
ANA POV
Dipagi hari,
Aku Terbangun begitu mendengar suara alarm yang mengangguku. aku mematikan alarm dan mulai menyadakan diriku.
aku menatap kearah sekitar. kok aku bisa dikamar Ponakanku ya? pikirku. aku bangkit dari tidurku dan berjalan kekamar mandi sekalian membersihkan diriku. aku baru sadar.
aku langsung bergegas membersihkan diriku. setelah itu, aku keluar dan langsung memakai pakaian formalku. aku akan sekalian pergi bekerja bersama kak agus hari ini, batinku.
Aku mengambil laptop yang sedang dicharger. Aku juga mengambil tas tanganku dan memasukkan handphoneku beserta kepeeluan lainku disana. aku keluar dari kamar seraya menenteng laptop dan tas tanganku.
kok aku bisa lupa sih. kan semalem aku abis lamaran. yang ngerjain proposalku juga kayaknya sih ben deh, pikirku. aku berjalan menuruni tangga dengan hati-hati. Begitu sampai dimeja makan, semuanya sudah berada disana.
"Nyenyak tidurnya?" tanya kak agus.
"Nyenyak lah pasti" celetuk kak yansyah. aku mengeryitkan dahiku.
"Apaan sih kak" jawabku malas.
"Nyenyak dek tidur dipelukan ben?" tanya kak wanda.
"Hah?" sontak saja aku terkejut.
Dasar ben kurang ajar. semalem bukannya dia ngerjain proposal aku? kok bisa ikut tidur sih. aduh malu banget nih, batinku kesal. kak agus dan kak yansyah terus meledekku selama sarapan.
Selama sarapan juga, kami mengobrol dan membahas tentang pernikahanku yang akan diadakan bulan depan. menikah? apa aku sudah pantas untuk menikah? akankah aku mampu untuk mengurus suami dan anakku? pikiran-pikiran yang membuatku merasa aku tak mampu terus berputar diotakku.
"Aku sama ana pergi dulu ya" ucap kak agus seraya bangkit dari duduknya.
"Hati-hati ya kalian" ujar mama.
aku dan kak agus pun berjalan menghampiri semuanya dan pamit pada mereka. Aku salim pada mereka semua yang ada disana. Mama dan papa juga menciumku, kak yansyah juga memelukku erat seperti mama papa dan kak wanda.
"kalian kenapa sih?" tanyaku heran begitu lepas dari pelukan erat kak yansyah.
"Kan Lu mau nikah dek" ucap kak agus yang sudah berjalan kearah luar dan kemudian berbalik untuk memelukku juga.
"Trus kenapa?" tanyaku bingung.
"Ya kan peluakan gitu dek" seru kak wanda.
"Lah apa hubungannya?" tanyaku yang masih bingung.
"Udah deh diem aja" ujar kak agus kesal.
"Dasar ****, gitu aja ga paham" balas kak yansyah.
"Lah apaan sih?" teriakku kesal.
"Udah udah. sana kalian pergilah ke kantor" ucap mama yang menengahi.
"Mama sama papa bakal disini kan sampe hari pernikahanku?" tanyaku.
"mama sama papa sore ini pulang. nanti seminggu sebelum pernikahan kamu, papa sama mama bakal kesini" jawab papa.
"Yahh kok gitu?" tanyaku.
"Ada yang harus papa urus nak" jawab mama.
Aku berjalan mendekat kearah mereka dan kemudian memeluk mereka erat. setidaknya, walau mereka tidak merawatku sewaktu kecil, tapi mereka tetap orang tuaku, batinku.
"Yaudah , ana sama kak agus berangkat dulu ya" ucapku pada mereka semua.
"yaudah ayoo" ajak kak agus.
"kak wanda pinjem bentar yaa suaminya hehe. Pergii yaa, dahhh" teriakku pada mereka.
aku menggandeng tangan kak agus dan menariknya keluar dari rumah. Aku langsung memasuki mobil kak agus begitu pun dengan pemiliknya yang sudah duduk dikursi kemudi.
"Pasang seat-belt" ucap kak agus.
"Iyaa kak" jawabku yang langsung memasang seat-belt. kak agus langsung melajukan mobilnya meninggalkan rumahnya.
Aku membuka laptopku dan mengecek proposalku. Saat kurasa semuanya sudah pas, aku meletakkan laptopku dibelakang dan mulai membuka handphoneku.
aku mengirimkan pesan ucapan terima kasih pada ben karena sudah membantuku. kalo dipikir-pikir, padahal ben cuma bantu dikit loh, semalem aku terlalu capek makanya jadi ngantuk.
"Kamu mau pake adat apa?" tanya kak agus.
__ADS_1
"Adat apaan?" tanyaku sembari menatapnya.
"Nikah nanti adat apa" jelasnya.
"Gak tau" jawabku. adat apa ya bagusnya? harus tanya ben dulu nanti.
"Kalo nikah nanti mau digedung apa dirumah? atau mau gimana?" tanya kak agus lagi.
"Aduh gak tau kak. belum kupikirin" jawabku.
"Pikirkanlah dari sekarang. sebulan itu ga terasa nanti" ucapnya
"iyaa kak" jawabku. kayaknya nanti harus ketemu ben buat bahas, pikirku.
Aku Mengalihkan pandanganku keluar jendela sembari memikirkan pernikahnku. eh bentar, kok ada yang aneh. ini kan bukan jalan kearah kantor? batinku bingung .
"Kita mau kemana kak?" tanyaku.
"Mau kekantor Client kita dek yang kemaren" jawab kak agus.
"Langsung?" tanyaku kaget.
"Iyaa. kita tunggu aja disana. udah selesai kan proposalnya?" ucap kak agus.
"Eh iya udah" jawabku. aduhh harus diperiksa lagi nih, ntar ada kesalahan, pikirku.
"Ohyaa, jam berapa kita presentasinya?" tanyaku.
"Abis makan siang sih" jawab kak agus.
"Ah elah, kekantor dulu kali kak. masih lama juga" balasku kesal.
"Udah tunggu aja nanti. dari pada bolak balik jauh. lagian, abis selesai presentasi kita langsung pulang kok, kan mau nganter mama papa" jelas kak agus.
"Ihh kan capek nunggu trus" ucapku kesal.
"udah sabar aja" jawabnya.
"Cari cafe terdekat aja intinya. Ngapain coba nunggu lama diperusahaan itu?" ucapku lagi.
"Iyaa iyaa bawel banget sih" ujar kak agus.
aku yang kesal pun langsung mengalihkan padanganku kearah luar. setelah beberapa menit, kami pun sampai disalah satu cafe dekat perusahaan client kami. Kami pun langsung duduk disalah satu kursi kosong.
"Lusa temenin kakak ya" ucap kak agus.
"kemana?" tanyaku sembari mengalihkan pandanganku sejenak menatapnya.
"Ke bali ada proyek disana. mau ga mau harus kesana" seru kak agus.
"Oke" jawabku yang kemudian kembali memfocuskan diri pada laptopku.
sesekali juga, aku memakan cemilanku. Aku sudah 3 kali memesan french fries dan juga sudah memesan berbagai macam minuman. sekarang sudah menunjukkan pukul setengah 12. tinggal 2 jam lagi.
Aku beberapa kali membuka handphoneku untuk saling membalas pesan dengan ben. aku juga memberitahunya jika aku berada dicafe xxxx. dia bilang akan kesini menyusulku.
"Kak, nanti ben kesini gapapa kan?" tanyaku pada kak agus.
"Iyaa gapapa" jawab kak agus yang masih focus dengan laptopnya.
aku benar-benar merasa bosan dan kesal. kalo tau gini sih, pergi kerjanya jam 10 aja. ngapain udah pergi dari jam setengah 8? lama banget ihhh waktu berjalan, batinku kesal.
Aku tidak lagi saling membalas pesan dengan ben. Dia bilang, sedang ada rapat dan nanti setelah rapat selesai akan langsung kesini menyusulku. aku menuggu hingga tertidur dimeja.
BEN POV
Setelah selesai mengirimi ana pesan. aku langsung masuk keruang rapat. aku tidak sabar untuk bertemu dengannya. aku sudah sangat merindukannya, padahal tadi malam baru bertemu.
"Rapat hari ini ditunda besok. saya harap besok akan lebih baik lagi, permisi" ucapku segera mengakhiri rapat dan bergegas menuju ruanganku.
"Pak, Nanti anda ada rapat jam 1" ucap sekretarisku.
"Oke" aku hanya membalas seadanya dan bergegas keluar sembari membawa handphoneku dan menuju kecafe dekat kantorku.
Ana bilang, dia berada di cafe xxxx bersama dengan kakaknya, agus. selama perjalanan keluar dari perusahaan, banyak pegawai yang menyapa yang hanya kubalas anggukan singkat.
aku menuju cafe tersebut denga cepat. begitu sampai didalamnya, aku mengedarkan pandanganku mencari ana. aku melihat agus yang sedang focus dengan laptopnya. aku berjalan mendekat.
"Hai kak" sapaku begitu sampai didepannya.
__ADS_1
"Ohh ben" ucap kak agus seraya bangkit dan memelukku singkat.
"Ana tidur kak?" tanyaku begitu mendudukkan diriku disamping ana yang sedang meletakkan kepalanya diatas meja.
"Iyaa. bangunin aja, udah dari tadi tidurnya" ucap kak agus.
Aku menepuk pelan pipi ana berusaha untuk membangunkannya. dia hanya melenguh dan kembali menyamankan diri untuk tidur. aku berusaha untuk membangunkannya, hingga beberapa saat kemudian dia terbangun.
"Udah sadar?" tanyaku padanya.
"Kebo banget sih dek" celetuk kak agus.
"Kamu udah sampe?" tanyanya balik.
"Iyaa" jawabku dengan senyum manis. ana terlihat seperti bidadari. aku tak sabar menantikan untuk melihat wajahnya setiap pagi, batinku.
"Dari tadi?" tanyanya sembari mengusap matanya dan mencoba menyadarkan diri.
"Baru kok" jawabku.
"Yaudah, kamu pesenin makanan gih. aku mau kekamar mandi dulu" ucapnya seraya bangkit dari duduknya.
"Mau makan apa?" tanyaku ikut bangkit agar memudahkan ana lewat.
"Aku apa aja" jawabnya yang kemudian berlalu menuju kamar mandi.
"Kak agus mau apa?" tanyaku pada kak agus.
"Samain aja deh" jawabnya.
kemudian, aku berjalan kearah Tempat pemesanan dan memesan nasi ayam untuk kami bertiga beserta dengan minuman kami. setelah itu, aku kembali ketempat dudukku.
kak agus masih focus dengan laptopnya. aku duduk ditempat ana tadi dan memasukkan handohoneku beserta powerbank kedalam tas kecilnya. lalu, aku menggeser dan menumpuknya dengan laptop.
"Udah pesen makan?" tanya ana yang baru selesai mencuci muka.
"Iyaa sayang" jawabku.
"Muka ku keliatan banget ga bangun tidur?" tanyanya.
"Ga kok" jawabku.
"beneran? kalo keliatan aku mau make up dulu nih" jelasnya. ga make up aja udah cantik, apalagi make up, pikirku.
"bener sayang" ucapku.
"Awas kalo bohong" ancamnya.
Aku terkekeh geli. kak agus mulai membereskan laptopnya dikarenakan makanan sudah datang. kami menyantap makan siang kami sembari sesekali kak agus nenanyakan tentang persiapan pernikahan.
"Kamu kok diem aja sih , Honey?" tanyaku
"Gapapa. lagi ngehafal nih buat presentasi" jawabnya kesal.
"Semangat ya. Aku mau ke Minimarket bentar abis itu baru kembali kekantor soalnya bentar lagi bakal ada rapa lagi. aku duluan ya sayang" jelasku pada ana.
"Yaudah, hati-hati yaa" ucap ana yang kemudian memelukku sebentar.
"Kami juga udah mau pergi" ujar kak agus. aku semakin memeluk ana erat. lagian kan jarang-jarang ana inisiatif peluk, batinku senang.
"Aku pergi yaa, dah" pamitku sembari mengecup pipi ana dan langsung berlarian keluar begitu melihat ana sudah akan marah.
aku berjalan memasuki minimarket dan membeli cemilan, minuman serta tisu untuk keperluanku dikantor. aku juga membelikan minuman dan cemilan untuk alex, asistenku.
Setelah selesai, aku bergegas kembali kekantor karena handphoneku sudah bergetar daritadi. pasti alex yang telpon. saat baru memasuki kantor, tiba-tiba bruk---
"Aduh maaf pak ga sengaja" ucap seseorang yang menabrakku dengan air.
Aku terdiam karena terkejut. kemejaku basah dikarenakan siramannya. Perempuan itu memakai pakaian yang sangat ketat. dia mencoba membersihkan bajuku, belum sempat aku protes, tiba-tiba---
"dasar ganjen" ucap seseorang yang berdiri didepanku. aku terkejut. ana berada tepat dihadapanku.
"Kamu juga sama aja ganjen nya" ujar ana menatap tajam kearahku. aku langsung panik. aku memegangi tangan ana dan dia langsung menghempaskannya keras. Jantungku berdetak sangat cepat. gimana nih kalo ana marah? batinku takut.
#
Follow Ig @destiichz ya!
sorry kalo akhir-akhir ini jarang update, soalnya lagi PAS, Trims:)
__ADS_1
Bantu like, comment and vote yaa plis:"
ILY:*