan kearah kak yansyah.


"Yaudah, ayo kak" ajakku padanya


"Oke" jawabnya sembari mematikan televisi


"Ini aja yang mau dibawa?" tanyanya mengangkat tas ranselku


"Iya, itu aja" jawabku sambil mengambil tas tanganku diatas sofa


"Udah dimatiin semua kan? lampu? ac? kompor?" tanya kak yansyah lalu mengedarkan pandangan keruangan sekitar


"Iya, udah" jawabku berjalan mengambil kunci rumah dilaci

__ADS_1


"Yaudah ayoo" ucapnya.


"Ngapain bawa kunci mobil?" tanyanya melihatku kearah laci depan tv ingin mengambil kunci mobil


"Ya mau bawa mobil lah" jawabku


"Ga usah. Kalo Lu bawa mobil, ngapain gw pake jemput disini hah?!" kesal kakakku


"Iya iyaa. emosi banget bang, lagi dapet ya?" tanyaku sambil terkekeh geli


"Udah buruan. capek banget nih gw" jawabnya


"Iyaa dehh" balasku sembari berjalan keluar apartemen.


Aku langsung mengunci kamar apartemenku dan berjalan mengikuti kak yansyah yang sudah berdiri didepan lift. setelah menunggu beberapa saat, lift terbuka dan kami langsung menuju kelantai basement


"Nih" Ucap kak yansyah sembari menyerahkan kunci mobilnya begitu kami sampai didepan mobilnya


"Lahh apaan?" tanyaku mengernyitkan dahiku bingung


"lu aja yang bawa. gw ngantuk banget, ntar malah ada apa-apa kalo dipaksain nyetir" jelasnya


"Ck. Sama aja bohong kalo kayak gini" decakku kesal. kemudian, aku berjalan masuk kekursi kemudi.


Aku merapikan barangku sebentar dengan meletakkannya dikursi belakang. sebelumnya, aku sudah mengirim pesan pada ben, memberitahukannya jika aku pergi kerumah kak agus dan menginap disana.


Kemudian, aku mulai melajukan mobil kak yansyah meninggalkan kediaman apartemenku. aku menyalakan musik lewat radio bluetooth dari handphoneku. aku sangat bosan dan takutnya akan mengantuk.


kak yansyah sudah tertidur sangat nyenyak. dia kelihatan sangat kelelahan. dia ngapain aja sih dirumah sakit? kayaknya capek banget. aku kan jadi ga tega mau bangunin gantian nyetir, batinku.


Karena hari ini termasuk weekend , jadi jalanan cukup ramai. Banyak sekali motor dan mobil disekitarku. Aku terus melajukan mobil kak yansyah walau beberapa kali aku sudah menguap mengantuk.


Setelah kurang lebih 1 jam perjalanan, akhirnya kami sampai dirumah kak agus. rumah kak agus cukup besar, terletak disalah satu komplek yang ada didaerah jakarta. Aku mengklakson mobil begitu sampai didepan pagarnya.


"Bangun kak" ucapku sembari menggapai tas ransel dibelakang.


"Kak" lanjutku lagi


"Hmm iyaa" dia bangun sembari mengucek matanya sebentar.


kemudian, kami turun bersama dari mobil denganku menenteng tas ransel dan juga dompet tanganku. kami berjalan menaiki tangga menuju ke pintu utama dan masuk kesana.


"Assalamualaikum" ucapku


"Waalaikumsalam" jawaban dari banyak orang didalam terdengar sangat banyak.


Aku dan kak yansyah mulai menyalimi satu persatu semua orang yang berada didalam. mulai dari mama, papa, kak agus, kak wanda dna juga tidak lupa mencium ponakan terlucu ku zahra, hehe.


"Apa kabar mam, pap?" tanyaku begitu kami sudah duduk diruang keluarga rumah kak agus.


"baik sayang" jawab mama. kulihat, kak wanda baru datang membawakan minuman dan duduk disamping kak agus.


"Baru dateng mah?" tanya kak yansyah


"Iyaa, barusan juga" jawab mama. setelah itu keadaan hening.


Kami terdiam beberapa saat. Aku tau, sekarang mereka pasti sudah menyiapkan beribu pertanyaan untukku. huhu, jantungku detaknya kenceng banget. gimana nih? batinku . aku menarik nafas dalam lalu menghembuskannya pelan.


"Oke. langsung kita mulai saja" ucap papa membuka obrolan ini.

__ADS_1


aku tau, papa hanya menunggu saat aku sedikit tenang untuk memulai obrolan yang berat ini, batinku. aku gelisah. aku takut salah menjawab. aku tak terbiasa mengobrol dengan orang tuaku karena keadaan, jarak dan juga waktu.


"Papa langsung tanya ke intinya aja atau kamu mau basa-basi dulu, sayang?" tanya papa sambil menatap lurus kearahku.


"Ekhem. Langsung ke intinya aja pa" jawabku


"Kamu serius mau dilamar?" tanya papa


"Iya pa" jawabku


"Kenapa dadakan banget?" tanya papa lagi


"Sebenernya dari seminggu yang lalu, tapi aku masih harus berpikir" jawabku lagi


"Kamu ga lagi berbadan dua kan?" Duarrrr. Rasanya jantungku meledak. hah? badan dua? hamil gitu maksudnya?


"Yaa nggaklah paa. gila aja" jawabku refleks sambil mengelus perut rataku.


"Terus itu kenapa perutnya dielus-elus?" celetuk kak yansyah


"Eh kak, lu gila ya! ciuman aja kaga pernah" bentakku kesal


"Kan aneh aja. Kevin yang perfect aja lu tolak. lah ini? kata yansyah, cowok itu duda dan parahnya udah punya anak lagi" ucap kak agus. oke, obrolan ini semakin memanas.


"ya mau gimana kalo cocok nya sama duda bukan bujangan?!" tanyaku tegas.


"Lu pikir aja deh. ya kali anak perempuan satu-satunya dan adik perempuan gw satu-satunya nikah sama duda berbuntut sih" jawaban tidak terima dari kak agus


"Lah kok kakak ngomong nya gitu sih. kan biasanya kakak yang paling bijaksana" kesalku


"eh tapi, omongan kak agus bener kali" kak yansyah ikut membenarkan


"Kamu ada masalah sampe harus nikah sama duda?" tanya papa


"Ya nggak lah" jawabku cepat


"Apa lu ada hutang sama tuh orang?" celetuk kak yansyah


"Tau kata nggak?" sinisku.


"ya terus kenapa lu mau nikah sama cowok duda sih? lu bisa dapetin seribu cowok kaya plus masih bujangan" teriak kak agus


"Udah mas, tenang" ucap kak wanda seraya menenangkan kak agus


"Alasan lu mau nikah sama duda apa hah?!" tanya kak yansyah. kok jadi makin kasar sih, kan gw takut, ringisku.


"Kan ini masih lamaran kali kak" jawabku


"Kalo udah lamaran pasti bakal nikah secepatnya ,dek" ujar papa


"Serius deh. jawab aja, kenapa lu mau nikah sama duda itu?" tanya kak agus lagi.


aku menghembuskan nafas berat. dadaku mulai berdetak dengan cepat. aku takut dan mulai gemetaran. aku bingung harus menjawab apa. oh my gosh, aku baru tau kalo mau lamaran aja bakal kayak gini, batinku.


"Hmm--karenaa-akuu" ucapku terbata-bata.


#


tolong bantu like, comment, favorite, and vote ya. Trims:)

__ADS_1


Jangan Lupa Follow Ig kita @Destiichz ya!


Aku mencintaii kalian semuaa:*


__ADS_2