
Happy Reading gais:)
Please like, comment, favorite and vote Okay!
follow ig @destiichz and @dedefff17!
#
Sudah seminggu semenjak terakhir kali Ben bertemu dengan Ana. Selama seminggu ini juga Ben merasa sangat emosi. Bagaimana Ben tak emosi? Ana seolah-olah hilang di telan bumi.
Sejak mengantar Ana kembali ke apartemen nya, Ana tak pernah memberi kabar apapun pada Ben. Awal nya Ben mengira mungkin Ana sedang sibuk menyelesaikan pekerjaan nya.
Sehari setelah Ben mengantar Ana, Ben terus mengirimkan pesan dan juga menelpon Ana. Tetapi tetap saja tak ada jawaban dari Ana. Terakhir kali Ben menelpon Ana, Panggilan nya menunjukkan Ana berada diluar jangkauan.
"Aghhhh" Ben berteriai frustasi.
Sore hari, Setelah selesai bekerja, Ben langsung melajukan mobil menuju apartemen Ana. Ben sudah membunyikan Bel dan Menunggu kurang lebih setengah jam tapi tak ada jawaban dari dalam sana.
Ben yang merasa lelah pun berjalan meninggalkan kamar apartemen Ana menuju Lobby dan duduk di salah satu kursi sembari terus menunggu Ana. mungkin Ana belum pulang kerja, Pikir Ben. Tanpa sadar, Ben terus menunggu Selama beberapa jam.
"Permisi tuan" sapa seseorang pada Ben.
"Eh iya pak. Kenapa?" Tanya Ben.
"Nyari Non Ana ya?" Tanya Pak joni.
Begitu Pak Joni berganti Shift dengan teman nya. Teman nya memberitahukan jika ada seseorang yang terus duduk di lobby dari sore hari. Begitu Pak Joni melihat Ben, Ia sadar jika Ben adalah teman Ana yang waktu itu pernah kesini. Joni berpikir, mungkinkah Ana meminta nya semalam untuk bicara pada Ben? akhir nya Joni pun mendekati Ben.
"Kok bapak tau?" Ben bertanya sambil mengernyitkan dahi nya bingung.
"Itu dulu saya pernah liat Tuan sama Non Ana. Waktu itu pas Tuan narik tangan Non Ana sampai jatuh barengan di lantai" Jelas Pak Jon. Ben Berpikir sejenak. kemudian, Ia tersenyum begitu mengingat orang didepan nya.
"Ana kemana ya pak?" Tanya Ben ramah.
"Non Ana pergi Tuan" Jawab Pak Joni.
__ADS_1
"Kemana ya? Soal nya saya udah hubungin dari tadi tapi ga di angkat" Seru Ben.
"Pergi sama Pria nya tuan tadi" Joni berpikir sejenak kemudian menjawab Ben yang sontak saja membuat Ben tersentak kaget.
"Hah? Apa? Pria apa?!" Teriak Ben.
"Kalo itu saya kurang tau, Tuan. saya permisi ya , Masih harus jaga lagi." Balas Pak Joni.
Pak Joni berjalan menjauhi Ben karena merasa tugas nya sudah selesai. Pak Joni meninggalkan Ben yang masih terdiam mematung di tempat nya. Ben bahkan tak tau harus mengekspresikan keadaan sekarang seperti Apa. Ben menghembuskan nafas berat lalu bangkit dan pergi meninggalkan apartemen Ana.
Ben terus meyakinkan diri nya sendiri jika Apa yang dikatakan Pak Joni tadi tidaklah benar. Ben melajukan mobil nya kembali ke rumah nya. Begitu sampai di rumah ,Ia berjalan tergesa-gesa menuju kamar El. Di saat Ia melihat El sudah tertidur nyenyak, Ben pun menghembuskan nafas berat dan berjalan kembali ke kamar nya sendiri.
Sampai di kamar, Ben langsung membersihkan diri. Selesai itu, Ia berbaring di ranjang dan mulai memejamkan mata nya. Besok aku harus tanya sama El. Aku juga harus ke kantor Ana sama rumah Kak agus. Bahkan, jika perlu aku harus ke pedalaman buat ke rumah orang tua nya Ana. yang penting Aku bertemu dengan nya, pikir Ben.
Di pagi hari, setelah membuka mata nya, Ben pun bergegas mandi dan bersiap memakai pakaian kerja nya. Ia turun ke bawah menuju meja makan. sampai di sana, Ia melihat El yang sedang memakan sarapan nya.
"Hai sayang" Sapa Ben pada El kemudian duduk di salah satu kursi di meja makan.
"Haii Paa" El berhenti makan sejenak untuk menjawab sapaan papa nya dan kembali melanjutkan sarapan nya. Ben mengambil Piring dan nasi untuk diri nya sarapan.
"Gak Paa. Mama bilang kata nya minggu ini ga bakal ngangkat telpon nya" Jawab El.
"El tau ga alasan nya?" Setelah Terdiam sejenak, Ben kembali bertanya pada El.
"Ga tau Paa" Jawab El.
El kembali melanjutkan sarapan nya, begitu juga dengan Ben. El tak paham pada apa yang terjadi dengan Mama dan Papa nya. sedangkan Ben terus memikirkan kemana Ana pergi dan siapa pria yang di maksud satpam waktu itu.
"El biar papa anter yaa" Tawar Ben pada El.
"Iyaa paa" Balas El Antusias sembari menganggukan kepala nya semangat.
Ben menggandeng tangan El menuju mobilku. Ben Melajukan mobil menuju ke sekolah El. Selama perjalanan El terus tersenyum sembari berceloteh riang sambil melihat jalanan dari jendela di samping nya.
"Kamu hati-hati ya sayang. Nanti di jemput sama Pak Udin oke" Ucap Ben pada El.
__ADS_1
El menganggukkan kepala nya dan mencium kedua Pipi Ben dan bergegas turun dari mobil menghampiri salah satu guru yang diketahui sebagai wali kelas El. Ben terus menatap El sampai El hilang dari pandangan nya.
Setelah memastikan El sudah aman, Ben pun kembali melajukan mobil nya menuju ke kantor Ana. Ben harus mencari tau apa yang sebenarnya terjadi. Selama perjalanan Ben terus memikirkan mengapa Ana Tidak bisa di hubungi selama 1 minggu? Begitu sampai di lobby, Ia langsung menuju ke meja resepsionis dan menanyakan keberadaan Ana.
"Maaf pak. Ibu Ana nya sedang pergi dinas keluar" Ucap Resepsionis itu sopan pada Ben.
"Pergi dinas kemana? Sama siapa?" Tanya Ben menuntut pada orang di hadapan nya.
"Saya kurang tau juga pak" Jawab orang itu. Ben mendengus kesal dan berbalik kembali menuju mobilnya. Saat sedang melewati beberapa karyawati, Ia mendengar bahwa--
"Eh bukan nya Ibu Ana lagi pergi sama pak Nanda ya?" ucap seseorang.
"Jangan sembarangan kamu" jawab yang lain nya.
"Eh tapi bisa aja kali. lagian pak Nanda juga ga ada di kantor, terus kan pak Nanda emang udah suka sama Ibu Ana dari lama" Balas yang lain nya lagi.
Mendengar Hal itu sontak saja Ben menatap tajam kearah 3 wanita yang sedang merumpi dan membuat mereka terdiam seketika. Dengan Emosi Di hati nya, Ia berjalan cepat meninggalkan Kantor Ana dan kembali menuju kantor nya.
Ben melajukan mobil nya dengan sangat cepat. Ia sudah tak memperdulika sekitar nya lagi. Yang ada di pikiran nya saat ina hanya Ana dan Ana. Ben terus memikirkan apa yang terjadi sampai lintasan ingatan membuat nya marah.
Ben ingat. Ana memberikan nya waktub1 minggu untuk kembali mendapatkan hati nya. Ana pasti sengaja menghilang selama 1 minggu agar aku tak dapat membuat nya kembali jatuh cinta dan pernikahan harus dibatalkan karena janji yang kubuat, pikir ben. Ben melajukan mobil nya dan berhenti di depan lobby dan dengan amarah yang akan meledak berjalan menuju ke ruangan nya.
Semua orang di perusahaan nya menatap takut ke arah nya. Ben menatap tajam semua orang karena menurut Ben mereka yang membuat Ana meninggalkan Ben. Ia merasa Bahwa sangat menyakitkan untuk berada di posisi nya saat ini. bagaimana bisa aku dipermainkan seperti ini? batin Ben kesal.
"Cari semua informasi tentang keberadaan Ana. Hari ini juga harus dapat. Kalau sampe ga dapet, Kamu bisa langsung Angkat kaki dari sini" Perintah Ben tegas pada asisten nya.
Alex yang merupakan Asisten Ben dengan cepat menghilang dari pandangan Ben. Ia mulai panik dan merasa hari ini sangat sial untuk nya. Begitu Ben sampai di ruangan nya, Alex sudah merasakan emosi yang begitu kuat Dari Ben.
#
KALO ADA YANG SALAH ATAU GA SESUAI KOMEN YA BIAR BISA DI PERBAIKIN, HEHE.
TRIMS:)
Aku mencintaii kalian semua:*
__ADS_1