Duda Itu Milikku

Duda Itu Milikku
Episode 82


__ADS_3

Happy Reading gais:)


Please like, Comment, Vote And Favorite ya:)


Follow Instagram @destiichz dan @dedefff17


#


Ana memasuki supermarket dan mulai mengambil troli. Ia memasukkan El ke dalam troli. El mulai trus berceloteh senang. Ia di dorong oleh Ana dan terus meminta di dorong lebih kencang Oleh Ana yang tertawa melihat El begitu bahagia. Ternyata, kebahagiaan tak sesulit yang kita dipikirkan.


Ana juga mulai memasukkan bahan-bahan yang dibutuhkan nya. disaat troli sudah hampir terisi, Ana mengangkat El dan menurunkan nya. El terus berdiri di samping Ana membantu nya mendorong troli belanjaan mereka. Ana tersenyum bahagia melihat El yang Antusias bersama nya.


"Ma, El mau Beli ini, Ini, Ini sama yang itu boleh?" Tanya El sambil menunjuk barang-barang yang di ingin kan nya. Ana tersenyum dan menganggukkan kepala nya, setuju dengan permintaan El.


"Iyaa sayang. Ambil aja. Hari ini kamu boleh beli apa aja karena malem ini kita bakal bikin kejutan buat papa" Jawab Ana menjelaskan pada El.


"Kita mau kasih papa kejutan kayak ulang tahun papa Ma?" Tanya El yang merasa bingung.


"Iya sayang" Jawab Ana sambil menatap El dan mengelus puncak kepala nya dengan lembut.


"Papa ulang tahun ma?" Tanya El yang tak paham.


"Nggak sayang. denger ya, ulang tahun tuh cuma 1 tahun sekali El" Jawab Ana lagi.


"Sebenernya, Tadi Mama ga sengaja bikin papa marah sama mama. Jadi Mama mau bikin kejutan biar papa seneng dan ga marah lagi sama mama. El mau bantu mama kan? Mama mau masak banyak banget makanan buat makan malem kita. buat papa juga El" Lanjut Ana menjelaskan pada El dengan antusias sambil mencolek hidung El.


"Siap Mama. El bakal bantuin mama kok biar papa ga marah lagi sama mama" Jawab El kencang.


"Kita bikin kejutan buat Papa Yeyy" Lanjut El berteriak dengan antusias. Ia bersemangat ingin membantu mama nya memasak untuk papa nya.


"Iya sayang. Udah ya jangan jauh-jauh dari mama. sekarang kita beli bahan-bahan nya dulu. El juga ambil aja mau apa ya. habis itu baru deh kita bayar terus pulang kerumah" Beritahu Ana lembut.


"Oke Mama" Jawab El sambil tertawa ringan.


"Yaudah Ayoo" Ajak Ana yang kembali melihat-melihat rak di samping nya sembari mengawasi El yang mendorong troli belanjaan mereka.


Akhirnya, Ana menghabiskan waktu kurang lebih 2 jam hanya untuk berbelanja. El pun yang sudah merasa lelah tertidur di gendongan Ana. Troli belanjaan mereka di bawa oleh salah satu pegawai di supermarket ini. Ana langsung memanggil pegawai supermarket ini begitu melihat El mendadak lemas karena merasa mengantuk.


"Sini Buk belanjaan nya biar saya saja yang bawa" Ucap Pegawai pria itu yang melihat Ana membawa 2 plastik belanjaan di tangan nya.

__ADS_1


"Ga usah pak. Troli belanjaan nya juga udah ga muat lagi. biar saya bawa sendiri aja" Tolak Ana halus begitu melihat troli belanjaan nya.


"Ga apa-apa buk. ini masih muat kok. lagian ibu pasti kesusahan bawa anak nya sambil bawa banyak barang" Jelas pegawai pria itu lagi. Ana tersenyum karena merasakan perhatian pegawai itu.


"Yaudah Ini" Ana menaruh 2 plastik belanjaan nya ke dalam troli dan menyebabkan salah satu plastik hampir terjatuh di lantai. Untung dengan sigap pegawai itu lebih dahulu memegangi ujung plastik nya. Ana sontak saja merasa terkejut.


"Udah pak sini. biar saya bawa sendiri" Ucap Ana.


"Ga usah Buk. Ini masih bisa saya bawa kok" Tolak pegawai itu yang malah memegang satu plastik di tangan nya dan satu tangan lagi untuk mendorong troli. Ana tau jika itu cukup memberatkan.


"Yang satu ini biar saya aja pak yang bawa. Saya masih bisa kok. lagian bapak juga kesusahan jadi nya buat dorong troli nya" Ucap Ana tegas.


"Ini Buk" Ucap Pegawai itu yang sudah tak membantah lagi dan akhirnya menyodorkan plastik yang tadi di pegang Ana sebelum nya.


Ana berjalan lebih dahulu dengan El di gendongan nya menuju ke parkiran. Barang belanjaan Ana cukup banyak. Ana memegang 1 plastik penuh di tangan kiri nya. sedangkan pegawai itu mendorong troli belanjaan di belakang Ana yang isi nya mungkin 3 atau 4 kantong penuh dengan barang.


"Bentar Pak" Ucap Ana begitu sampai di mobil nya. Ia dengan cepat membuka mobil melalui kunci otomatis di tangan nya. Ctek. Terbuka.


Ia meletakkan belanjaan nya di lantai dan menidurkan El di kursi belakang terlebih dahulu. Setelah merasa El sudah Nyaman dan aman, Barulah Ana membuka bagian bagasi dan memasukkan seluruh belanjaan nya ke dalam sana.


"Ini pak sebagai tanda terima kasih saya" Ucap Ana sembari menyodorkan uang merah selembaran pada pegawai yang membawa belanjaan nya.


"Ga apa-apa. Anggep aja lagi Ada rezeki tiba-tiba dari Tuhan" Ana yang mengerti jika pegawai itu merasa tak enak pun buru-buru menjelaskan.


"Tapi Buk--" Pria itu bingung harus bagaimana.


"Ambil aja pak. Rezeki belum tentu dateng 2 kali loh" Bujuk Ana cepat memotong ucapan Nya.


"Eh iya, Saya terima ya buk. Makasih sebelumnya" Ucap Pegawai itu yang akhirnya dengan cepat mengambil uang yang Ana sodorkan pada nya.


"Iya sama-sama" Jawab Ana yang kemudian membalikkan badan nya ingin menuju kemudi.


"Eh Buk tunggu sebentar" panggil pria itu dengan suara yang cukup keras hingga dapat membuat Ana refleks menoleh dan mengernyitkan alis nya.


"Kenapa ya Pak?" Tanya Ana merasa kaget.


"Ini kebanyakan buk" Jawab Pegawai pria itu yang kembali menyodorkan uang pemberian Ana dan hanya mengambil satu lembaran uang saja.


"Ga apa-apa pak. ambil aja. Ini memang buat bapak kok" Balas Ana yang kembali mendorong sodoran tangan pegawai pria itu. Ana memberikan pegawai itu sekitar satu juta karena itu menggunakan uang Ben. selain itu, ia yakin Pegawai di depan nya ini termasuk salah satu orang baik di bumi.

__ADS_1


"Ini serius buk?" tanya Pria itu merasa tak percaya.


"Iyaa Pak" Jawab Ana dengan lembut.


"Makasih banyak Buk!" Teriak Pegawai pria itu yang dengan refleks menarik tangan Ana dan menyalimi nya sebagai tanda terima kasih.


"Iya Pak sama-sama" Ucap Ana yang dengan cepat kembali menarik tangan nya dan tersenyum kikuk.


"Ehh Maaf Buk Maaf. Saya refleks nih karena seneng, hehe" Seru pemuda itu begitu sadar dengan kesalahan nya. Ana menganggukkan kepala nya sebagai tanda permintaan maaf di terima nya.


"Yaudah saya duluan Ya pak" Ucap Ana yang pamit dengan sopan pada pegawai itu. kemudian Ana memasuki mobil dan duduk di kursi kemudi.


Ana mulai menyalakan mobil nya dan melajukan nya keluar dari supermarket. Ana mengintip El yang masih tertidur dengan nyenyak dari Spion mobil. Ana memasuki kawasan Drivethruu Mcdonals. Antrian cukup banyak karena sekarang baru selesai jam makan siang.


"El" Ana memanggil El dan mencoba membangunkannya. Ana menggoyangkan Tubuh El pelan dari depan dengan tangan kiri nya.


"El. Heii, tampan. Sayang bangun dulu yaa. kita beli makanan dulu" Ucap Ana sembari mencoba membangunkan El dengan terus memanggil nya.


"Emmmm" El hanya trus menggeliat dalam tidur nya. Ia masih belum membuka mata nya.


Ana yang sudah memberhentikan mobil nya pun dengan cepat sedikit menggendong El dan membuat nya terusik dalam mimpi indah nya. Ana memindahkan El ke kursi depan begitu El bangun dari tidur nya. El yang masih belum sadar sepenuh nya hanya menatap bingung pada Ana.


"Kita udah sampe ma?" Tanya El merasa linglung.


"Bangun ya sayang" Ucap Ana lembut pada El.


"El mau makan apa Mmm? Kita lagi di Mcdonalds nih" Lanjut Ana berucap memberitahu El.


El mulai mengedarkan pandangan nya ke sekitar. Ia melihat setiap sudut luar mobil. Ana terkekeh geli melihat tatapan El yang begitu polos setiap bangun tidur, Sama persis dengan Ben. Begitu sudah cukup sadar, El melebarkan mata nya dengan semangat.


"El mau Burger, Kentang sama Ice Cream" Teriak El dengan antusias membuat Ana tersenyum.


Ana memesan makanan untuk El dan diri nya makan selama perjalanan. Ana kembali melajukan mobilnya setelah mendapatkan makanan mereka. Ana tersenyum bahagia sepanjang perjalanan pulang sembari terus memikirkan Ben.


#


KALO ADA YANG SALAH ATAU GA SESUAI KOMEN YA BIAR BISA DIPERBAIKIN:)


Aku mencintai kalian semua:*

__ADS_1


__ADS_2