Duda Itu Milikku

Duda Itu Milikku
Episode 43


__ADS_3

Happy Reading gais:)


Please like, comment, favorite and vote Okay!


follow ig @destiichz and @dedefff17 ya!


#


Setelah itu El terus bercerita dengan antusias dan semnagat. Sedangkan Ana menanggapi Dengan semangat yang sama sambil sesekali melirik Ben dan menatap nya tajam. Lah emang aku salah? Lagian kan nanti kalo udah nikah juga pasti mungkin banget buat ngasih El adik, Pikir Ben.


***


Selama Di kantor, Ana merasa sangat tidak nyaman. Bukan Karena El yang terus menempel pada nya, Akan tetapi Ben yang Mengikuti El terus menempel pada nya kemana pun Ia pergi. Contoh nya sekarang.


"Silakan Duduk Mr.jackson. Ana, Tolong kamu ambilkan minum dulu" Ucap Agus berusaha se-profesional mungkin.


Ana Yang mendengar perintah dari atasan nya pun menganggukkan kepala nya sopan dan berniat meninggalkan ruangan Bos yang tak lain adalah kakak nya itu. Belum sampai di pintu keluar, Ana berbalik dan menoleh pada Ben dan El yang mengikuti nya.


"Mr.Jackson, Apakah ada yang dibutuhkan lagi?" Tanya Ana se-profesional mungkin.


"Iyaa" Jawab Ben.


"Apa itu tuan? nanti biar sekalian saya ambilkan" Jawab Ana.


"Aku sangat membutuhkan kamu untuk menjadi istri dan ibu dari anak-anakku" Balas Ben sambil tersenyum manis pada Ana.


"Ekhem. Bisakah kalian bermesraan nya nanti saja? ohh come on, sekarang saat nya kita bekerja okay, Dan Lu Ben, stop nge-gombalin Ana" Ucapan Tak suka terdengar dari Agus.


"El, Sini ikut mama. Papa masih harus kerja" Seru Ana pada El.


El yang mendengar ucapan mama nya pun langsung menggandeng tangan Ana dan berjalan keluar bersama-sama. Ana merasa sangat risih saat ini. Banyak sekali yang membicarakan nya dan itu membuat nya tak nyaman.


"El mau minum apa hmm?" tanya Ana lembut pada El mengabaikan Tatapan pegawai lain.


"Mau ice cream maa" Jawab El antusias.


Mendengar ucapan El yang memanggil Ana dengan sebutan 'mama' sontak membuat mereka terkejut. Ana mengabaikan mereka dan terus menggandeng tangan El menuju lift.


"Nanti pas pulang yaa. Abis papa rapat, Nanti El beli ice cream oke" bujuk Ana pada El.


El menganggukkan kepala nya dan merentangkan tangan nya meminta untuk di gendong. Ana menggendong El memasuki lift dan membawa nya ke dapur yang ada di kantor.

__ADS_1


"Mbak, Nanti tolong Bawakan 3 Teh hangat ya ke ruangan Pak Agus" Ucap Ana pada salah satu office girl yang ada di dapur.


"Iyaa kak, nanti saya anter ke sana" Balas OG.


"Saya tunggu di atas yaa" Ucap Ana yang kemudian berjalan kembali ke ruangan Kakak nya.


Sampai Di depan ruangan, Ana duduk di meja kerja nya dan tetap membiarkan El di pangkuan nya. Beberapa saat kemudian, pintu ruangan Agus terbuka yang sontak saja membuat Ana langsung berdiri dan menurunkan El dari pangkuan nya.


"Ck. Tuan ngapain keluar? Ada yang perlu dibantu?!" decak Ana kesal melihat Ben berdiri di sana. Setiap mendengar pintu terbuka, Ana terbiasa langsung berdiri dan menatap Agus yang keluar dari ruangan.


"Masuk! Ngapain di luar?" Minta Ben.


Ana mendengus kesal dan kembali memasuki ruangan Kakak nya Agus. Ana menggandeng tangan El yang mengernyit bingung melihat Mama Dan Papa nya.


"Kamu apaan sih?! Ini nih di kantor dan sekarang aku lagi kerja. Kamu tau dari mana sih aku di luar?! please profesional dong. Aku udah malu dan ga enak banget sama karyawan lain" Habis sudah kesabaran Ana.


"Kalo bisa kamu cepetan deh kamu pergi dari sini" Lanjut Ana Marah.


Begitu Pintu ruangan Agus Di tutup oleh Ben, Ana mulai marah-marah. Sudah habis kesadaran Ana apalagi mengingat ucapan wanita Jelek yang mengatai nya menggoda Ben.


"Kita kan sehati, Jadi aku tau dong kamu ada dimana" jawab Ben sambil terkekeh geli karena merasa Ana sungguh lucu saat sedang kesal dan marah-marah seperti itu.


"Dasar gilaa!" desis Ana.


"Masih lama ga sih kak?" tanya Ana pada Agus sambil mendelik pada Ben.


"Bentar lagi" Jawab Agus.


"Ah elah, Langsung Tanda tangan aja kali kak. Dia juga udah tau isi nya. Dasar ganjen Aja jadi nya pengen lama-lama disini" Seru Ana kesal sembari menunjuk Ben dan mendengus kesal.


"Dek, Profesional dong" Ucap Agus memarahi Ana. Ben tersenyum kemenangan menatap Ana, Sedangkan Ana semakin Marah pada Ben.


Setelah Sekitar 1 jam lebih, Akhirnya pembicaraan Antara Agus dan Ben selesai yang diakhiri dengan tanda tangan perjanjian. Ana Langsung merenggang tubuh nya yang pegal dan mulai membereskan berkas-berkas.


"Sayang, Udah yaa nonton nya" Ucap Ana pada El. El pun yang mendengar ucapan mama nya langsung saja mematikan handphone dan memberikan nya pada Ana.


"El pulang dulu ya sama papa" Ucap Ana pada El sekalian Mengusir Ben secara halus.


"Mama ga ikut?" tanya El.


"Mama masih harus kerja sayangg" Jawab Ana Sambil tersenyum lembut pada El.

__ADS_1


"Kamu Ikut Aku sama El kok" Ucap Ben pada Ana dengan Senyuman lebar di wajah nya.


"Hah? Apaan sih? aku masih kerja kali" Ucap Ana berusaha menolak Ben. Ben tersenyum lebar dan menatap ke arah Agus.


"Apa?" tanya Ana bingung saat Agus menatap nya.


"Kan tadi udah di bahas. Ben izin ngajak kamu dek, Terus tadi udah kakak izinin" jelas Agus menjawab kebingungan Ana.


"What?! nggak. Aku masih harus kerja kak. jangan gini lah, aku ga enak jadi nya" tolak Ana.


"Kamu ga mau jalan sama El?" tanya Ben.


"Mama Ga mau lagi ya sama El?" Tanya El dengan raut wajah sedih nya yang sontak saja membuat Ana panik. dasar Ben sialan, Batin Ana kesal. Ana menghela nafas berat.


"Nggak kok sayang. Mama sayang banget sama El. cuman, sekarang kan masih jam kerja, Jadi ga baik kalo mama pulang sekarang" Ana menjelaskan Pada El.


"Kan udah minta izin tadi" Celetuk Ben.


"Mama kan tadi udah bilang mau ngajak El beli ice cream" Rengek El pada Ana.


"Udah gapapa, Kamu pergi aja" Ucap Agus. sialan, mereka berada di kapal yang sama, mereka bersekongkol, pikir Ana kesal.


"Ayoo El" Akhirnya Ana pun setuju. Ia merasa terpojok dan tak ada guna nya lagi menolak.


"Yeayyy" El langsung bersorak senang dan melompat Memeluk Ana yang tersenyum melihat tingkah laku El yang begitu bahagia.


Ana, El dan Ben pun berjalan beriringan Menuju ke parkiran. Saat berjalan ke parkiran Ana mendengar banyak sekali gosip tentang diri nya. Ana mengabaikan semua nya dan terus berjalan. Sampai di mobil, Ana terus Bergerutu kesal membuat El menatap nya bingung dan Ben Terus terkekeh geli.


"Mau kemana?" tanya Ana di sela Ocehan nya.


"Beli ice cream di Supermarket sekalian beli bahan makanan buat di Rumah" Jawab Ben.


El duduk di belakang sambil memainkan handphone Ana. Sedangkan Ana menoleh ke jendela dan melihat jalanan yang di lewati. Selama perjalanan, Keheningan Pun terjadi. Sesampai di supermarket, Ana mendorong kereta belanja dengan Ben yang menggendong El. Mereka menghabiskan waktu kurang lebih sejam untuk berbelanja.


"Karena Kamu memaksa ku, Mungkin saja ini akan jadi yang terakhir Ben" Ucap Ana Pada Ben yang menatap nya ke bingungan.


Setelah Membeli ice cream, Ana pun meminta Ben mengantar nya ke apartemen karena masih banyak hal yang harus di kerjakan nya. Ben pun setuju karena Dia juga masih ada Rapat Sore ini. Ben mengantar Ana kembali ke apartemen dan El kembali ke rumah.


#


KALO ADA YANG SALAH ATAU GA SESUAI KOMEN YA BIAR BISA DIPERBAIKIN:)

__ADS_1


MAKASIH UDAH BACA:)


Aku mencintai kalian semua:*


__ADS_2